Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 82


__ADS_3

Kevin menjulurkan tangannya,


"kevin" ucapnya


"Nara" ucapku


Netra kami saling bertatapan sungguh hatiku sangat sakit sekali, seseorang yang dulu ada untukku sekarang menjadi orang lain ini sungguh menyakitkan..


vinka datang dengan mamah,mereka agak syok melihatku apalagi mamah kevin dia syok dan juga bingung..


"loh, pak Rendra??"


"iya bu, apa kabar"


"alhamdulilah baik, mana Bu Laras??" tanyanya


"itu di sana lagi nemenin mantu kami"


"Oo iya iya" menganggukan kepalanya


"ini mah putrinya pak Rendra" papah Kevin menepuk pundakku


"Oo jadi ini.." kata katanya berhenti mungkin lagi mengingatku


kevin memegang tangan mamahnya,


"mari saya duluan, ayo Nara"


"biak pah"


Aku dan papah berlalu meninggalkan mereka,, ternyata papah begitu kenal dengan keluarga kak Kevin,.tau gitu dulu aku kenalkan kak Kevin kalo dia pacarku mungkin semua ini gak akan terjadi..


Yasudahlah semua sudah berakhir, tidak ada yang perlu di sesali,,biarkan kak Kevin hidup dengan pilihannya sendiri..


"lain kali kalo bangun tidur maupun hari Minggu atau tidak langsung mandi,malu kan siang siang gini masih pake piama" seru mamah


"iya mah iya" kesalku


Aku menatap keluar kaca jendela mobil, jodoh memang rahasia Allah dan aku dengar percaya itu..


Ting ..


Hani [ p ]


Aku [ apa ih ]


Hani [ galak amat ]


Aku [ lagi gak mood ]


Hani [ mantai mau?? ]


Aku [ malas ,]


Hani [ bucin amat, move on dong ra ]


Aku ,[ tak segampang itu ]


Hani [ heleh ]


Aku taruh ponselku di tas, kami mampir di sebuah minimarket untuk membeli keperluan kak fatim..


"Nara kamu mau turun??" tawar mamah


"gak, mau di sini aja sama kak fatim sama papah"


"oke, ayo jod"


Jodi dan mamah keluar dari mobil, papah memainkan ponselnya sedangkan kak Fatim tertidur..


"Nara, kalo ada waktu main ke kantor papah"


"untuk apa pah??"


"kamu gantikan posisi papah"


"belum nyantel pah otakku kalo ngurus perusahaan, emang papah mau ngapain??"


"papah mau bisnis lainnya"

__ADS_1


"yaampun pah, Ngapain banyak banyak bisnisnya" ucapku


"satu perusahaan untuk kamu, yang satunya untuk kamu Nara"


"tapi pah, Nara masih terlalu kecil"


"yakan belajar dulu"


"kalo Nara udah selesai kuliahnya pah" cengirku


Papah mengusap lembut rambutku,,aku memeluk papah dari samping..


"makasih ya pah, papah udah bekerja keras sejauh ini untuk keluarga"


"iya nak, papah gak mau sampai anak anak papah gak sukses"


"iya pah"


tak berselang lama mamah dan kak Jodi masuk kedalam mobil, mamah memberikan aku ice cream, tau aja mamah kalo moodku lagi gak baik baik saja..


sesampainya dirumah rumah aku langsung ke kamar untuk mandi, sehabis mandi aku turun kebawah..


"non Nara ada Hani sama silfi" seru bibik


"di mana??" tanyaku


"di luar"


"oke bik, makasih"


Aku berjalan menuju ruang tamu, membuka pintu utama..


Ceklek..


"Hay Nara sunarot" ejek Hani


"Nara sunarot apa itu??" tanyaku


"lha kamu itu" Hahahha


"kok??"


"kalian ih" senyum Nara


Aku,Hani dan juga silfi Duduk di halaman rumah,,mereka membuka jajanan pinggir jalan yang begitu menggiurkan..


"waktunya makan" semangat Hani


"ingat diet" wajah julit silfi


"tenang itu hanya masa lalu aku saya" ucapku


"wiiih"


kita pun makan bersama, sambil melihat film terbaru Hani sengaja membawa laptop dari rumah, mereka sengaja menghiburku..


aku sedikit bisa melupakan kak Kevin,aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Hani dan juga silfi mereka sangat mengerti aku..


