Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 9


__ADS_3

ku anggukan kepalaku, pria yang belum tau namanya itu tertawa terbahak bahak, aku di buat bingung apa perkataan aku lucu??


"emang ada yang lucu??" tanyaku penasaran


"gak gitu, baru kali ini aku melihat cewek yang biasa saja saat melihat Kevin bermain basket, apa kamu tidak mengaguminya??"


"pertama aku emang gak kenal dia, hanya tau nama dia Kevin, selebihnya aku gak mengenalnya" jelas ku


"biasanya juga cewek gak kenal sama Kevin udah heboh sendiri, kamu kok beda sendiri" senyum kearahku


"aku emang seperti ini, temanku juga sangat heboh bahkan dia sedang melihatnya"


"baiklah, aku kita jalan lagi"


aku dan dia berjalan lagi mengelilingi kelas atas, rasanya udah sangat lelah sekali mengantar pria itu jalan jalan..


kita pun menuruni tangga, aku duduk di bangku depan kelas, dia menoleh kearahku..


"kamu lelah ya??" tanyanya


"ia, aku duduk dulu" hehehe


"is oke" diapun duduk di sampingku


"eeeh, jangan dekat dekat denganku, kata Kakak kelas aku bau dan sangat dekil"


"enggak kok, kamu wangie loh dan sangat imut" katanya


jangan terpancing omonganya dia, ingat Doni juga sama seperti cowok ini, ngegombalin aku tapi apa nyatanya dia sama saja dengan Adit..


"hey, kok malah ngelamun"


"oh iya, aku mau ke kelas dulu, kalo kamu mau jalan jalan sendirian saja ya" berdiri dari duduku berjalan menuju kelas


tapi dia malah membuntuti aku di belakang, ku percepat langkahku dia pun sama mempercepat langkahnya..


"tunggu kamu kenapa??" serunya


"gak papa" lantangku masuk kedalam kelas bersembunyi di belakang pintu


langkah kaki masuk kedalam kelas, menahan nafsuku, hingga langkah kaki tidak terdengar lagi, aku rasa udah aman, segera aku keluar dari tempat sembunyianku..


"nah kan, keluar juga" ucapnya


menoleh kearahnya membulatkan mataku, dia ada tepat di belakang aku,


"kenapa kamu bersembunyi" tanyanya


aku tidak menjawabnya, berlalu meninggalkannya keluar dari kelas dia tetap mengerjaku,


hingga para murid lain memberhentikan langkah cowok tanpa nama itu, aku menoleh kearahnya dia mengucapkan tunggu tapi aku tidak menggubris, melanjutkan langkahku..


aku gak akan tergoda dengan omongan omongan cowok lagi, aku muak tidak ada cowok yang tulus denganku..


"siapa bilang?? aku tulus mau berteman denganmu"


aku langsung menoleh kesumber suara,


"aku gak percaya" sentakku


"kenapa??"

__ADS_1


"apa mungkin cowok setampan kamu mau berteman tulus denganku, sedangkan aku hanya perempuan gendut, jelek, bauk, hanya merusak pemandangan saja"


dia berjalan kearahku, memegang kedua lenganku wajahnya sedikit mununduk, karena dia tinggi semampai..


"aku bukan mereka, dengar sejak kita pertama bertemu kamu perempuan yang jarang aku temui, perempuan apa adanya dan gak jaim, perempuan yang baik meskipun tidak kenal aku tapi kamu mau menraktir aku"


"tapi, kenapa kamu mau berteman denganku??"


"aku tidak pernah memilih milih teman, kalao kata mereka kamu gendut, jelek, bauk bagiku enggak, kamu perempuan yang lucu dan juga imut, sudah jangan dengarkan omongan mereka"


aku tersenyum kearahnya, air mata ini tiba tiba mengalir begitu saja, baru kali ini ada cowok yang sangat tulus berteman denganku,


"padahal kita baru kenal?? aku aja bum tak nama kamu, apa kata katamu itu bisa di percaya" mengusap air mataku duduk di teras depan kelas menatap ke depan


"entah kenapa aku nyaman, rasa yang belum pernah aku rasakan selama ini" jujurnya


apa?? dia nyaman kepadaku?? cowok se ganteng dia bisa nyaman denganku??"


