
bak di sambar petir di siang bolong,,aku menahan air mataku tidak mengalir,aku lemas sekali..
"Nara kamu baik baik saja" cemas kak Kevin meraih tanganku
"jangan berani menyentuhku !! " sentakku
"oke Nara oke"
perempatan itu menatapku,,aku balik menatap perempuan itu,aku gak boleh menangis atau lemah di hadapan mereka berdua..
"Oo selamat untuk kalian, udah berapa lama kalian menjalin hubungan??" sinisku
"Nara please jangan seperti ini"
"terus mau kamu aku gimana Kevin !! " murka ku sampe aku panggil Kevin aku sangat kecewa sakit hati kepadanya
"aku mau menjelaskan semuanya"
"oke, aku dengarkan !! " sataiku
padahal dalam hatiku aku ingin sekali berteriak sekencang mungkin, menampar orang yang berada di depanku saat ini..
"maafkan aku Nara, sungguh aku minta maaf waktu omaku mau meninggal dia mempertemukan aku dan gisel apa boleh buat aku dan gisel menerima perjodohan ini,aku gak mau terlalu lama membohongi kamu Nara tega gak tega aku harus mengatakan yang sejujurnya kepada kamu" kak Kevin menjelaskan panjang lebar kepadaku
"Oo gitu ya, semoga urusan kamu dengan Gisel berjalan dengan lancar !!" menatap tajam kak Kevin
aku menarik nafas dalam dalam..
"Oke, karena semua udah jelas aku pulang dulu,,gak guna juga aku lama lama di sini" sinisku
kuambil tasku yang berada di meja makan, ku langkahkan kakiku keluar dari cafe tersebut,hatiku sakit sekali seperti di sayat sayat dengan benda tajam..
"Nara tunggu Nara !! " panggil Alvin
mempercepat langkahku, aku malas bertemu wajah kak Kevin, dia yang pertama membuat aku cinta dia juga yang pertama membuatku terluka..
akupun berlari menuju parkiran mobil,air mataku sudah tidak bisa terbendung lagi menangis sejadi jadinya di samping mobilku duduk bersandar..
"jahat kamu kevin !! kenapa kamu giniin aku !! kenapa kak !! "
"Nara maafkan aku Nara" kak Kevin menghampiriku
"minggir kamu !! aku benci sama kamu sangat membencimu !! " berdiri dari dudukku
kak Kevin memelukku aku menepis pelukan kak Kevin aku sungguh gak Sudi di peluk laki laki jahat seperti dia..
"Nara !! aku sakit dengan semua ini kamu tau itu" kak Kevin menatapku
"bagaimana dengan perasaanku hah !! kamu hancurkan semuanya Kevin !! kamu sungguh jahat aku sangat membencimu" menatap tajam kak Kevin
"tolong Nara jangan seperti ini kepadaku sungguh aku udah berusaha menolak tapi...."
"tapi apa hah !! kami terpincut kan dengan dia wanita yang sangat seksi dan bahenol itu"
"tutup mulut kamu Nara !! "
"baik aku akan menutup mulutku jika bertemu denganmu !! " ketusku membuka pintu mobil
"jangan pergi Nara !! "
__ADS_1
aku tidak menggubrisnya,
"naraaaaaaaaa !! " lantang kak Kevin duduk lemas di tanah
kulajukan mobilku dengan dengan kecepatan sedang, manangis sejadi jadinya,, perasaan aku saat ini sulit aku ungkapkan Benar benar kecewa..
mobil kak Kevin membuntutiku, mungkin dia khawatir aku kenapa kenapa,tapi aku tidak butuh kekhwatiran dia..
kuraih ponselku, mencari nama kak Kevin di kontak ponselku, setelah ketemu aku segera menelfonya..
Kak Kevin [ Hallo Nara, jangan ngebut ,]
Aku [ bukan urusan kamu !! jangan ikuti aku !! aku gak suka !! ]
Kak Kevin [ dengar Nara, kita bisa bicarakan ini baik baik ]
Aku [ hahahaha, baik baik katamu !! ]
Kak Kevin [ Nara !! bisakah kamu dewasa sedikit ]
aku tutup telfonya,. menghindar dari mobil kak Kevin, entah kenapa aku tidak suka di buntuti sama kak Kevin untuk saat ini..
di lampu merah aku mencoba untuk menerobos, dan mobil kak Kevin terjebak lampu merah..
aku tidak mau pulang kerumah,hatiku lagi gak baik baik saja pasti banyak yang bertanya kepadaku..
mobilku berhenti di pinggir jalan, aku mengirimkan pesan ke mamah malam ini tidur di rumah Hani..
