
aku seperti melihat seseorang sedang memandangku dari kejauhan,,aku yakin itu kak erlan..
"kak tunggu aku kak" aku berlari kearah kak erlan
kak erlan berjalan menjauhiku aku yakin itu kak erlan aku sudah lama mengenalnya tau betul bentuk tubuh kak erlan..
aku terus berlari mengejar kak erlan,,tapi kak erlan langsung masuk kedalam bis aku masih mengejar kak erlan..
"apa salah aku kak !! katakan kak !! mana janji kak erlan kita akan terus bersama !! " teriakku dengan nangis sesenggukan
bis yang di tumpangi Kak erlan sudah tidak terlihat,, tangisanku semakin menjadi jadi aku yakin itu tadi kak erlan..
"kamu kenapa Nara??" tanya Hani mengusap air mataku
"kak erlan" aku kembali menangis
"iya kak erlan kenapa??"
"dia pergi" aku memeluk Hani
Hani mengelus lembut rambutku,,silfipun ikut memelukku,,
"pasti itu tadi bukan kak erlan" ucap Hani melepaskan pelukannya
"aku yakin Han,,dari postur tubuhnya aku sangat mengenalinya" ucapku
"sabar Han, besok juga pasti akan bertemu di Indo" ucap silfi menenangkanku
"tapi feeling ku mengatakan tidak"
"Jangan bicara seperti itu,,gak baik"
"kita pulang saja ya" sedihku
"okeoke, ayok kita pulang"
silfi dan Hani berjalan di samping kiri kananku,,aku masih yakin itu kak erlan,,aku ambil ponselku menelfon kak erlan Nomornya masih gak aktif..
"aaaghhh !! Kak erlan" aku terduduk di jalanan
Hani mengangkat tubuhku,,aku gak tau rasanya belum rela di tinggalkan kak erlan begitu saja..
"kenapa dia datang kemari kalo cuman mau menyakiti perasaan aku saja" lirihku
silfi mengelus lembut punggungku,Hani terus memelukku,,aku menagis cukup lama hingga diriku sedikit tenang kamipun masuk kedalam taxi online..
sepanjang perjalanan aku terus menelfon kak erlan tapi tidak aktif,,ku banting ponselku,,ku rebahkan tubuhku menikmati perjalanan menuju apartemen..
dreet dreet dreet..
"ponsel kamu Nara"
"biarin,,palingan juga encus" terus menatap kaca jendela
Hani mengambil ponselku,,ia memberikan kepadaku,,
"dari kakak kamu Nara" lirih Hani
aku mengambil ponselku
"trimakasih Han" senyum kecut
Aku [ Hallo kak ]
Kak Jodi [ kamu di mana?? ]
Aku [ jalan pulang ]
__ADS_1
Kak Jodi [ oke, mamah udah sampai kita segera otw ]
Aku [ Hhaaaa ]
Kak Jodi [ iya, buruan nanti ketinggalan pesawat ]
Aku [ mendadak banget sii mamah ]
kak Jodi mematikan teleponnya,,aku semakin kesal saja,Hani dan silfi saling bertatapan tidak berani mengatakan apa apa padaku..
"Hani,.silfi aku baik sekarang" sedihku
"Hhaaaa?? sekarang banget??" seru Hani
"iya"
"yaudah besok kita juga balik kok"
"hati hati ya kalian di sini,,aku balik dulu??"
"oke ra, udah ya sedihnya" senyum hani
aku tersenyum kecut..
"aku yakin kak erlan balik ke Jakarta kok" Seru silfi
"iya,,daahh sampai jumpa di indo" ku buka pintu taxi mobil
ku lambaikan tanganku kearah mereka,,berlari memasuki apartemen di sana mamah, encus dan Rista udah siap mau pulang..
