Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 50


__ADS_3

angel menatap sinis kearahku,


"demi perempuan yang dulunya gemuk jelek itu kamu mengusirku??" angel menunjuk kearahku


"angel !! "


"diam kamu erlan !! aku tidak rela kamu mutusin persahabatan kita gara gara perempuan ini !! " ia kembali menunjukku


"cukup angel kita bisa bicara nanti" seru erlan


angel tidak menggubris perkataan kak erlan ia mendekatiku hingga deru nafas angel sangat terasa di wajahku..


"dan kamu perempuan yang sok cantik !! aku sangat membencimu !! " menatapku sangat tajam


dari arah belakang kak kevin dan juga silfi keluar mereka binggung melihat angel sedang marah marah kepadaku..


"ada apa ini??" tanya kak Kevin Bingung


"apa kamu juga mau mengusirku sama dengan erlan dan memutuskan persahabatan kita" sentak angel kepada kak Kevin


"loh aku gak tau masalahnya apa?? ada apa sebenarnya??" penasaran kak Kevin


"tanya noh sama perempuan yang belagu !! baru aja berubah menjadi cantik udah sok !!gak sadar dulunya jelek,gemuk, buluk lagi" ejek angel


"angel cukup !! jaga kata kata kamu !! " seru kak erlan


"bela teross perempuan belagu itu !! "


"kecilkan suara kamu angel gak baik di dengar orang lewat" lirih kak kevin


"kamu juga sama aja, udah terkena pelet perempuan belagu !! "


aku tidak bisa menahan air mataku, silfi berdiri di sampingku mengusap lembut punggungku


"ini ada apa Nara??" lirih silfi


"ayo silfi kita pulang saja"


aku menyeret tangan silfi menjauhi mereka, hatiku sakit mendengar omongan angel mau bagaimanapun dulu emang aku gemuk tapi itukan dulu apa salahnya aku berubah..


"mau kemana Nara??" teriak kak Kevin


"pulang kak" ucapku sambil naik keatas sepeda


"tunggu Nara !! " Kak Kevin berlari kearaku


aku mengusap air mataku..


"kamu menangis??"


"gak kak" bohongku


"ia kak Nara nangis, keterlaluan siih perkataan teman kak erlan" timpal silfi


kak kevin menoleh kearah kak erlan yang masih berdebat dengan angel,


"angel emang seperti itu orangnya jangan di ambil hati, ayo kita jalan lagi" seru kak Kevin


"tapi kak"


"udah ayok !! "


akupun tidak enak kalo menolak kak kevin, akhirnya aku, silfi dan kak kevin kembali mengayuh sepeda..


"erlan kita berangkat dulu, urus tu angel" teriak kak kevin


"oke bro" jawab kak erlan


aku sekilas menatap kak erlan ingin banget aku minta maaf gegara aku yang terlalu egois mereka jadi berantem..


"fokus Nara" ucap kak Kevin

__ADS_1


"i-iya kak" gugupku


menggayuh sepedaku rasanya emang sangat beda dari pada memakai mobil, angin sepoi-sepoi menerpa wajahku..


kak Kevin sesekali menoleh kebelakang ia tersenyum kearahku, andai aku bisa mengatakan bahwa aku mencintaimu kak Kevin..


tapi aku sadar diri dengan siapa aku mencintai?? ya kak Kevin orang yang tampan, cerdas, dingin dan juga sangat mahal sudah mengenalnya sejauh ini saja aku sangat bersyukur..


"Nara kita berhenti di depan ya??" teriak kak kevin


"oke kak"


"aaaa Nara kamu bikin aku iri saja" seru silfi


"apa yang di iri'in dari aku silfi"


"semuanya" jujur silfi


"idih"


aku mengejar sepeda kak Kevin yang sudah jauh, silfipun mengikuti kamipun saling kejar aku sangat menikmati perjalanan ini..


sesampainya di taman kitapun memakirkan sepedanya duduk di rerumputan yang sangat hijau..


merebahkan tubuhku di atas rerumputan memandangi langit yang sangat biru sebiru Hatiku..


