Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 74


__ADS_3

satu tahun kemudian..


lima bulan sudah aku masuk kuliah,,sejauh ini hubungan aku dan kak Kevin berjalan sangat baik, aku dan kak Kevin saling mengerti satu sama lain,, pertengkaran juga jarang..


"hayooo melamunin siapa hayoo" Hani mengagetkanku


"Hani, kamu tu ya" kesalku mengusap wajah Hani


"hehehe, abis melamun aja" senyum Hani


"eh ra, besok kita nonton yuk?? ada film horor bagus loh" ucap Hani


"oke deh, la silfi mana??"


"lagi mojok sama pacarnya" hahaha


"idih"


karena udah selesai kelas, Hani dan aku duduk santai di halaman kampus,, menikmati keindahan langit di siang hari..


"kak Kevin gak jemput kamu??" tanya Hani


"gak,katanya lagi sibuk sama usaha bapaknya"


"serius nih, kak Kevin kerja di kantor bokapnya"


"katanya sii gitu, nerusin bokpanya"


"mau pensiun kali??"


"iya, kata kak Kevin nyokap bokapnya mau menikmati masa tuanya dengan tabungan mereka"


"waah, senang jadi kamu?? pengen aku"


"seneng kek gimana??"


"iya lah, kak Kevin itu paket kumplit udah mapan, kaya raya, ganteng banget, penyayang dan paling bikin iri dia itu setia" seyum Hani


"alhamdulilah, kenapa kamu gak gendut dulu?? hahahaha


"hahahaha, iya juga ya paling enggak kan aku bisa memiliki kak erlan" hahahaha


Degh !!


"ia kak erlan, apa kabar dengan kamu kak,,jujur sulit untuk bisa melupakan kamu dari kenangan sebagai seorang sahabat, aku jadi pengen waktu berputar kembali di saat aku sedang bersamamu" batinku menatap langit yang begitu cerah


"kira kira sekolah kaya gimana ya wajah tampan kak erlan??" Hani menatapku


"mana aku tau"


"kok bisa ya Ampe sosial medianya gak on lagi"


"iya ya" seruku


ku usap kalung pemberian kak erlan,,dari arah kejauhan silfi berlari kearahku dan juga Hani ia tersenyum..


"itu anak kenapa??" tanya Hani kepadaku tapi tatapannya kedepan


"gak tau,mungkin dia abis di belikan apa gitu sama pacarnya"


"mungkin sii"


silfi duduk di tengah aku dan Hani,,dia mengipas Kedua tangannya kewajah,,


"kamu kenapa??" Hani penasaran


"pacarku membelikan ini untukku" silfi menunjukkan sepatu mewahnya


"wiiih, sepatu mehong"


"ia dong"


"kita balik yuk, aku mau nyalon sama mamah" ucapku


"ayok" jawab Hani


"yaelah, belum juga ngegosip udah mau pulang aja" manyun silfi

__ADS_1


"ngosip sana Sama Mpok Lela" hahahaha ledekku dan hani


"ih kalian tuh ya" kesal silfi


"larii, singa galak" seruku


aku dan Hani berlari menuju mobil kita masing masing,,akupun masuk kedalam mobil..


drret dreet dreet..


baru saja aku masuk mobil, mamah menelfonku..


Aku [ Hallo mah ]


Mamah [ jadi kan nak?? ]


Aku [ iya jadi ]


Mamah [ oke, mamah pulang sekarang]


Aku [ oke mah ]


akupun menutup mengegas mobil, melakukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota..


saat melintas pinggir jalan dekat pabrik aku melihat banyak jajanan pinggir jalan yang begitu menggiurkan..


ku parkirkan mobilku di pinggir jalan,mematikan mesin mobilku aku keluar dari mobil..


"ini sangat menggiurkan, nyam nyam" gumamku


akupun membeli semua jajanan yang ada di sana,saat aku berjalan kearah mobilku sekilas aku melihat seseorang yang tak asing bagiku menutup kaca jendela mobilnya..


"kak erlan?? sadar dong Nara kak erlan itu gak mungkin di sini, ngapain coba??" ku gelengkan kepalaku


pasti kalo aku jalan seperti ini udah kaya artis saja, jadi pusat perhatian mereka yang melihaku,, sungguh aku malu..


dreet dreet dreet ..