"bohong" balasku


"terserah apa kata kamu, yang penting kamu jangan pernah bilang tidak ada seorangpun yang tulus berteman denganmu" ucapnya lagi


"hmmm"


"oh iya sampe lupa, kita berkenalan" hahahha


"hehhehe, iya" kita saling bertatapan


"namaku erlan" ucapnya


"aku Nara" seruku


Oo, jadi namanya erlan, nama yang bagus cocok dengan wajahnya,..


"i-iya" gugupku


erlan mengacak rambutku, ia kembali menatap kedepan, melihat para murid berhamburan karena pertandingan basket sudah selesai..


"erlan, eh kak erlan maksutku" hehehe


"gak papa kalo kamu nyaman panggil aku erlan, ya meskipun kita terpaut satu tahun" sindirnya


"maaf kali, aku mau kekelas dulu takut temanku mencariku"


"oke"


aku berjalan meninggalkan erlan yang masih duduk mentapku,.hatiku sangat bahagia saat ini, tadi malam aku tidak bermimpi apa apa tapi kenapa hari ini begitu indah??


mengayunkan kedua tanganku, saat melintasi lapangan basket aku melihat Kevin sedang di kerumunin para murid perempuan,


mereka berlomba lomba minta foto, tidak bisa di pungkiri Kevin emang sangat tampan andai kau selangsing Mereka aku juga sudah pasti di sana seperti mereka..


"Nara !! " teriak Hani


"Hay sini" ucapku


dia berlari kearaku, nafasnya masih ngos ngosan menunjukkan foto dirinya dan Kevin, dapat aku lihat wajah hani sangat bahagia sekali..


"nih, lihat dia begitu tampan apalagi kalo senyum matanya yang sipit tidak terlihat" girang Hani


"ciyee, senangnya, masuk yok ke kelas"

__ADS_1


"eeeh, kata pak guru kalo mau pulang boleh masih ingin menonton pertandingan basket juga boleh,"


"asyik, aku mau pulang aah"


"eeiittss, tunggu dulu kamu temenin aku melihat pertandingan basket sampe selesai"


"gak mau Hani, mending pulang makan tidur"


"no no no, ayok ikut aku" menyeret paksa tanganku


"mana kuat kamu" hahaha


"badan kamu be-berat se-sekali" tetap menyeret paksa


"hahahhaha, ayok semangat"


"apaan ih" kesal Hani


"Udah lepaskan, ayo kalo kekelas dulu ambil tas abis itu aku pulang" hahahhha


"gak Nara, kamu harus ikut aku !! "


"gak mau !! apaan sii gak usah maksa tau" kesalku


"bodok, aku marah loh kalo kamu gak nurut aku" ancam Hani


"nah kan"


Hani berjalan mendahuluiku, aku mengejarnya kebosanan persis seperti anak kecil kalo gak di turutin kemauannya..


Hani masuk kedalam kelas, mengambil tasnya meliriku dengan lirikan Sadisnya, aku menahan tawaku jika melihat wajah Hani kalo lagi marah padaku sangat lucu..


"tunggu hani"


"apa !! " menoleh kearahku


"busyet !! galak amat"


membuang muka kepadaku..


"aku ikut kamu"


"seriusan??" girang Hani


"iya, senyum dong" berjalan di samping Hani


Hani tersenyum kepadaku, seperti Baisa pasti dia mengendus ngendus seragamku, kepalanya bersender di bahuku..


"emang gak kebau'an kamu Han??" penasaranku


"bauk parfum kamu selalu menenangkan aku Nara"


"preett, kata kakak kelas tubuhku bauk keringat"


"hidung mereka lagi gesrek, wangie kayak gini di bilang bau burket"


"pasti ini akal akalan kamu doang kan??"


"kalo akal akalan aku, untuk apa aku setiap hari suka merebahkan kepalaku di sini" ucapnya


"hehehehe"

__ADS_1


aku dan Hani memasuki halaman lapangan basket, masih banyak murid di sana, meneriaki jagoan mereka masing masing, tapi kebanyakan jagoan Mereka Kevin..


*******


__ADS_2