
"jadi Nara itu anak orang kaya??" seru veronika
"iya" judes mbak mbak salon
Veronika menatapku, kau membuang muka pasti mereka setalah tau aku anak orang kaya pasti mau berteman denganku..
"aku gak percaya" ketus Veronika mengibaskan rambutnya berlalu meninggalkan ku
ternyata aku salah mengira, Monster bertina itu masih saja songong, ku buang nafas panjang..
"mereka siapa non??"
"kakak kelasku, emang gitu orangnya sangat judes" kataku
"benar non, gayanya sudah kek anak kolongmerat saja, yang non Nara saja biasa biasa saja"
"biarkan saja mbak" ucapku
persalonanpun selesai, segera membayar Veronika masih menatapku dengan tatapan Julitnya..
akupun masuk kedalam mobil, melajukan mobilku ke toko serba ada mau beli kado untuk nanti malam..
dreet dreet dreet..
telfonku berbunyi, memberhentikan mobilku berhenti di pinggir jalan untuk mengangkat telfon..
Aku [ Hallo siapa ini?? ]
Adit [ nomorku yang baru ]
Aku [ siapa?? ]
Adit [ Adit ]
Aku [ Oo,kamu Adit ]
Adit [ Nanti malam berangkat ke pesta barang sama aku?? ]
Aku [ maaf aku gak bisa ]
Adit [ sombong]
idih, gak jelas ku matikan panggilan dari adit kulajukan kembali mobilku, sesampainya di toko serba bergegas masuk kedalam toko untuk membeli kado..
di dalam nampak rame pembeli aku memilih tas yang akan di jadikan kado, ternyata ada silfi dia juga lagi mencari kado..
"Hay silfi" sapaku
"eh gajah bengkak" ledeknya
"kamu sedang mencari apa??"
"ada deh, sok asyik"
silfi melewatiku, padahal aku hanya ingin menyampanya malah di bilang sok asyik kalo aku diam saja di bilang sombong..
emang kadang orang itu aneh, setelah menemukan apa yang aku mau berjalan ke arah kasir untuk membayarnya..
"mau di bungkus sekalian??" tawar mbak mbak kasir
"boleh mbak"
"nambah sepuluh ribu ya mbak"
"iya mbak tidak masalah"
berdiri menunggu mbak mbak kasir membungkus kadoku, di kasir samping silfi sedang sibuk mencari entah apa..
"kamu mencari apa sil??" tanyaku
"dompet Nara, tadi perasaan udah aku bawa kok gak ada" panik silfi
"buruan mbak yang ngantri banyak" ucapku mbak mbak kasir
"emang habis berapa mbak??"
"tigaratusribu"
ku ambil atm'ku memberikannya ke mbak mbak kasir..
__ADS_1
"ini mbak pake kartuku saja"
"gak perlu Nara" malu malu silfi
"tidak apa apa" senyumku
silfi mendekatiku ia senyum kepadaku,untuk pertama kalinya seorang silfi senyum kepadaku..
"trimakasih Nara"
"iya"
"maaf aku sering berkata kasar padamu"
"tidak masalah" senyumku
mbak mbak kasir menanggilku segera aku kesana, mengambil kado yang sudah siap melangkahkan kakiku menuju tempat parkir mobil..
saat aku mau membuka pintu mobil, dari arah berbelakang silfi memanggilku sanget kencang sekali, aku menoleh kearah silfi..
"ada apa silfi??"
"bisakah kita ngobrol sebentar??"
"boleh"
aku dan silfi mencari tempat duduk, akhirnya kita menemukan tempat duduk di samping parkiran mobil..
"Nara, kenapa kamu baik kepadaku?? padahal aku sering membullymu??"
"aku gak pernah di ajarkan untuk balas dendam" ucapku
"aaaa Nara kamu baik sekali" menatapku nanar
"gak usah Berlebihan, bukankah kita sesama manusia harus saling tolong menolong"
"pantes aja Hani sangat menyanyangi kamu" seru silfi
aku hanya tersenyum,
"apakah bisa mulai hari ini kita berteman??"
silfi memelukku, aku pun balas pelukan silfi..
