
perempuan itu begitu cantik dan Langsing mereka berdua asyik mengobrol, tertawa, bercanda sepertiku waktu bersama kak erlan..
aku masih berdiri terdiam melihat pemandangan di depanku, entahlah hatiku sangat tidak suka melihat ini, tapi apa pantas aku sadar diri, sadar posisi juga..
"erlan kamu tau tidak mati matian loh aku kemarin mengerjar kamu"
"maaf aku sama sekali tidak tau kalo kamu juga ada di tempat yang sama" kak erlan meneguk air mineralnya
"btw perempuan yang gemuk itu siapa??"
perempuan gemuk?? apakah yang di maksud itu aku?? karena kepo aku bersembunyi di balik pohon besar yang ada di dekat mereka..
"Oo itu, dia Nara temanku"
aaaa kak erlan menganggap aku teman, aku jadi terharu mendengarnya, jadi dia benar Benar tulus mau berteman denganku..
"tumben temanmu ada model yang gemuk seperti itu" hehehe
"entahlah akupun tak tau kenapa aku bisa sedekat itu dengannya"
"yaudah kita lanjutkan lagi larinya"
"ayok, kita cari Kevin sekalian katanya dia joging di sini juga"
"oke ayok"
mereka berdua berlari kecil, keluar dari tempat persembunyianku menatap kak erlan seandainya aku yang sedang berjalan dengan Kaka pasti sangat menyenangkan..
akupun duduk di kursi yang tadi di duduki kak erlan, istirahat sejenak keringatku bercucuran di mana mana..
"Naarraaa" teriak seseorang
aku menoleh kesumber suara..
"Silfi, sini" aku sangat senang akhirnya aku ada teman
silfi berlari menghampiriku,
"kamu sendirian gak sama Hani??" duduk di sampingku
"gak dia lagi sama ayang" Hahahha
"Hani udah punya pacar??" kaget silfi
"udah punya, tapi gak satu sekolahan dengan kita" ucapku
"Oo, gitu.. ayo Nara kita lari lari"
"les't go" semangat ku
aku dan silfi mulai berlari keci,.nampak sangat rame keringat mulai membasahi wajahku dan juga tubuhku..
"berhenti Nara" seru silfi
"kenapa silfi??" binggungku
"lihat itu ada kak Kevin dan juga kak erlan berserta bolo bolonya" menunjuk kearah mereka
"iya" menoleh kearah mereka
"pesona kak erlan sama kak Kevin benar Baner ya mereka" wajah kagum silfi
"kamu juga pengemar mereka juga" senyumku
"iya dong, dengar dengar kamu sama kak erlan sering mengobrol dan jalan bareng?? iya gak siih??"
"iya"
"serius??"
"serius"
__ADS_1
"kamu punya ajian apa??"
"nah kan mulai kek Hani, aku gak punya ajian apa apa"
silfi melirik kearahku..
"apaan siih??" menepuk lengan silfi
"apa jangan jangan kamu ke Mbah dukun ya??"
"Hahahaha, untuk apa silfi??"
"untuk melet kak erlan" mringis silfi
"gak kamu gak Hani sama saja, mentang mentang aku gemuk gitu?? jadi ngerasa gak wajar jika kak erlan mendekatiku??" memainkan alisku
"eeemm, bukan gitu juga Nara tapi sejauh ini gak ada perempuan yang bisa ngobrol dengan kak erlan, eaa meskipun kak erlan gak sedingin kak Kevin, tapi dia hanya sebatas membalas sapaan saja, selebihnya kak erlan sangat cool"
"jadilah gendut sepertiku" Hahahhaha
"eleh, gak ngaruh Nara.. kamu gendut masih cantik dan juga tinggi, lha aku kalo gendut kek kamu bisa Seperti tong" hahahha
"Hahahaha, silfi silfi" perutku Ampe kaku gara gara silfi
"Nara coba kamu nyapa kak erlan aku mau tau reaksi dia kaya apa??"
"biasa saja, gak ada yang istimewa"
"udah buruan Nara"
"gak mau ih, malu tau"
"Nara please" silfi masang wajah memelas
"iya deh iya" memutar malas bola mataku
belum juga aku mau menyapa kak erlan, ternyata kak erlan sudah berjalan kearahku, aku sama silfi gak tau karena kita berdua asyik mengobrol berhadapan..
