
sebelas hari sudah aku menjauhi kak erlan dan juga kak Kevin, aku bersembunyi saat sudah melihat kak Kevin atau kak erlan dari kejauhan..
setelah penerima hasil akhir sekolah mamahku pulang duluan,.aku menunggu silfi dan juga Hani..
lama banget sii Hani?? Aku tidak melihat kak erlan berjalan kearahku,,
"Nara" sapa kak erlan
aku menoleh kearah kak erlan lalu membuang mukaku,
"kenapa kamu menjauhiku??" tanya kak erlan
aku tidak menjawabnya..
"Nara bisakah kamu menjawab pertanyaan aku??"
aku membenarkan rambutku yang terkena angin berkibar di wajahku, kak erlan berdiri di depanku ia memegang pipi ini..
"apa salah aku Nara?? kenapa sejak kejadian itu kamu menjauhi aku??"
"aku gak mau persahabatan kamu dan angel berantakan gara gara aku"
"gak Nara, aku selalu mencarimu menghubungimu tapi kenapa kamu gak pernah mengangkat telfonku??"
"aku ingin menghindar dari kamu kak??"
"kenapa Nara??"
"ya itu tadi aku gak mau persahabatan kamu dan angel berakhir gara gara aku" ucapku duduk menatap ke depan
"Nara sungguh aku gak bisa jauh dari kamu, aku kan udah lulus ajaran baru aku udah gak bisa bertemu kamu lagi"
"kenapa alasannya??" penasaranku
"karena kamu sahabat terbaikku" ucap kak erlan ragu
"kak erlan" sedihku
"janji ya jangan giniin aku??" kak erlan menatapku nanar
"maafkan aku ya kak??" senyumku
"tidak masalah Nara aku sudah memafkan kamu, aku yang minta maaf kepadanya" senyum kak erlan
"seperti lebaran saja saling meminta maaf" ucapku sambil tertawa
"hahahaha, trimakasih Nara aku sangat bahagia sekali akhirnya kamu mau menerimaku lagi menjadi sahabatmu" Kak erlan memelukku dari samping
Hani dan silfi saling bertatapan satu sama lain melihatku sedang di peluk kak erlan,
"ciyeee Nara ciyee" kompak mereka
"maaf kak jangan seperti ini malu dilihat Hani sama silfi" lirihku
"maaf maaf" senyum mengembang kak erlan
kak erlan melepaskan pelukannya ia berdiri dari duduknya, berlalu meninggalkan aku dan kedua temanku..
"udah baikan nih Yee" ledek silfi
"hehehhe,iya udah" senyumku
"syukurlah, senang lihatnya" bahagia Hani
kitapun pulang bersama, aku tau sekarang memang aku gak ada artinya untuk kak Kevin beda sekali dengan kak erlan yang berusaha mencariku..
__ADS_1
cinta emang aneh orang yang kita cintai belum tentu membalas perasaan kita, tapi malah justru orang lain yang diam diam memendam perasaan untuk kita..
seperti aku, aku begitu mencintai kak Kevin tapi kak Kevin ternyata sangat mencintai perempun masa lalunya dan banyak pria yang menyukaiku tapi aku tidak ada perasaan apa apa untuk mereka..
"gimana sebelum kita liburan masing masing bagaimana kalo kita makan makan dulu" usul silfi
"oke aku setuju" jawab Hani
"oke aku ngikut aja"
kamipun makan bersama, mengobrol bercanda ria sampai lupa hari sudah mulai berganti malam..
kitapun saling berpelukan sebelum pulang kerumah masing masing pasti bakalan kangen sekali dua Minggu tidak saling bertemu satu sama lain
sesampainya di rumah aku langsung masuk kedalam rumah sudah gak sabar menunjukan nilai terbaikku ke papah jadi dong liburan ke kak Jodi..
"assalamualaikum" girangku
"wa'alaikumsalam" jawap orang rumah
"papah yuhu lihatlah nilai rapotku"
papah mulai membuka rapot yang udah aku berikan ke papah, papah tersenyum kearahku dan juga Rista..