Mamah [ tumben nak ]
Aku [ please, boleh kan mah?? ]
Aku [ mana berani ]
Mamah [ oke,nanti ganti bajunya gimana?? ]
Aku [ beli mah ]
Mamah [ masih uangnya?? ]
Aku [ di transfer ya mah ]
Mamah [ iya iya ]
Aku [ trimakasih mamah yang cantik ]
mamah tidak membalas pesanku, notifikasi transferan dari mamah masuk, aku tersenyum bahagia aku bisa membeli piama, dan ganti pakian untuk besok kuliah..
aku menoleh kekanan kekiri ternyata ada toko pakaian,di sebrang jalan ku lajukan Mobilku kearah toko pakaian tersebut..
setelah sampai di toko tersebut aku membeli tiga stel,tidak lupa membayarnya saat keluar dari toko samar samar aku melihat seseorang tak asing bagiku keluar dari cafe..
"kenapa mirip banget sama kak erlan??" gumamku
aku terus menatap pria yang sangat mirip dengan kak erlan meskipun memakai masker tetapi aku sangat yakin itu kak erlan,kalo dia benar kak erlan mana berani aku menyapanya saja sekarang aku bukan siapa siapanya lagi..
waktu bisakah berputar kembali ingin aku menjadi gemuk, awal bertemu kak erlan aku sangat kangen..
tidak terasa air mataku mengalir begitu saja,entah kenapa menjadi dewasa tidak menyenangkan..
__ADS_1
"Hay mbak, beli dong krupuk jualan aku" tawar anak kecil di depanku
saat melihat anak ini jadi keingat rista gimana kabarnya ya sekarang?? pasti udah menjadi gadis smp..
"berapaan dek krupuknya??" tanyaku mengusap air mata
"lima ribu mbak satunya, mbaknya kok nangis?? cantik cantik kok nangis??"
"gak nangis kok dek, mbak beli empat ya" senyumku
"wah, Asyik... trimakasih ya mbak"
"sama sama adek"
"daaaaahh kakak, jangan nangis Kak nanti jelek" ucapnya seraya pergi meninggalkan aku
ku pandangi gadis tersebut,namun saat mataku melihat kedepan pria yang mirip kak erlan sedang menatapku..
"aneh?? apakah dia dari tadi belum pulang?? dan kenapa menatapku??" gumamku
lama lama aku jadi takut kalo itu orang jahat,, begegas aku masuk kedalam mobil melajukan mobilku..
teringat kembali kisah cintaku dengan kak Kevin yang begitu menyakitkan,aku masih belum menyangka akan berakhir seperti ini..
akhirnya sampai didepan gerbang rumah Hani,,ku pencet tombol klason beberapa kali tak berselang lama pintu gerbang terbuka..
"eh non Nara" sapa satpam rumah Hani
"iya pak, Hani ada di rumah??"
"ada non, silahkan masuk"
"trimakasih pak"
"Sama sama"
mobilku masuk kedalam, berhenti di halaman rumah Hani, aku keluar dari mobil membawa tasku dan barang belanjaan ku..
berjalan menuju pintu utama, waktu mau mengetok pintu bibik membuka pintunya mau membuang sampah..
"non Nara !! kirian siapa??" seru bibik
"iya bik, Hani ada??"
"ada non, kekamarnya saja"
"iya bik trimakasih banyak"
",iya non sama sama" senyum bibik
akupun masuk kedalam rumah Hani, menaiki tangga menuju kamar Hani, sesampainya depan kamar Hani ku ketok pintu kamarnya..
tok tok tok ..
"siapa??"
"aku Hani, Nara !! " seruku
"Nara??" Hani membuka pintu kamarnya aku langsung memeluk Hani rasa kecewa ini tidak bisa aku pendam lebih lama
__ADS_1
********