"eh Kak erlan" kagetku
"apa iya kak, maaf kak" cengirku
"asyik banget ngobrolnya sampe tertawa terbahak bahak lagi"
silfi tidak berkedip menatap kak erlan sangat dekat sekali,
"lagi ngomongin orang tampan sii" senyumku
"Kevin ya?? emang dia selucu itu??"
"iiis Iis iss,kakak sok tau deh" wlleek
"dasar ya, eh teman kamu di suruh berkedip entar kesambet lagi" hahahha
"Hahahha, tau nih.. silfi yuhuuuu apa kamu baik baik saja" bisikku di telinga silfi
"eh itu iya anu kak erlan ganteng banget" lantang silfi
aku dan kak erlan tertawa terbahak bahak melihat wajah silfi di antara kaget, kagum dan juga syok..
"eh" silfi menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"mau gak lari bareng lari"
"mau dong kak" seruku
"kita gabung ke yang lain ya??"
"aku gak nolak kak, mau banget" girang silfi
"idih" mencolek pipi silfi
__ADS_1
"hehehhe, gak enak juga kan kalo nolak" hahahha
kak erlan menggelengkan kepalanya, berjalan kearah Kevin dan juga yang lainnya, aku melihat sekeliling perempuan tadi gak ada??
hari semakin siang aku dan silfi menyudahi joging kali ini, duduk menatap kak erlan dan kak Kevin bermain basket..
"Nara, aku tau kenapa kak erlan bisa akrap denganmu??"
"kenapa??" menoleh ke silfi
"kamu baik Nara" senyum silfi
"kemana aja kamu selama ini" hahhaha
"mataku tertutup lemak yang menempel di tubuh kamu" hahahhaha
"eh busyet" hahhahaha
permainan mereka selesai kak erlan mendekatiku aku melihat kearah kak kevin dia enggan untuk mendekatiku..
padahal aku ingin kak Kevin yang datang menghampiriku, pikiran apa sii ini?? gak mungkin banget kak Kevin menghampiriku seperti kak erlan..
kamipun pulang bersama sama masuk kedalam mobil kita masing masing, kak erlan pergi terlebih dahulu, begitu pula dengan silfi..
saat mau membuka pintu mobil aku melihat ada pedagang telur dulung, dari dulu aku emang paling suka jajanan telur gulung..
nyam nyam beli dulu lah ya sebelum pulang lagian gak papa kali ya gak akan menambah lemak di tubuhku..
"mang beli dua puluh ribu" ucapku
"baik mbak, tunggu sebentar ya mbak"
"oke"
aku duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh penjual telur gulung memainkan kakiku yang bergelantungan..
motor gede berhenti di depan gerobak pedangang telur gulung, aku tidak menatapnya..
"mas telur gulung duapuluh lima ribu"
suara kak Kevin?? aku yang tadinya membuang muka seketika menoleh ke Kak kevin..
"loh kamu kok belum pulang??" tanya kak kevin kepadaku
"belum kak" senyumku
kak kevin mendekatiku ia duduk di sampingku, mengacak rambutnya aduh duh duh jantung ini mereka mau copot..
"ada hubungan apa kamu dengan erlan??" lirih kak Kevin
membulatkan mataku?? kak Kevin bertanya seperti itu kepadaku??
"hubungan kami hanya sebatas teman"
"akrap banget" ketusnya lagi
"iya kak"
duuh canggung banget sii kalo ngobrol dengan kak Kevin, aku merasa sangat malu kalo berbicara dengannya..
"Nara"
"iya" menoleh kearah kak Kevin
"besok jangan lupa liat aku bertanding"
"aku malu kak??"
"aku tunggu di gor bambu merah besok siang"
telur gulungku sudah jadi, akupun pulang terlebih dahulu, tersenyum kearah kak Kevin dan dia membalas senyumanku..
__ADS_1
"aaghh kak kevin manis sekali senyuman kamu" lirihku masih menatap kak kevin sambil berjalan mundur
*****