
"kamu kenapa sii yang?? aneh banget akhir akhir ini"
huek huek huek ..
"kak fatim, mending jangan dekat dekat sama kakak" ucapku
huek huek huek..
kak Fatimah berlari musuk kedalam rumah, ia langsung ke kamarnya kak Jodi panik akupun ikut panik takut kak Fatimah sakit..
"kak, istri kakak kenapa?? apa jangan jangan kakak ada main sama mantan kakak sampe kak fatimah mual setiap berdekatan sama kakak"
"iya gak lah, amit amit"
tok tok tok ..
"kak, gak papa kan??" tanyaku
"iya gak papa kok, suruh kakak kamu menjauh dek"
"baik kak"
kak Jodi sangat sedih, aku jadi kasian lihatnya padahal kak Jodi gak pernah aneh aneh kalo di luar..
ceklek ..
kak fatimah keluar, kak Jodi berdiri di dekat pintu,
"mas maafkan saya" sedih kak fatimah
"iya gak papa" senyum manis kak Jodi
"saya gak tau kalo dekat sama mas Jodi bawaannya mual"
"iya gak papa" lesu kak Jodi
aku menatap keduanya, rasanya tersiksa suami istri tapi kaya orang lain,tapi lucu juga sii dengan kak fatimah..
"yaudah kalo kak Fatimah gak papa aku ke kamar dulu ya" ucapku
"iya"
aku berjalan menaiki tangga, sesampainya di depan kamar ponselku berbunyi saat aku melihat panggilan dari kak Kevin..
Ceklek ..
kubuka pintu kamarku,, ponselku terus berbunyi segera aku mengangkatnya takutnya penting..
Kak Kevin [ Hallo Nara ]
Aku [ iya ]
Kak Kevin [ bisakah kita bertemu sebelum aku tunangan ]
Aku [ gak bisa ]
Kak Kevin [ aku mohon ]
Aku [ untuk apa kak?? aku gak mau terluka lebih dalam lagi ]
air mataku menetes, hatiku sakit mendengar suara indah kak Kevin yang sebentar lagi mempunyai ikatan dengan perempuan lain bukan denganku..
Kak Kevin [ baiklah ,]
aku sama kak Kevin terdiam aku hanya bisa menangis membasuh air mataku,,
Kak Kevin [ jangan menangis Nara ]
Aku [ Sok tau ]
Kak Kevin [ ya emang aku tau ]
Aku [ kamu yang membuatku menangis seperti ini ]
Kak Kevin [ aku tau itu ]
__ADS_1
Aku [ tolong Jangan hubungi aku lagi ]
Kak Kevin [ iya Nara ini telfon terakhirku,, trimakasih untuk semuanya,,aku tidak akan pernah bisa melupakan kamu Nara,, selamat tinggal cinta pertama dan terakhirku ]
kak Kevin mematikan teleponnya aku menagis sejadi jadinya ponselku aku buang ke sembarang arah..
"aaagghhhh aku benci semua ini !! " teriakku
memukul bantal berkali kali, aku berlari untuk mengunci pintu kamar,,malam ini aku tidak ingin di ganggu siapapun..
membuang semua kenanganku bersama kak Kevin ke tempat sampah, pokoknya semua yang berkaitan dengan kak Kevin aku buang ke tempat sampah..
keesokan harinya aku terbangun dari tidurku,,hari Minggu yang sangat tidak mood bagiku..
Ting ..
Hani [ udah bangun belum?? ]
Aku [ udah ]
Hani [ jalan yuk?? weekend nih ]
Aku [ gak mau ]
Hani [ galau lagi?? ]
Aku [ iya, ternyata melepaskan orang tercinta itu gak segampang yang di fikirkan]
Hani [ yaaahh, Jangan sedih,,aku ke rumah kamu ya?? ]
Aku [ gak perlu Han, aku lagi mau sendiri menenangkan diri ]
Hani [ atau mau aku belikan ramen?? ]
Aku [ gak Han, makasih ]
Hani [ Nara ]
Aku [ jangan terlalu fikirkan aku Han ]
Aku [ iya Han, meskipun aku juga gak yakin akan hall itu ]
ku matikan Panggilan dari Hani,,merebahkan kembali tubuhku tidak mood Ngapain ngapain ingin tiduran tidak mau beraktivitas..
tok tok tok..
