
"selamat pagi anak anak" seru pak guru
"Selamat pagi juga pak" kompak semua murid
"udah siap ulangan??"
"sipa pak"
pak guru memberikan kertas ulangan kesetiap murid, saat tepat di sampingku pak Dudung memandangku..
"ada apa pak??" lirihku
"menurut bapak ada yang berbeda dari kamu..tapi apa ya??"
"gak ada yang berbeda pak, masih gendut kek gajah bengkak" seru silfi teman sekelas yang sangat julit kepadaku .
"hahahhaha" mereka tertawa
hatiku sangat marah, ingin rasanya badanku cepat kecil supaya mereka diam tidak bisa lagi mengejekku..
"diam semuanya" bentak pak Dudung
semua terdiam tidak lagi ada yang berani berbicara, aku mulai fokus mengerjakan ini sangat mudah..
setelah mengerjakan dan di rasa sudah benar semua jawabnya, berdiri dari dudukku melangkahkan kakiku memberikan kertas ulanganku ke pak guru..
Adit melirik kearahku tapi aku tetap membuang mukaku, aneh saja sama Adit kutu kupret dari tadi pagi melihatku sangat aneh..
teng teng teng ..
waktunya jam istirahat semua keluar dari kelas, aku masih duduk enggan untuk pergi ke kantin, biasanya aku yang paling heboh kalo udah dengar bell istirahat..
"ayookk Nara" seru Hani
"gak Han, aku membawa bekal dari rumah" mengeluarkan bekalku
"coba lihat apa isinya??" kepo Hani
aku membuka bekal yang udah di siapkan oleh bibik,
"wiiihh, vegetarian" muka julit Hani
"hehehehe, ayo kalo mau ke kantin aku antar tapi aku gak pesan makanan"
"wiih, okelah"
aku dan Hani jalan menuju kantin, berpapasan dengan Veronika, ia menatapku dari atas sampai bawah..
"ada apa??" ketusku
"ada yang beda dari kamu tapi apa ya??"
"tenang saja aku masih gajah bengkak, gak mungkin menjadi putri cantik" sindirku
"ngaku juga kamu"
"dan kamu masih menjadi Monster betina" hahhahha
Hani menahan tawanya, melihat wajah Veronika, aku menyeret lengan hani menjauhi monster betina yang siap menerkam mangsanya..
"tunggu Nara, kata mereka ada benarnya loh emang ada yang beda dari kamu tapi entah apa??"
"udahlah gak usah di bahas, ayo makan" ucapku
kamipun duduk di meja makan kantin Hani memesan beberapa makanan kesukaanku, sial Hani kenapa memesan makanan kesukaanku, ia pasti sengaja..
"gak pengen kamu Nara??"
__ADS_1
"ingin siih, tapi tidak aku harus konsisten diet diet dan diet, kudu dan harus bersabar melihat kuah bakso lava yang sangat menggiurkan"
"Hahahaha, kasian banget kamu Nara"
"udah hayok berangkat, eh makan" seruku
aku mulai gagal fokus menlihat Hani memakan bakso kuah Lavanya, harap bersabar ini ujian orang diet..
"eemm, Nara kamu gak sakit perut biasanya makan banyak sekarang di batasii??"
"hari pertama menahan lapar itu sangat menyakitkan, tapi berjalannya waktu perutku sudah baik baik saja"
"dan sekarang??"
"baik baik saja, bahkan aku kalo udah lewat jam lima sore gak makan apa apa"
"diet menyakitkan ya Bun"
"iya bund" kamipun saling tertawa
setelah selesai makan kami berjalan melewati lapangan basket, terlihat jelas kak erlan sangat lihay memainkan bola basketnya..
"aaaa kak erlan terlalu keren gak sii Nara??"
"iya" senyumku kearah kak erlan
kak erlan menghentikan memainkan bola basketnya berjalan kearahku, memberikan bola basket kearahku..
"apa kamu mau bertanding denganku??" seru Kak erlan
"mana bisa aku kak??" jawabku
"aku mau kak" seru Hani penuh semangat
kak erlan hanya tersenyum kearah Hani, tidak menjawabnya ia menyeret Paksa aku..
