
"gak perlu kak, biar nanti saja" ucapku dengan rasa tak enak hati
"aaah kakak apa apaan siih,orang kak gantengnya aja mau kok, iya kan kak??"
"iya" kak kevin mengacak rambut Rista
"wleeekkk" Rista menjulurkan lidahnya
benar saja kak Kevin menuju ke kedai es cream Rista sangat bahagia sekali,
"nah, udah sampai ayok turun" seru kak kevin
"yey yey" Rista membuka pintu mobil
"kamu mau gak Nara??" tawarnya
"gak kak makasih"
"makan es cream satu gak bikin tubuh kamu gemuk lagi" sindirnya
"apa !! " menatap kak kevin
kak kevin senyum miring membuka pintu mobil, akupun membuka pintu mobil berjalan menghampiri Rista yang sudah dari tadi duduk di bangku kedai..
"Nah itu mas, kakak saya yang cantik ini" memelukku
"Oo iya, sangat cantik boleh dong mas kenalan sama kakak kamu" ucap mas mas kedai
"gak bisa mas, nah itu ada pacarnya kak Kevin namanya" ucap rista menatap kak Kevin
Dasar bocil suka ngarang kalo ngomong, tapi di amnin saja siapa tau omonganya Rista dari kenyataan ya untuk menjadi nyata itu hanya 1%..
"ada apa??" tanya Kevin duduk di sebelah Rista
"ini kak ada yang mau kenalan sama kak Nara, ya gak boleh kan kak Kevin pacarnya kak Nara, iya kak kak??" meringis Rista
"iya" senyum kak kevin
ku bulatkan Mataku menatap kak kevin, dia bilang iya dasar cowok sukanya cuman bohong..
"yeah, gak jadi dong mas kenalan sama mbaknya" senyum melihatku
es cream pesanan datang, mas mas kedai menatapku dari tadi aku jadi merasa tidak nyaman..
"mas bisa gak jangan menatap pacara saya jangan seperti itu" ketus kak kevin
"maaf mas, habisan sangat cantik dan manis gak bosen aku melihatnya" jujurnya
"ritsa kita makan di mobil"
"tapi kak" manyun Rista
kak kevin berdiri dari duduknya, ia membayar es cream aku mengandeng tangan Rista menuju mobil..
ketika di dalam mobil ritsa senyam senyum melihatku dan juga kak kevin,
"kenapa Rista??" ucapku dan juga ucap kak kevin
"ciyeeee, barengan" ledek Rista
"Rista" kesalku
"udahlah kak, bilang aja kalian itu saling mencintai" hahhaha
"nak kecil suka benar kalo ngomong" ucap kak kevin yang membuatku sangat ge'er sekali
tunggu dulu Nara jangan di anggap serius omonganya kak kevin, bisa aja dia bilang cuman untuk nyenengin hati Rista..
kamipun sampai di rumahku, Rista masih enggan keluar dari mobil..
"Rista ayok pulang" ucapku
"gak mau"
"loh kok gak mau??" ucapku mengambil tas
"rista pulang dulu, besok main lagi sama kakak, oke" seru kak kevin
"yey, asyik besok kan Minggu ya kak kita joging bareng ya??"
"oke siap, kita bertemu di alun alun kota"
__ADS_1
"syiap laksanakan" girang Rista
Rista keluar dari mobil,
"kak kevin trimakasih ya kak" senyumku
"Sama sama" senyum kak kevin
aku membuka pintu mobil turun dari mobil, berdiri di samping mobil, kak kevin melajukan mobilnya aku dan Rista melambaikan tangan kami berdua..
"Rista jangan bilang ke mamah sama papah, kalo sampe ember Kakak gak akan ngajak kamu besok" ancamku
"siap kak"
aku dan Rista saling bergandengan tangan masuk kedalam rumah, bibik sedang membersikan bunga bunga mamah yang sudah terlihat layu untuk di buang..
"wiih, sore amat non pulangnya" tanya bibik
"iya bik, tadi mobil Taxinya agak susah" bohongku
"Oo, bibik udah nyiapin makan siang tapi ya itu udah dingin" Hehehhe
"maaf bik" senyumku
Rista udah duluan masuk kedalam rumah, aku duduk terlebih dahulu di kursi teras masih terngiang ngiang Omongan kak kevin tadi..