"apa !! "
"sarapan non"
"iya"
perutku sudah sangat lapar,ku kibaskan slimutku cuci muka dan gosok gigi lagi gak mood untuk mandi..
ceklek ..
menuruni tangga menuju ruang makan,sarapan sudah siap aku duduk di samping mamah..
"kamu abis nangis??" tanya mamah
"gak mah"
"kok bengkak gitu matanya"
"oh ini, liat drama melow jadi ikutan melow" bohongku
"ada ada aja kamu Nara" senyum papah
aku hanya tersenyum menanggapi omongan papah,,kak Jodi mengambilkan roti untuk kak Fatimah yang sangat lemas,,
"kamu kenapa nak?? masih muntah??" tanya mamah
"masih mah" jawab kak fatim
"iya mah, tadi malam gak tidur Fatimah kasihan dia"
__ADS_1
"coba ke dokter mamah takut masuk angin kamu tambah parah"
"iya mah"
ku ambil roti lalu memakannya,,belum juga kuenya di makan kak fatimah udah memuntahkan isi perutnya..
huek huek huek ..
"periksa sekarang aja jod, sepertinya Fatimah parah" ujar mamah
"iya jod kasihan istri kamu" timpal papah
"i-iya, ayo sayang kita periksa"
kak Jodi berdiri dari duduknya ia menghampiri kak fatimah,,kak fatimah mau jatuh dengan cekatan kak Jodi menangkap fatimah..
"Yaallah Fatimah" panik mamah
"Jodi Jangan diam saja, bawa istri kamu ke rumah sakit" papah ikut panik
aku pun sangat panik apalagi wajah kak fatim sangat pucat,aku berlari mencari mobil kak Jodi memberikan ke papah..
"ini pah"
"mah ambilkan dompet papah kita ke rumah sakit sekarang"
"siapa yang bawa mobil pah?? sopir kita kan libur" tanya mamah
"papah,udah mah buruan kasian Ima"
"Biak pah"
yang begitu mamah sama papah sangat baik hati kepada siapapun,aku sangat beruntung mempunyai orang tua seperti mereka..
mamah dan papah kalo panggil kak fatimah dengan sebutan Ima, kalo aku kak fatim dan mereka sangat menyayangi Fatimah..
kamipun masuk kedalam mobil, kak fatimah masih pingsan,aku sangat khawatir apalagi gak Jodi..
"bangun sayang bangun" cemas kak Jodi
kak Jodi menangis, so sweet banget sii kak aku ini,,udah tampan setia sangat sayang kepada istrinya, aaa aku jadi mengiri baru kali ini aku melihat kak Jodi nangis..
"Jodi !! " sentak papah
"i-iya pah"
"tau istri kamu gak tidur semalaman karena masuk angin kenapa gak langsung di bawa ke dokter??" geram papah
"gatim gak mau pah"
"udah pah udah, kasian Jodi" ucap mamah menenangkan papah
aaaa semua sangat so sweet apalagi mamah ke papah, papah ke mamah bikin aku ingin mewek aja..
sedangkan aku?? di Tunggal pas lagi sayang sayange itu sungguh sangat menyakitkan,, sesampainya di rumah sakit ka fatim langsung di bawa ke ugd..
kami sekeluarga menunggu di depan ruang ugd, tak berselang lama dokter datang dengan senyuman yang mengembang di bibirnya..
"dokter gimana dengan keadaan istri saya??" tanya kak Jodi
"iya dokter gimana keadaan menantu saya" sambung mamah
"silahkan masuk dulu pak Bu" ramah dokter
"baik dok"
kami masuk kedalam ugd, kak Fatimah udah bangun namun masih lesu ia tersenyum kearah kami..
"bapak ibu,Jangan khawatir Fatimah baik baik saja"
"maksud dokter??" tanya kak Jodi bingung
"selamat pak Jodi anda sebentar lagi jadi seorang ayah,,dan Selamat bapak ibu sebentar lagi kalian punya cucu"
semua nampak sangat bahagia mendengar perkataan dokter,apalagi aku, akhirnya aku ada temannya lagi..
__ADS_1
******