Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 58


__ADS_3

encus berjalan menghampiriku,


"alhamdulilah, non baik baik saja saya takut non kenapa kenapa" khawatir encus


"gak kok cus, heeemm masakan encus pasti?? aromanya sangat mengiurkan" ucapku mengendus ngendus


"hehehe iya non, mandi dulu non abis itu kita makan malam bersama" ucap encus


"oke ncus, kak aku mandi dulu ya??"


"iya"


aku masuk kedalam apartemen, Rista sedang mainan menjadi seorang chef sama sepertiku dulu suka mainan seperti itu..


"wiih, masak apa chef Rista" tanyaku Duduk di sebelah Rista


"masak masakan jepang kak"


"kakak mau dong di buatin"


"oke kak" senyum Rista


"tapi kakak mandi dulu ya??"


"oke"


aku berjalan menuju kamar mengambil handuk langsung mandi, udah gak sabar untuk makan perutku sangat lapar..


setelah mandi aku memakai piama bejalan keluar dari kamar, seorang perempuan sedang memarahi encus mana seksi banget lagi..


siapa dia?? beraninya memarahi encus !! kak Jodi mana sama rista juga?? aku berjalan kearah perempuan yang sedang memarahi encus..


"pergi kamu dari sini??" lantangnya


"maaf mbak tapi aku gak mungkin pergi dari sini, Karena aku bekerja dengan den jodi mbak"


"aku gak mau tau !! pergi !! " perempuan itu menyeret paksa tangan encus


aku memegang tangan perempuan itu,


"jangan sakiti encus" geramku


"siapa kamu !! beraninya melarangku"


"aku adiknya kak Jodi, mau apa kamu hah??"


perempuan itu seketika melepaskan genggamannya,


"Oo adiknya Jodi, maaf ya calon adik ipar kakak gak tau kamu adiknya Jodi, setau Kaka adik Jodi gemuk gak secantik kamu" sinisnya


aku membantu encus untuk berdiri, perempuan itu menatapku sinis


"apa !! " culasku


"kamu gak usah membohongi aku !! kamu pasti selingkuhan Jodi??" ucapnya menatapku


"Hahahaha, perempuan stress !! "


"udah non udah, gak usah di lawan gak baik" ucap encus


"kak Jodi mana sii?? bisa bisanya perempuan stres bisa masuk ke sini" kesalku


perempatan itu berdiri di depanku, ia menatapku tajam


"biasa aja mbak" ketusku

__ADS_1


"mbak mbak, aku ini Lea pacar Jodi"


aku ternganga, sejak kapan selera kakakku serendah ini mencintai perempuan stres seperti dia cara berpakaian juga sangat tidak baik di pandang mata seorang pria..


"den jodi lagi keluar sebentar non, non Rista minta ice cream"


"diam kamu babu !! " sentak Lea


"wadooh !! galak amat kamu !! mengerikan"


"Minggir" perempuan yang bernama Lea Duduk di sofa ia melihat siaran televisi


"maaf mbak Lea, itu daleman mbak kelihatan sama payu*ra mbak terlihat jelas" lirih encus


aku memeperhatikan dari sofa ruang tamu, ngapain juga encus menghampiri perempuan stres itu..


"gak usah sok alim kamu !! buatin aku jus jeruk sana !! dasar babu !! " hahahaha


aku geram sekali dengan perempuan itu, aku telfon kak Jodi tapi dia gak mengangkatnya, Songgong banget jadi orang !!


ceklek ..


"kak Jodi" girangku


Rista berlari menghampiriku,


"kakak mau ice cream??" tawar rista


"gak"


"yaudah, encussss !! " teriak Rista


perempuan yang bernama Lea itu menghampiri Rista,


kak Jodi menutup pintu berjalan kearahku, perempuan itu langsung memeluk lengan kak Jodi..


"sayang dari mana?? kok bisa apartemen kamu jadi penampungan" manjanya


aku yang lihat rasanya sangat jijik,


"penampungan?? dia adik adikku !! " geram kak Jodi


"kak kakak itu mbak menor memarahi aku" rengek rista


encus keluar dari dapur membawa segelas jus untuk Lea, seketika Jodi melepaskan tangannya dari senderan Lea..


