
aku cekikikan mendengar pertanyaan Hani, menghabiskan minumanku, Hani masih menatap ku seperti polisi yang sendang mewawancarai penjahat..
"pertanyaan macam apa itu Han??" hahaha
"apa jangan jangan kamu tadi pagi mandi kembang tuju rupa??" seru Hani lagi
"otak kamu mulai gesrek" hahahha
"ngaku Nara !! "
"apanya yang harus di akui Hani?? ajian ajian apa?? mandi kembang tuju rupa, untuk apa??" hahahahha
"untuk memelet kak erlan"
"hahahahha, jangan bicara gak jelas ih takutnya jadi fitnah, ayok ke kelas dari pada omongan kamu nambah gak jelas" seruku
"kok ke kelas, bentar dong"
"yasudah kalo kamu masih mau di sini" aku berdiri meninggalkan Hani
"Nara tunggu" teriak Hani
aku berjalan masih cekikikan kalo di ingat ingat omongan Hani yang gak masuk akal, Hani mengejarku berjalan di sampingku..
"Nara" sapa erlan
aku menoleh ke sumber suara..
"Hay kak erlan" senyumku
"jangan lupa besok malam" ikut berjalan di sampingku
Hani berjalan tapi tatapannya kearah kak erlan, benar benar ya Hani udah punya Doni masih saja lirik lirik cowok lain..
"emang di haruskan ikut ya kak??" tanyaku
"harus dong, kata Kevin acarnya dua hari"
"dua hari??" kagetku
"gak papa yang penting ada kak erlan sama kak Kevin" timpal Hani
"eeh, ini teman kamu Nara??"
"iya, kenalin dia sahabatku Hani namanya"
"Hani, gak usah ngasih tau nama aku udah tau nama kakak"
kak erlan hanya senyum kecut, berlalu meninggalkan aku dan juga Hani, aku pun masuk kedalam kelas..
jam pelajaran keduapun di mulai, pelajaran yang paling aku sukai yaitu matematika, aku mengerjakan dengan semangat..
sebelum pulang pak guru menyampaikan bahwa di suruh ngumpul terlebih dahulu di aula Sekolah, mau menyampaikan apa saja acara persami yang akan laksanakan malam nanti, sampai malam besok..
para murid yang akan mengikuti persami mengumpulkan, hani sangat antusias sekali apalagi kak erlan ikut dalam daftar panitia meskipun terbilang baru, tapi dia cekatan dan juga cerdas..
"gila sii, ada pria tertampan di sekolahan ini" gerutu Hani
"apaa sii Han?? ngomong yang jelas"
"beruntung orang yang bisa menaklukkan hati dua orang yang sedang berbicara di depan"
"kak erlan sama kak Kevin maksut kamu??"
tidak menjawab pertanyaaku malah ikut teriak histeris waktu murid lainya teriak sangat antusias sekali mengikuti persami ini..
"gak usah sok jaim kamu Nara !! diam saja" seru teman sekelasku
"lah emang aku harus kaya kalian??"
__ADS_1
"ya iyalah" kompak mereka
"sendiri sendiri dong, aku orangnya gak suka yang berlebihan, aku emang mengagumi mereka tapi tidak harus di koar koarkan juga kan" ucapku
"Helleh, bilang aja kamu minder kan??" hahahahha
"betul, paling Nara minder sama mereka"
"jelaslah coba lihat Nara terus lihat mereka berdua bagai langit dan juga bumi" hahhahaha
aku lebih baik diam, meskipun hatiku sakit tapi tidak masalah, lagian udah terbiasa di bilang jelek karena memiliki tubuh gemuk..
dreet dreet dreeet ...
ponselku bergetar segera aku mengambilnya didalam saku baju,
"Han, aku angkatTelfon dulu ya??"
"oke"
melangkah kakiku mundur mencari tempat yang tenang tidak brisik, segera aku mengangkat telfon dari mang bejo..
Aku [ Hallo mang ada apa ]
mang bejo [ maaf non, mobilny mogok jadi saya lagi nunggu orang bengkel, maaf ya non]
Aku [ Oalah, tidak apa apa nanti biar aku pesan taxi online]
mang bejo [ trimakasih non sudah memaklumi saya ]
Aku [ iya, mang bejo tenang saja ]
segera aku mematikan panggilannya, berjalan kembali menemui Hani, ternyata saat Sampai sana sudah selesai, Hani menunggu dengan memanyunkan bibirnya..