"idih, sii non senyum senyum gitu lagi kasmaran ya non" tanya bibik menatapku
"enggak kok bik"
"gak bisa di bohongin bibik non"
"bibik ih" berdiri dari duduknya masuk kedalam rumah
aku tak tau apa yang ku rasakan setiap dirimu melihatku, detak jantungku berdetak tak menentu sepertinya aku tak ingin berlalu..
"ciyeee kakak lagi nyanyii lagu cinta" hahhahaha
"sok tau"
"lha emang aku tau"
"aaagghhh punya adek gini amat" kesalku
"Rista ih" kesalku
rista berlari menuju ruang makan di temani encus, encus berangkat siang karena habis demam semalaman..
Menaiki tangga menuju kamar, sudah ingin sekali merebahkan tubuhku,
dreet dreet dreet ..
yaelah belum juga rebahan aja yang menelfonku, segera aku mengangkatnya
Aku [ Hallo ]
Hani [ Hallo Ra, gimana tadi pulang bareng kak Kevin?? ]
Aku [ eeemm, kasih tau gak ya?? ]
Hani [ Nara ih ]
Aku [ pokoknya menyenangkan]
Hani [ uhuy, tuh kan apa yang aku bilang ]
Aku [ hehehhe, iya ]
Hani [ senin depan udah tes akhir semester aja ya?? ]
Aku [ iya, kita naik kelas ]
Hani [ betyul ]
Aku [ yeah, satu tahun lagi kak Kevin lulus dong ]
Hani [ Yoi ]
Aku [ sedih ]
Hani [ kan ada waktu satu tahun ra, untuk mengungkapkan perasaan kamu ]
__ADS_1
Aku [ iya siih, tapi aku gak mau yang bilang duluan ]
Hani [ ya iyalah, jual mahal dikit ]
Aku [ hahahhaha, jual mahal juga boleh ]
Hani [ terserah kamu aja deh ]
Aku [ dah dulu ya?? aku mau mandi ]
Hani [ oke siap ]
panggilan teleponpun berakhir ku taruh ponselku di atas meja, mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi..
setalah mandi memakai pakaian andalanku kaos oblong dan celana pendek meskipun lemak pada tubuhku tinggal sedikit tapi aku Nyaman memakai kaos oblong dan celana pendek..
tok tok tok ..
"siapa??"
"bibik non"
"masuk bik, gak di kunci"
ceklek ..
"non anterin bibik ke supermarket"
"aku??"
"iya non, siapa lagi??"
"okeoke, aku pake celana panjang dulu" ucapku
"oke, bibik siap siap dulu"
"iya"
bibik keluar dari kamarku, padahal capek tapi kasian bibik kalo aku menolaknya, yeah pak Bejo sii jadi aku kan yang nganterin bibik..
setelah memakai celana panjang aku bergegas menuruni tangga berjalan kearah garasi mobil..
Rista kemana kok sepi amat??
"Rista !! " panggilanku
tidak ada jawaban dari Rista
"encusss" teriakku lagi
tetap aja gak ada jawaban,
"encus sama Rista main ke rumah sebelah non" seru bibik
"oo iya bik, ayok bik berangkat"
aku masuk kedalam mobil, di susul bibik segera aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang gak berani kecepatan tinggi..
sesampainya di supermarket ku parkirkan mobil terlebih dahulu,
"non ikut masuk kan??"
"boleh lah, dari pada gabut"
"ayok non"
ku matikan mesin mobilku, keluar dari mobil berjalan di dekat bibik baru kali ini aku jalan berdua bersama bibik..
"nyonya Hapsari" sapa bibik
"eh ada bibik" ucapnya
"nyonya sama siapa??"
"sendirian, eh ini siapa cantik, putih, tunggi lagi" pujinya
"gak kenal nyonya ini anak siapa??"
"Gak, tunggu tunggu kok mirip Nara gendut itu ya??" melihatku dari ujung kaki hingga ujung kepala
"iya Tante aku Nara yang gemuk" senyumku
__ADS_1
******