
group kita mulai melangkah kaki kami menuju belakang sekolah suara hewan malam terdengar sangat jelas sekali..
"Nara,.apa kamu masih di belakangku??" lirih Hani
"iya aku masih di sini, kamu tenang saja"
"kamu kok kelihatannya tenang gitu?"
"habis mau gimana lagi kalo gak tenang"
"Hahahhaaha, iya juga ya"
aku mulai menyulusuri mencari nama yang ada di pohon rimbun yang sangat menyeramkan..
"siapa yang akan memanjat aku gak bisa??" seru pemimpin group
"Nara" hahahhaha
"busyet kalo dia yang naik pohonnya bakal tumbang" ejek mereka hahahhaha
"menghina banget" jawabku
"La emang gitu kan??"
"gak juga, minggir biar aku yang memanjat" ucapku
"Hahahhaha, songong dia"
"mana bisa kamu manjat, yang ada nanti tumbang tuh pohon, gak usah sok sok'an Nara" ketus pemimpin grup
"daripada aku di ejek !! "
"udah udah biar aku aja" seru Hani
semua menoleh kearah Hani yang sudah siap untuk memanjat,
"kamu yakin Han??" tanyaku khawatir
"yakin dong, kalian tunggu bawah"
"oke" kompak aku dan yang lain
setiap group beda beda petanya, jadi hanya orang berlima tidak ada orang selain grup kita, ini sungguh menyeramkan..
wwussssshhh ..
angin berhembus menerpa wajahku bulu kudukku seketika merinding, terdengar jelas suara aungan serigala yang sangat horor..
"gaes, kalo dengar gak??"
"iya aku dengar, kalo ada suara kek gitu biasanya di barengi dengan mbak Kunti"
"jangan nakut nakutin gitu dong !! "
"Heeh Nara, kamu gak takut apa??"
"gak,.aku lagi liatin Hani takutnya dia jatuh atau malah pingsan di atas" aku mencoba tidak takut
aslinya aku sekarang sangat takut, tapi aku gak mau lagi di rendahkan mereka lagi, udah cukup menjadi lelucon mereka..
Nara, aku harus berani gak boleh takut sejatinya hantu itu gak ada hanya halusinasi semata saja, aku mencoba menyemangati diriku sendiri..
"gaes, udah ketemu semua nama nama kita" seru Hani di atas pohon
"syiap Han, buruan Turun takutnya mabk kuntilanak kemari" ucapku melirik ke tiga orang yang julit kepadaku
wajah mereka sangat ketakutan, aku tau sekarang mereka sangat takut saat ini, jadi aku bisa membalas hinaan mereka dengan caraku sendiri..
"kalian bertiga ngapain pada peluk pelukan kek gitu??" tanyaku
"takut"
"Han turun Han, aku lihat ada penampakan di ujung sana" bohongku melirik ketiga orang yang julit kepadaku
__ADS_1
"mana Nara??"
"kalian yakin mau lihat?? gak takut kalo liat wajahnya sangat mengerikan" aku menakuti mereka
"aaaaaa, mereka mendekatiku
"ngapain?? kenapa kalian mendekatiku?? bukankah kata kalian aku bauk badan" sindirku
"usir hantu itu Nara"
menahan tawaku, melihat ekspresi wajah mereka..
"astaga sekarang di tambah pocong" teriakku
mereka bertiga semakin menempel kebadanku, puas rasanya mengerjai tiga orang yang bisanya menghina..
"Hani ayo buruan Han"
"iya Han, dengarkan apa yang di katakan Nara"
"banyak hantu di sini"
Hani menautkan alisnya saat sudah sampai di bawah, aku mengkedipkan sebelah mataku Hani langsung paham..
"aaa Nara aku takut" Hani pura pura ketakutan
"apa kamu melihatnya??" seru pemimpin group
"iya, ini sa-sangat meneyeramkan" jawab Hani sambil tersenyum kearahku
"yaudah kita mulai berjalan lagi menuju gedung tua" ucapku
"ta-tapi kamu yang di depan Nara" kompak orang tiga tersebut
"oke, kalian semua di belakangku" seruku
aku kembali berjalan menuju gedung tua, dari tempat lain terdengar juga para murid berteriak ketakutan..