"habis ini gimana kalo kita ngemall??" semangat Hani


"gak mau !!" sedihku


"iya deh iya di rumah saja"


Kitapun menghabiskan waktu di rumah, berenang, gym, dan juga membuat cilok ala ala kita bertiga..


"Nara kita pulang dulu yes"


"oke, trimakasih untuk hari ini dari pagi sampe malam seperti ini"


"iya sama sama, udah ya galau galaunya" meringis Hani


"iya"


"ingat lupakan yang sudah tidak jadi milikmu Nara" silfi kembali mengingatkan aku


"oke siap"


Kedua temanku pulang,akupun masuk kedalam duduk di sofa ruang televisi bersama kak fatim..

__ADS_1


papah sama mamah emang sengaja tidak memasang televisi di kamar masing masing supaya kalo malam bisa berkumpul melihat acara televisi..


Meskipun sibuk dengan ponselnya masing masing tapi setidaknya bisa berkumpul dan saling tukar cerita..


Ting ..


notifiksi pesan masuk,


Branden [ save branden ]


branden anak baru itu??


Aku [ oke ]


ku memainkannya ponselku lagi, menghapus fotoku saat bersama kak Kevin,semua ini hanyalah tinggal kenangan..


"Dek, kak Fatim mau ngegrab nasi Padang kamu mau gak dek??" tawar kak Fatim


"gak kak, takut gendut lagi" senyumku


"okelah"


mengusap foto kak Kevin yang sangat tampan, masih gak rela aja dia milik orang lain..


mataku sudah sangat ngantuk,lagian besok masuk pagi aku harus segera tidur, melupakan sejenak tentang kak Kevin..


hari Senin yang begitu cerah, ku kibas selimutku duduk di atas kasur sambil mengumpulkan nyawaku..


Tok tok tok ..


"non Nara, udah pagii"


"iya bik, aku udah bangun" jawabku


"oke"


Bergegas untuk mandi, sesudah mandi aku siap siap untuk ngampus,sarapan bersama keluarga..


"Nara besok kamu temenin mamah ke pertunangan anak klien papah yang kemarin bertemu"


uhuk uhuk uhuk..


Aku tersedak mendengar perkataan papah,


"apa pah?? datang ke pertunangan kak Kevin ogah gak mau aku !! Yang ada hanya menyakiti perasaan aku pah"


papah, mamah, kak Jodi dan kak fatim mereka melihatku dengan penuh tanda tanya,aku yang menyadari telah berkata apa membukaku sangat malu..


bisa bisanya aku keceplosan, kalo udah gini aku harus berjata apa?? Aaahh sial !! ..


"maksud kamu apa Nara?? Kak Kevin?? Apa kamu dan nak Kevin saling kenal?? Dan kamu bilang Hanya menyakiti nyakiti perasaan kamu??" penampilan mamah


"jangan jangan" sambung papah


"eh itu anu, Nara lagi ngapalin drama untuk nanti, nah waktu papah bilang pas banget aku sedang menghafal mah pah" bohongku


"masa sii, perasaan omongan kamu dari hati??" timpal kak Jodi


"serius" senyum kecutku


"ada ada kamu ra,mau kan antar mamah??" tanya papah lagi


"mau dong pah"


"sip"


Ku habiskan sarapannya, mengambil kunci mobil berpamitan kepada kedua orang tuaku dan juga kak Jodi kak fatim..


Di perjalanan ke kampus, aku memutar musik yang happy happy supaya perasaan kita happy gak terus menerus memikirkan kak Kevin..


Sesampainya kampus aku melihat ada mobil kak Kevin terpakir, syukurlah dia udah sehat dan masuk kelas pagi seperti aku aja,,semoga aku gak bertemu..


ku matikan deru mesin mobil membuka sabuk pengaman, mengambil tas membuka pintu mobil..


"Nara" sapa branden


Aku menoleh kearah branden ternyata di belakangnya ada kak Kevin yang sedang menatapku juga..


"Hay branden" sapaku dengan senyuman yang sangat manis

__ADS_1


********


__ADS_2