"ayo nak"
"kok mendadak sii mah??" manyunku
"gak usah banyak tanya,ayo ke bandara sekarang" seru mamah
"iya mah, daah kak Jodi aku pulang dulu ya kak?? jaga diri kakak baik baik love you kak" sedihku
"mah,papah mana kok gak ikut?? Rista kangen" tanya Rista
mamah tidak menjawabnya,ia membopong Rista,,aku menoleh ke encus baru aku sadari ternyata mamah sama encus habis nangis..
saat menatap mata kak Jodi juga ternyata dia juga abis nangis,,ini ada apa?? jangan jangan papah Kenapa kenapa?? kalo papah kenapa kenapa pasti kak Jodi ikut..
"Rista adek kakak" kak Jodi mengambil dari pelukan mamah
"ini ada apa sii??" bingungku
"gak tau kak mamah tadi datang langsung nangis, terus ngomong sama encus dan kak Jodi malah mereka berdua ikut Nangis" ucap Rista menjelaskan
papah menelfon mamah,,mamah nampak sangat serius,,
"ayo kak, ibu anterin ke Bandara" ucap mamah seirus
akupun tidak berani bertanya ada apa sebenarnya,,aku mengikuti mamah dari belakang,, sesampainya di lobby kita langsung masuk kedalam mobil..
kak Jodi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara,,mamah nambah dari tadi memeluk Rista mencium kening Rista..
encus dari tadi menahan air matanya supaya tidak menangis,, sesampainya di bandara kami langsung masuk kedalam pesawat setelah berpamitan dengan kak Jodi..
"encus gak papa??" lirihku
"gak papa non" bohong encus
"aku tau encus sedang berbohong"
"maaf non tapi encus gak boleh bilang sama non Nara"
__ADS_1
"lha kok??" aku sangat penasaran sekali
seperti mimpi saja tadi masih di London sekarang udah saja mau sampai Indonesia,, selamat Tinggal London,,di mana London menjadi saksi aku dan juga kak Kevin saling mengutarakan perasaan kita..
entah sudah berapa jam penerbangannya,,aku tertidur pulas sehingga tidak tau kalo pesawat sudah mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta..
"Nara bangun nak" ucap encus membangunanku
membuka mataku kulihat sekeliling ternyata sudah tidak ada penumpang mamahpun sudah tidak ada..
"loh ncus, mamah mana??"
"udah turun sana Rista, ayo non udah di tunggu mamah"
"oke ncus"
aku dan encus keluar dari pesawat,,kami berdua jalan menuju mobil mamah yang sudah menunggu kami..
"mana ncus mamah??" melihat sekeliling
"itu non di sana"
"ayo ncus"
aku dan encus langsung berjalan kearah mobil mamah,,mamah melambaikan tanganya..
"ayo nak kita pulang" senyum mamah
Rista tidur di pangkuan mamah,,
"Rista udah tidur mah??"
"udah nak baru saja"
"Oo"
mobil kami melaju dengan kecepatan tinggi,,sumpah seperti mimpi sudah berada di Indonesia lagi..
ku raih ponselku tidak Ada pesan dari kak erlan maupun kak Kevin,,aku menelfon kak erlan lagi dan lagi lagi Nomornya tidak aktif..
ingin aku teriak sekencang mungkin supaya orang orang tau aku sedang marah,, ku ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewa..
"Nara,,ibu lihat dari tadi banyak melamun??" tanya mamah
"gak kok mah,, perasaan mamah saja" senyumku
"pasti kamu sedang bohong" mamah menatapku penuh selidik
"gak lah mah"
"tapi mamah tetap gak percaya" mamah mengelus rambutku
tidak terasa sudah sampai rumah saja kamipun turun dari mobil,,mamah membangunkan Rista..
"udah sampai rumah mah??"
"udah" senyum mamah
kamipun masuk kedalam rumah aku dan Rista saling bergandengan tangan,,Rista jalan layaknya anak SD pada umumnya oleng kesana kemari..
Ceklek ..
"papah kami pulang" teriakku
Degh !!
aku melihat papah sedang bersama seseorang yang sangat asing bagiku,tapi dia sangat mirip dengan Rista..
__ADS_1
"papah" teriak Rista berlari menghampiri papah langsung memeluk papah yang sedang duduk di sofa
******