Kak Kevin menelfonku,


Aku [ Hallo kak nanti dulu ya aku mau masuk ke mobil ]


Aku [ sekarang?? ]


Kak Kevin [ iya ]


Aku [ tapi kak, aku udah ada janji sama mamah mau ke salon bareng ]


tidak ada Suara kak Kevin di sebrang sana, tapi panggilan masih tersambung,


Aku [ Hallo kak,, kak Kevin?? ]


Kak Kevin [ bisakah besok aja ke salonnya?? ]


Aku [ penting banget ya kak?? ]


Kak Kevin [ iya ]


Aku [ oke, kakak sekarang di mana?? ]


Kak Kevin [ aku sharlok alamatnya ]


Aku [ oke kak ]


kak Kevin memutuskan panggilan teleponnya,,akupun masuk kedalam mobil mengambil make up natural dulu sebelum bertemu dengan orang tersayang..


"Cantik" gumamku


Ting ..


notifikasi pesan masuk kubuka pesan dari kak Kevin,, alamat aku tau dan tak jauh juga dari sini..


akupun melajukan mobil sambil menelfon mamah,,


Aku [ Hallo mah ]


Mamah [ iya nak ]

__ADS_1


Aku [ maaf ya mah gak jadi nyalonnya, sama kak Fatimah aja gak papa kan mah?? ]


semenjak encus dan kak Jodi menikah,,encus tinggal serumah denganku,,kata mamah gak boleh beli rumah sendiri biar rame,kak Jodi juga udah wisuda ia mengantikkan papah di kantor..


sedangkan papah sama mamah fokus ke usaha mereka untuk mengembangkan kuliner yang sekarang di jalani mamah sama papah,sudah semakin berkembang di luar kota..


Mamah [ kenapa gak jadi?? Fatimah lagi sibuk di butik ]


Aku [ tugas kampus mah, sangat menunpuk ]


Mamah [ yaudah, besok lagi aja nunggu kamu,,mamah mau istirahat di rumah saja ]


Aku [ oke mah ]


Mamah [ Jangan pulang malam malam ]


Aku [ siap, maaf ya mah ]


Mamah [ iya gak papa ]


mamah mematikan teleponnya,,aku fokus kembali menyetir hingga akhirnya sudah sampai cafe yang di maksud kak Kevin..


sesampainya di sana rupikan pakianku dan rambutku, ku ambil ponselku menelfon kak Kevin..


Aku [ Hallo kak ]


Kak Kevin [ Hallo ]


Aku [ aku sudah sampai, kak Kevin ada di meja no berapa?? ]


Kak Kevin [ meja nomor enam di lantai satu dekat kolam renang]


Aku [ oke ]


ku matikan teleponku, kubuka pintu mobil bergegas masuk kedalam cafe langsung menuju meja nomor enam..


"Hay kak" sapaku


"Nara, cantik sekali kamu hari ini" puji kak Kevin


"gak juga kak, b aja" senyumku


"duduk"


"iya trimakasih" aku duduk di kursi yang sudah di sediakan


kak Kevin berdiri dari duduknya,,ia duduk kembali seperti tidak tenang,ada sesuatu yang di fikirkan..


"kak Kevin kenapa??"


"gak papa" senyum kecut


"aneh?? gak biasanya kak kevin gak nyaman seperti ini" batinku


tak berselang lama,ada perempuan memakai pakian ala kantor mendekati kak Kevin dan juga aku..


perempuan itu terlihat sangat anggun,berbeda sekali denganku kak Kevin semakin tidak tenang ia duduk kembali..


dan anehnya perempua itu duduk di sebelah kak Kevin,menatap kak Kevin begitu dalamnya..


"siapa perempun itu kak?? sekretaris kakak ya??" tanyaku penasaran


"bukan Nara"


"teman kakak??"


"bukan juga Nara"


"eeeemmmm, klien??"


"tidak, di-diaaaa ...


perempuan itu mengelus lembut punggung kak Kevin,buatku cemburu saja aku saja yang pacarannya gak pernah mengelus punggung kak Kevin..


"dia siapa kak?? seperti kalian sudah saling kenal,,apalagi mbaknya udah Berani menyentuh kamu" senyum sinisku


"dia calon istriku nara"

__ADS_1


********


__ADS_2