"Minggu depan kita berangkat" ucap papah
"apa !! gak mau pah !! kalo Minggu depan gak lama di sana !! pokoknya aku gak mau tau besok pagi kira harus sudah berangkat" kekehku
"iya iya, malam ini kalian packing barang dulu pagi sekali kita berangkat" seru papah
"yey yey yey !! encus ikut kan pah??" usul Rista
"iya ikut, kalo encus gak ikut siapa yang akan ngurus kamu dan Nara" senyum mamah
"mamah sama papah gak ikut liburan pekerjaan kita berdua bisa gawat, jadi encus yang mengurus semuanya" jelas mamah
"oke mamah, yang penting uang jajanya banyak, iya gak ris??"
"betul kak karena kakak suka belanja" hahahaha
"dan kamu suka jajan" hahahahaha
semua nampak tertawa gembira, setelah makan malam u di banutu sama bibik untuk mempacking semua keperluanku..
Ponselku terus berbunyi segera aku mengangkatnya,
kak kevin??
enggan aku untuk mengangkatknya, aku kembali lagi meneruskan mempacking barang barangku..
Pagi hari aku udah siap untuk berangkat begitupula dengan rista udah duduk di dalam mobil..
"wiih, pasti takut ketinggal??" ledekku
"iya, kak tau aja" nyengir rista
mamah dan papah masuk kedalam mobil di susul oleh encus duduk di sebelah aku, pak sopir mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang..
Ting ..
Pesan dari kak erlan..
Kak erlan ( kamu di mana??)
Aku ( liburan )
__ADS_1
Kak erlan ( kemana??)
Aku ( london )
Kak erlan ( wiiih, asyik tuh )
Aku ( iya kak, berlibur ke tempat kak jodi)
Kak erlan ( sama siapa??)
Aku ( mamah sama papah dan rista sama encus)
Kak erlan ( berapa minggu??)
Aku ( sampai liburan selesai)
Kak elan ( busyet, lama dong)
Aku ( gak lah, gak ada dua minggu )
Kak erlan ( kevin juga udah berangat kemarin ke londonnya )
A-apa?? Kak kevin juga ke london?? Jangan panik nara tetap tenang london itu luas jadi mana mungkin bisa bertemu dengan kak kevin..
Aku ( kenapa kakak g ikut?? )
Kak erlan ( taunya kamu gak liburan mau ngajak kamu dan teman kamu liburan ke bali )
Wiih, so sweet ..
"apaan sii kak?? Ngomong sendiri?" kepo rista
"kepo deh"
"kakak ih, mah pah ini kak nara tukar pesan sama siapa?? Dari tadi senyam senyum tiba tiba ngomong so sweet gitu mah pah"
"paling juga sama ayang" goda mamah
"ih mamah apaan siih" malu malu
"benar mamah pacar kak nara dua ganteng semua, aku juga binggung mah kalo di suruh milih siapa? Yang akan menjadi kakak iparku" ledek rista
hahahhahaha..
Mamah sama rista ketawa terbahak bahak, aku di buat salting dasar anak kecil gak bisa jaga rahasia..
"mamah sama papah mau tidak siapa nama pacar kak nara??"
"mau tau dong, siapa namanya??"
sebelum rista ngomong aku menutup bibir rista telebih dahulu,
"ristaaaaa !! bisa diam gak?? Kamu di sana hanya sama kakak dan encus" ancamku
"iye deh kak, ampun kak ampun" takut rista
Aku tertawa melihat wajah panik rista, dia tidak berani lagi mengucap yang aneh aneh, mamah sama papah menggelengkan kepalanya..
sesampainya di bandara kita turun dari mobil, encus membawa koperku dan juga koper rista, pakian encus satu koper dengan rista..
Kita mulai memasuki lapangan menuju ke pesawat terbang, rista dan encus sangat terheran heran..
rista minta di gendong dengan papah dia sangat manja sekali dengan papah, maklum papah itu sangat penyayang meskipun tidak banyak bicara..
******
__ADS_1