"Nara, aku cari toilet dulu ya??" ucap silfi


"oke silfi, kak Kevin mana??" menoleh kesamping


"gak tau, bentar ya aku cari toilet dulu" ucap silfi dengan tergesa-gesa


"oke deh"


aku menatap sekeliling tidak ku dapati kehadiran kak Kevin hanya ada sepedanya saja, ku tutup mataku menikmati angin yang berhembus menerpa wajahku..


"apa kamu menyukai erlan" ucap kak Kevin


"kak Kevin mengagetkan saja"


"kamu belum menjawab pertanyaan aku Nara" serius kak Kevin


"pertanyaan yang mana ya kak??" pura puraku


"kamu menyukai erlan??"


apa yang harus aku katakan sekarang?? kenapa kak kevin bertanya seperti itu siih?? apa aku juga harus mengatakan bahwa aku menyukainya?? aaa tidak aku rasa ini terlalu cepat, lagipula aku juga gak tau perasaan aku ke kak erlan kek gimana??


"apa kamu mendengar perkataan aku??"


"iya kak aku mendengarnya"


"kenapa kamu diam saja??"


"a-aku tidak menyukai kak erlan"


"apa kamu yakin??"


kak kevin menatapku sungguh tak pernah dia menatapku seperti ini sebelumnya..


"kenapa kak kevin mempertanyakan soal ini??"


"penting bagiku"


"apa maksud kakak??" binggungku


kak kevin menghela nafasnya,


"kalo kamu tidak mempunyai rasa apa apa ke erlan, kenapa kamu cemburu saat melihat erlan berjalan dengan angel"


"aku tidak cemburu kak hanya saja gak suka kak erlan dekat dengan perempuan ganjen itu" jujurku

__ADS_1


"dia gak ganjen emang dari dulu angel seperti itu ke erlan"


"jadi??"


"mereka sahabatan udah lama"


apa sahabatan?? tapi kenapa angel bilang dia pacar kak erlan, apa sebenarnya angel menyukai kak erlan??


"Oo jadi cuman sahabat" senyumku


"kalo kamu menyukainya katakan saja Nara" ucap kak Kevin


saat aku mau mengatakan sesuatu kepada kak Kevin, silfi sudah berteriak teriak dari arah depan..


"gak jelas amat tu anak" kesal kak kevin


"maafkan temanku kak"


kak Kevin tersenyum kecut ia membuka air mineral memberikan untukku,


"trimakasih kak"


"sama sama Nara"


aku meneguk air mineral yang di berikan kak kevin..


"Nara kemarin kamu sangat cantik, aku suka kamu memakai dres" ucap kak kevin yang membuatku tersedak


uhuk uhuk uhuk ..


"pelan pelan Nara"


"i-iya kak" menghabiskan air mineral


aku tersenyum kearah kak kevin begitu pula dengan kak Kevin ia menatapku dengan tatapan yang berbeda sekali..


bagimana caranya agar kamu tau bahwa kau lebih dari indah di dalam hati ini, ku ingin kamu mengerti aku sayang kamu ku ingin bersamamu..


"Nara !! kak kevin !! hayoo saling pandang nanti jatuh cinta loh kalian" seru silfi


"apaan sii sil, ngagetin saja" salting aku


"gak jelas" ketus kak Kevin


kak kevin mengibaskan rambutnya aaa dia sangat tampan, bisakah kamu biasa saja kak jangan tabar pesona seperti itu..


"mas mas boleh minta nomor teleponnya??" ucap cewek cewek


"gak boleh" ketus kak kevin


"Instragram boleh ya??"


"gak"


"eeemm, Twitter??"


"gak punya" sinis kak Kevin


"pelit amat mas, mentang mentang ganteng" kompak mereka


aku menahan tawa, silfi yang sudah cekikikan ku sikut lengannya supaya diam,


"diam silfi, kasian kak kevin lihat toh wajahnya sudah merah merona" Hahahha


"tu kan kamu aja ketawa kok"


"eeeh iya juga ya" menutup mulutku


kak kevin masih di kerumunin cewek cewek, ia menarik lenganku,


"jadi jangan ada yang mendekatiku karena ini pacarku" ucap kak kevin tangannya merangkul ke pundakku

__ADS_1


******


__ADS_2