"kamu gak seburuk yang aku fikirkan Nara"
"kamu juga silfi"
kamipun melanjutkan mengobrol, tidak terasa hari senja sudah kelihatan aku dan silfi pulang kerumah kami masing masing..
sesampainya di rumah aku langsung mandi, saat mandipun sangat hati hati takut rambutku basah jadi gak cantik lagi..
"wiih,.kak nara mau kemana??"
"mau ke pesta" sambil menoleh wajahku
"pesta itu apa kak??"
"nanti saat kamu dewasa juga tau" mengajak rambut rista
"aku boleh ikut gak kak??"
"jangan anak kecil gak boleh ikut, di ruang saja Sama mamah dan papah, oke"
"yeah mamah sama papah juga lagi pergi kak, katanya sii mau bertemu teman lama"
"kasian adek kakak ini" mencubit pipi Rista yang mulai mengembang..
"atit kak" manyun Rista
Rista duduk di kasur ia menatapku, setelah selesai maku up aku cari gaun yang ada di lemari..
memilih gaun yang paling besar, saat aku memakainya betapa bahagianya aku gaun yang dulu aku pake sangat pas di tubuhku, sekarang nampak sedikit longgar..
"yey yey yey" seruku sambil melompat lompat
"kak ada apa kak?? yey yey yey" Rista ikut ikutan melompat lompat
"Rista diet Kaka berhasil" seruku
__ADS_1
"diet?? apa itu diet??"
"dahlah, capek ngomong sama kamu nak kecil, harus menjelaskan panjang kali lebar"
"hehehehe"
"yaudah Kaka berangkat dulu ya??"
"oke kak, daaahh kakak"
"daahh rista, nanti kalo keluar dari kamar kakak pintu di tutup ya??"
"oke kak"
menuruni tangga menuju lantai bawah, bibik menatapku dari bawah Sampai atas,
"uluh uluh cantik pisan nona Nara malam ini" puji bibik
"aahh bibik" aku jadi malu
"serius non, dan bibik lihat seprtinya diet non berhasil deh" senyum bibik
"iya harus itu bik, ya meskipun belum kelihatan banget tapi aku sudah merasakan gak terlalu berat saat berjalan"
"iya, sukses ya non dietnya, ingat jangan makan banyak banyak di pesta sana" bibik mengingat aku
"syiap grak"
masuk kedalam mobil, aku di antar pak sopir kalo nyetir sendiri udah pasti aku gak di kasih uang jajan..
Hani menungguku aku dan Hani masuk ke dalam, semua teman temanku ada di sana dan juga beberapa kakak kelas..
"selamat besti, panjang umur sehat selalu" ucapku bersama Hani
"trimakasih Nara Hani"
"iya"
"have fan ya kalian" serunya
aku dan Hani berjalan dengan santuy melihat melihat makanan yang ada, ini sangat menggiyurkan, tapi aku harus menahannya apalagi ini jam malam..
"Nara, kamu yakin tak mau makan gitu??"
"gak Han, udah kamu saja"
"minum juga enggak??"
"iya aku minum saja, itu saja gak berani gak creami"
"hadeh, penuh dengan keriwehan"
"Hahahaha, gak papa aku Happy ngejalaninnya"
"iya deh, mau cari makan dulu yes kamu nunggu di sini saja"
"oke"
aku duduk mengambil minuman, bukan minuman beralkohol loh ya, minuman sebangsa sirup..
"hey lihat !! " teriak Veronika kearaku
ini monster mau ngapain lagi..
"sii gajah bengkak mau Sok Sokan mak up tapi hasilnya kek ondel ondel" hahahha
"Hahahaha" semua menertawakanku aku
apa?? serius aku seperti ondel ondel tapi kenapa Hani gak mengatakan kepadaku kalo make upku berlebihan..
"Hahahha, mau kondangan ya buk" ledek mereka
"nara mirip kek emak emak yang mau pergi ke kondangan" hahahaha
silfi mendekatiku ia menatap wajahku habis itu menatap ke wajah Veronika..
"eeh tunggu, coba kalian perhatian baik baik wajah Nara biasa saja, malah gak kelihatan dia memakai make up, tapi ... kalo Veronika persis kek ibu ibuk komplek yang mau pergi kekondangan" hahahahhah
*******
__ADS_1