"ih kenapa sayang" manyun lea


"pulang sekarang" ucap kak Jodi


"loh apa salah aku?? kenapa di suruh pulang??" binggung Lea


"ia kak usir aja perempuan stres ini, lebih baik lagi kalo kakak putusin dia" kesalku


"maaf Nara aku kira kamu tadi benar benar bukan Nara adik Jodi, karena yang aku tau adik Jodi itu ge......"


"gemuk??" lanjutku


"hehehhe iya, maaf ya" cengirnya


"maaf maaf enak banget, tadi aja marah marah sama aku dan juga encus, kasiahan encus loh kak, di maki maki sama pacar Kakak itu" kesalku


encus mendekatiku ia mengelus lembut punggungku,


"udah non gak baik marah marah, ayok ikut encus kita makan masakan encus, ayo Rista" suara encus sangat menenangkan

__ADS_1


ku anggukan kepalaku berjalan di samping encus sedangkan Rista di bopong sama encus, encus emang penyayang..


kak Jodi tersenyum kearah encus tapi kali ini encus tidak membalas senyuman kak Jodi, apa encus cemburu ya??


aku bisa lihat dari dapur, kak Jodi sedang adu mulut dengan Lea, sepertinya Lea sangat kesal sekali dengan Jodi..


samar samar aku mendengar percakapan mereka,


"Oo jadi kamu lebih membela perempuan sok alim itu, dari pada aku yang sudah menemani kamu bertahun tahun !! emang benar kata orang !! kalo orang baru lebih menarik !! " ucap Lea langsung pergi meninggalkan kak Jodi


kak Jodi berlari mengejar kekasihnya tersebut,tapi dari sikap kak jodi dia sangat mencintaimu perempuan itu..


kamipun makan malam bersama rista makan dengan lahapnya, aku menyudahi makan malamku masih belum berani makan malam bersama..


"encus, Rista aku masuk kamar dulu ya??" ucapku


"iya non"


"baik kak"


berdiri dari dudukku melangkahkan kakiku menuju kamar, seketika aku melihat makanan yang di bawa perempuan tadi..


menoleh kearah pintu masuk sepertinya masih aman, saat aku membuka bingkisan tersebut ternyata kue kesukaan kak Jodi,..


ceklek ..


kak Jodi masuk kedalam bergegas aku menutup kembali bingkisan tersebut, kak Jodi duduk di sofa ia merebahkan tubuhnya memejamkan kedua matanya..


"kak" lirihku


kak Jodi hanya membuka matanya,


"kak Lea marah ya sama kakak??" tanyaku sangat hati hati sekali


"iya Nara" sedihnya


"kakak sangat mencintai kak Lea ya??"


kak Jodi menganggukkan kepalanya, aku jadi kasihan melihatnya, kak Lea cantik sii Hanya saja aku gak suka dengan sikapnya dan juga cara pakainya terlalu terbuka..


"Nara, kakak ke kamar dulu ya??"


encus datang membawa secangkir teh hangat untuk kak Jodi,


"tehnya den" ramah encus


"iya cus makasih" senyum kak Jodi


"gak jadi ke kamar kak??" godaku


"Naraaa" salting kak Jodi


ku gelengkan kepalaku berjalan kekamar, terlihat Rista sudah tertidur, merebahkan tubuhku di atas kasur menatap langit langit kamar jadi teringat kembali tadi saat kak Kevin mengatakan bahwa dia mencintaiku..


aaagghhh rasanya nano nano, tapi aku tadi mimpi gak ya?? atau aku tadi sedang halu?? tapi itu sangat nyata..


beberapa kali aku menepuk kedua pipiku dan sangat sakit, itu tandanya aku tadi tidak bermimpi..


Ting ..


pesan dari kak Kevin,ia mengirimkam pesan gambar untukku, saat aku membuka ada beberapa pesan foto saat aku gemuk dulu..


aaaa kak Kevin aku jadi terharu jadi benar dia mencintai aku dari dulu, kenapa dia tidak mengungkapkan perasaan dari dulu??


******

__ADS_1


__ADS_2