"kenapa harus malu"
"aku kan gendut kek gajah bengkak, sedangkan kak erlan tampan"
"iya aku emang tampan, emannya orang tampan sepertiku salah ya bermain denganmu"
"gak siih kak,aku yang minder "
"gak usah minder, kamu cantik dengan caramu sendiri" senyum kak erlan
dia mengatakan aku cantik dengan caraku sendiri?? kak erlan lagi mengigau atau matanya lasi snewer??
"buruan Nara kawan kak erlan" teriak Hani
aku melihat kearah Hani, banyak murid yang melihatku mereka membulatkan mata mereka, ada juga yang mengepalkan tangannya, semua gak suka aku bersama kak erlan..
"berikan bola itu kepadaku Nara??" ucap kak erlan
"Oke"
kak erlan mengajariku cara memainkan bola basket, ternyata sangat menyenangkan kak erlan begitu tampan saat memainkannya..
"gak ngajak ngajak bro" ketus kak Kevin mengambil bola yang sedang aku mainkan
"ayok !! kita main bertiga" usul kak erlan
kak Kevin menatapku, tatapan itu selalu membuatku seperti tersengat listrik, jantung tak aman, ada apa dengan diriku??
"ayo kak main bersama" lirihku malu malu
"gak, nanti kamu cidera" jawab kak Kevin dengan begitu Dinginya
__ADS_1
"Haaa?? cidera?? gak akan kak" ucapku
"minggir kamu lihat saja, gak usah main bersama kami" ketus kak Kevin
"jangan ketus ketus kev, kasian anak orang tuh takut sama wajah dinginmu" hahahha
kak Kevin tidak tertawa, apalagi tersenyum mereka adu visual kegantengan dan juga kelihay'an mereka..
aku berjalan kearah Hani, murid murid rame berdatangan mereka teriak histeris, hanipun juga teriak gak jelas..
"Han, gak usah lebay gitu ih" kesalku
"gpp Nara, aku suka gemes lihat cowok cakep main basket kek gini apalagi ini dua sekaligus"
menarik nafasku memutar kedua mataku, bel masuk berbunyi aku dan Hani segera masuk kedalam kelas..
pelajaranpun di mulai semua nampak serius, aku malah memikirkan wajah kak Kevin tadi saat berbicara kepadaku, bibirnya sangat lucu dan mengemaskan..
kenapa bisa ada cowok tampan sekali kek kak Kevin, makan apa ya dia?? bisa setampan itu..
"Nara" seru Bu guru
"eh iya bu" terbangun lari lamunanku
"jangan melamun di saat jam pelajaran"
"ba-baik buk"
ku gelengkan kepalaku berkali kali, supaya tidak memikirkan kak kevin, Hani melemparkan kertas untukku..
[ kami lagi memikirkan kak erlan ]
menatap kearah Hani, menautkan alisku wajah Hani sangat menjengkelkan, tak terasa jam pelajaran selesai semua murid keluar dari kelasnya masing masing..
keluar dari gerbang sekolah pak Bejo sudah menjemputku, bergegas aku masuk kedalam mobil..
sesampainya di rumah aku langsung mengganti pakeanku dengan memakai pakaian gym tadi yang tertutup tidak terlalu terbuka.. .
"kak Nara mau kemana??" kepo Rista
"Kakak mau olahraga sama teman Kaka"
"Rista ikut ya kak??" rengek Rista
"eee, mana boleh"
"please"
"besok kalo kamu udah besar"
"yeah kaka" manyun Rista
"nih Kaka kasih uang, beli es cream sana sama bibik"
"yey, makasih ya kak" girang Rista
Rista berlari kearah dapur, mengambil kunci mobil melangkahkan kakiku menuju depan rumah..
"non beneran mau nyetir sendiri??" ucap pak sopir
"iya dong pak, pake mobil yang kecil kok"
"iya iya"
masuk kedalam garasi mobil membuka pintu mobil yang papah berikan untukku waktu aku ulang tahun kemarin, meskipun mobil Honda jazz tetap aku syukuri..
******
__ADS_1