"benar, untung kita ada Nara yang gak takut jadi kita masih bisa menuju gedung tua untuk mengambil nama nama kita lagi"
"iya, saat ini naralah yang paling berjasa"
ucap mereka, aku tersenyum baru pertama kalinya aku di puji seperti ini, maaf aku sudah membohongi kalian, tapi kalian sii tadi meremehkan aku..
"sssttt diam, kita mulai masuk kedalam gedung tua ini" lirihku
krieeett ..
suara pintu terbuka, padahal tidak ada pintu yang terbuka, aku ingin sekali ngumpet ke yang lain, sial !! ini emang yang harus aku terima..
"aaaaaaa" teriak mereka
mereka kembali menutup matanya, aku dan Hani saling bertatapan menahan bengek, Hani mengambil senter ia menyenteri kesegala arah..
"Han, udah ketemu di mana kertas itu berada??" ucapku
"belum"
hihihi hhiiiihiii hiihiii..
Degh !!
seketika aku menghentikan langkahku, menatap sekeliling, keringat dingin keluar bulu kuduk berdiri, Suara mbak Kunti sangat jelas sekali..
"a-apa itu Nara !! "
"kalian tenang saja, ayo kita bergandengan" ucapku
"Nara, seperti di lantai sana, aku melihat beberapa kertas" ucap hani
"Okeoke, ayo kita ambil"
Ceklek ceklek ceklek..
__ADS_1
senter Hani Langsung menyoroti Suara itu berasal, terlihat putih putih melayang Hani bergetar hebat, aku pun begitu..
"a-ada apa??" gugup mereka bertiga
"bu-buka ma-mata kalian" lirihku
"gak aku gak mau"
"tunggu Nara, kita harus ambil kertas itu, jangan pedulikan hal-hal yang membuat kita jadi gak ambil kertas tersebut" usul Hani
"baik"
dengan belagak Sombong dan berani aku berjalan menuju lantai yang berceceran kertas yang di mana terdapat nama kita lagi..
srek srek srek
"apalagi ini"
"diamlah, supaya kita gak di ganggu" lirihku
"penunggu di sini kami minta maaf kalo menganggu, kami hanya sebentar bukan untuk mengganggu kalian" seru Hani dengan suara yang gemetar
hihihi hhiiiihiii hiihiii
suara terdengar lagi, dengan cekatan Hani mengambil kertas lima,
"dengan hitungan kelima kita lari" seru Hani
"baik" ucap mereka
Hani melepaskan tangan mereka dariku, entah apa yang akan Hani lakukan, saat semua sudah terlepas mata mereka masih terpejam..
"Nara kita keluar dulu dari sini" berbisik di telingaku
"Mereka gimana??"
"udah nanti kamu tau apa rencana aku" hehehhe
"baiklah"
aku dan Hani berjalan berlahan lahan keluar dari gedung kosong tersebut, aku menahan rasa takutku..
"kalian ngapain masih di situ" teriak Hani
"lari woy, kita udah mau jalan lagi" lantangku
mereka bertiga berteriak sangat kencang berlari terbirit-birit, aku sama Hani cekikikan melihat ekspresi wajah mereka sangat ketakutan..
"kenapa kita di tinggal woy" kesal mereka
"pocong lari buruan mereka di belakang kalian" lantang Hani
"buruan gaes, lari yang kencang" timpalku
Aku sama Hani menahan bengek, mereka sangat lucu,
"ayo lari" teriak mereka
saat berlari menuju makam, aku sama Hani berjalan di belakang, tiba tiba ada pocong yang berdiri tepat di ku dan juga teman temanku..
"aaaaaaa pocong" teriak mereka
aku dan Hani saling berpelukan, salah satu teman groupku berlari
bruk ..
"aauuuww"
"hilma jatuh" teriak Hani
aku dan Hani menghampiri hilma yang terjatuh di got, dia tersungkur di dalam kamipun tertawa terbahak bahak tidak lagi takut kehadiran pocong yang baru saja kami temui..
******
__ADS_1