"kenapa kok manyun gitu??" penasaranku
"Loh kenapa??"
"udah di jemput sama ayang"
"ciyeee, di jemput ayang fitfiu"
aku gak ngerti sama Hani kenapa dia gak suka di jemput Doni??
"kenapa masih manyun??"
"maunya aku pulang bareng kamu, gak asyik kalo ngemall bareng ayang" kesalnya
"udah sana samperin ayang kamu, nanti marah Lo"
"kamu gak papa aku tinggal??"
"iya gak papa, kaya aku anak TK aja" senyumku
Hani meninggalku sesekali menoleh kearaku tanganya membentuk love, aku membalasnya dengan kiss be, Hani menangkapnya dari jauh..
aku tertawa sendiri Melihat tingkah Hani, seseorang menepuk pundakku, reflek aku Langung menoleh kebelakang..
"hahhahahaha, gajah bengkak udah mulai gila dia !! " ejek Veronika
"Oo, kamu gila??" jawabku santuy
"kamu dodol" geramnya
"wow !! kamu jual dodol?? sejak kapan??" menahan tawaku
"kamu tuli ya??"
"siapa yang tuli?? aku dengar kamu bicara" melangkahkan kakiku meninggal geng Veronika
__ADS_1
entah siapa yang mendorongku hingga aku terjatuh tengkurap di lantai, aku kesulitan untuk berdiri..
"hahahhahaha, gajah bengkak jatuh !! "
"kasian"
"utututu gak bisa berdiri ya??"
"rasian kamu !! ayo gais kite cabut"
aku mencoba untuk berdiri, berlahan tapi pasti, ada yang membantuku tapi tidak kuat membantuku untuk berdiri..
"Nara !! punya badan gede kek gini diet dong kita susah nih, bantu kamu berdiri" ucap teman sekelasku
teman sekelasku itu badannya kecil dia sendirian pula, akhirnya dengan sekuat tenaga akupun bisa berdiri..
membersihkan debu yang menempel di seragamku,
"trimakasih udah membantuku"
"iya, aku duluan ya "
"iya"
terlihat Adit berjalan di depanku, ia tersenyum sinis kearaku..
"kasian tidak yang menolong kamu hanya anak culun, aku melihatku jatuh tapi aku gak mau menolong kamu" ucap adit
"aku gak nyuruh kamu juga untuk menolongku" ketusku
"gemuk jelek sombong" berlalu meninggalkan aku
benar apa yang di katakan nazar tadi sebaiknya aku diet, supaya aku tidak terlalu gemuk..
aku kembali berjalan, sesampainya di gerbang taxi online belum datang aku menunggu taxi online..
Adit mengendarai motor gedenya dia hanya melirikku tidak basa basi menawarkan untuk pulang bersamanya..
membuang mukaku gak guna juga mengharap kebaikan dari seorang Adit, Adit melajukkan motornya..
"eh gajah bengkak masih di sini?? bapak kamu yang supir itu belum datang??" ejek Veronika
"lagi jemput majikannya" hahhahah
ingin aku gampar mulut mereka, mobil milik Veronika datang Veronika in the geng masuk kedalam mobil Alphard..
jadi setau mereka mang bejo itu bapakku?? aneh aneh aja mereka, tapi tidak masalah bagiku biarkan waktu yang menunjukkan siapa aku, tidak perlu juga mereka tau anak siapa aku sebenarnya..
tin ..
aku minggir motor kak Kevin mau lewat, aku tidak berani menatapnya, mataku menatap kedepan..
"mau aku antar??" tawar kak Kevin
aku langsung menoleh kearahnya, ini beneran atau hanya halusinasi aku saja..
"malah bengong" ucap kak kevin lagi
"kakak nawarin aku pulang bareng?? gak salah ini??"
"gak" dinginya
tak berselang lama taxi onlineku datang..
"nah itu taxinay datang, trimakasih kak tawaranya, aku permisi dulu" ucapku
kak Kevin hanya tersenyum kepadaku, melajukan motor gedenya, aku masuk kedalam taxi..
******
__ADS_1