Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 48


__ADS_3

kak Kevin mengelus lembut rambutku, aku merasa jauh lebih baik mengusap air mataku menatap kak Kevin..


"apa kamu sudah baik baik saja??" ucapnya


"udah kak" senyumku


"apa mau pulang sekarang??" tawarnya


ku anggukan kepalaku tanganku di gandeng tangan kak Kevin menuju mobilnya, ada rasa bahagia kak Kevin mengandeng tangan ini tapi hatiku juga sakit bahwa kenyataannya bahwa kak erlan sudah mempunyai kekasih..


kak Kevin membukakan pintu mobil untukku, dia tersenyum sangat manis membuat luka dalam hatiku sedikit terobati bukan separuhnya..


"trimakasih kak"


"iya Nara"


aku masuk kedalam mobil di ikuti oleh kak Kevin, ku rebahkan tubuhku menatap wajah tampan kak Kevin..


"kenapa Nara??"


"gak papa kak"


kak Kevin mengacak rambut poniku ia mulai melajukan mobilnya..


"Nara" lirih kak Kevin


"iya kak, ada apa??"


"kamu sangat cantik, sampai aku pangling ladi melihatmu" jujur kak Kevin


"aaaa kak Kevin bisa aja" seketika wajahku merah merona


"serius Nara, kamu cantik sekali saat ini"


stop kak Kevin stop jangan mengatakan hall itu lagi, aku sungguh tidak mampu mendengarnya..


"eeemm, kak"


"iya"


kalo aku bertanya tentang kak erlan ke kak Kevin?? sopan gak ya?? lagian aku kan bukan siapa siapanya kak erlan..


"kok gak jadi ngomong?? kenapa??"


"mau tanya"


"iya tanya apa??" sesekali menoleh ke arahku


"kak Kevin kok tau aku lagi di jalan tadi??"


"oh itu, aku dari omku kebetulan aja lihat kamu, tadi juga aku sempat berfikir bukan kamu, setelah lihat tas kamu baru aku tahu bahwa kamu yang sedang menangis" jelas kak Kevin


"wiiihh, diam diam kak Kevin hafal ya tasku" senyumku


"hafal dong, karena dari awal kita bertemu aku sudah memperhatikan kamu Nara"


degh !!


kak Kevin berkata apa barusan?? dia memperhatikan aku waktu pertama kali kita bertemu..


"pasti karena aku gemuk dan jelek ya kak??"


"gak juga, kamu imut dan menggemaskan"


tenang Nara kamu harus tenang jangan meledak nih jantung, tarik nafas dalam dalam lalu keluarkan kembali pelan pelan..


"kamu gak papa kan Nara?? buka aja kaca jendela mobil kalo kamu sesak nafas??"


"sesak nafas gara gara kakak"


"aku??"


"iya"


kak Kevin hanya tersenyum ia fokus menyetir kembali, tak terasa mobil berhenti didepan gerbang rumahku..


"gak masuk dulu kak??" tawarku

__ADS_1


"lain kali"


"baiklah, trimakasih banyak ya kak"


"sama sama, jangan nangis lagi jelek jadinya"


"iya kak"


kubuka pintu mobil turun dari mobil tidak lupa menutupnya Kembali, kak Kevin melambaikan tangannya ke arahku akupun membalasnya..


"hati hati kak"


"oke"


mobil kak Kevin mulai berjalan aku masih menatap kepergian mobil kak Kevin hingga tidak terlihat..


saat aku mau memencet tombol bel mobil kak erlan mengklakson, aku menoleh kearah mobil kak erlan..


"ngapain lagi dia" kesalku


kak erlan turun dari mobil, ia berlari menghampiriku..


"kenapa kamu pergi nara?? aku mencarimu" khawatir kak erlan


"maaf kak aku harus masuk" sinisku


"tunggu Nara, kamu kenapa??"


aku tidak menjawab pertanyaan kak erlan, sakit aja ngeliat wajah kak erlan saat ini, ku pencet tombol bel tak berselang lama pintu gerbangku terbuka..


"tunggu Nara" memegang tanganku


"lepaskan atau aku tidak mau kenal lagi sama kamu kak" ketusku


"oke nara oke"


kak erlan melepaskan tanganku ada kesedihan di matanya, gak tega aku melihatnya seseorang yang selama ini bersamaku..


namun saat aku mau memanggil kak erlan aku teringat omongan angel bahwa dia adalah kekasih kak erlan, lebih baik aku mundur saja..


" loh nok, temannya gak di suruh masuk" ucap pak security


"tapi non, kasian teman non"


"udah tutup aja pak" sentakku


"ba-baik non"


pak security menutup pintu gerbang aku tidak menoleh kebelakang langsung berlari menuju rumah..


dreet dreet dreet ..


ponselku berdering, ku ambil ponselku Ternyata dari kak erlan tidak aku angkat aku tetap berjalan menuju kamarku..


ceklek..


aku menutup pintunya kembali meletakkan tasku ketempatnya mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi..


setelah mandi aku memakai pakaian andalanku piama, merebahkan tubuhku di atas kasur..


saat aku melihat ponsel panggilan tak terjawab dari kak erlan sangat banyak dia juga mengirimkan pesan untukku..


Ting ..


Kak erlan [ Nara please kamu kenapa?? apa Kaka punya salah minta maaf Nara ]


aku hanya membukanya mau membalas tapi aku malas, kak erlan menelfonku lagi aku Langsung menaruh ponselku kembali..


Ting ..


bunyi notifikasi pesan lagi,


Kak erlan [ Nara please katakan salah aku apa?? bukannya tadi kamu yang menyuruhku untuk beli minum?? jika lama aku minta maaf]


Aku [ kakak gak salah ]


Kak erlan [ akhirnya kamu balas pesanku, kalo aku gak salah kenapa kamu nyuekin aku?? dan pergi meninggalkan aku tadi?? ]

__ADS_1


aku binggung mau menjawab apa, kak erlan maafkan aku.. ku letakkan kembali ponselku berdiri dari rebahanku..


dreet dreet dreet..


ponselku kembali berbunyi ternyata dari kak Kevin, akupun mengangkatnya..


Aku [ Hallo kak Kevin]


kak Kevin [ Hallo Nara, aku ajak kamu makan malam?? ]


Aku [ sekarang?? ]


Kak Kevin [ kalo bisa gak papa ]


Aku [ besok aja gimana kak?? soalnya mamah sama papah belum pulang]


kak Kevin [ oke tidak masalah]


Aku [ oke kak ]


Kak Kevin [ oh iya, apa kamu ada masalah dengan erlan?? ]


Aku [ gak kak, aku gak ada masalah apa apa dengan dia ]


Kak Kevin [ tadi kamu menangis bukan karena erlan kan?? ]


Aku [ bukan kak ]


[ bohong ]


kubulatkan mataku suara kak erlan, jadi dia bersama kak kevin saat ini,


Kak erlan [ jangan tutup telfonya kita perlu bicara Nara ]


Aku [ mana kak kevin aku mau bicara dengannya ]


kak erlan [ Nara !! ]


Aku [ kak Kevin kalo udah gak ada yang kita obrolkan aku matiin ya kak ]


Kak erlan [ baik Nara, jika kamu gak mau berbicara kepadaku]


telepon di matikan aku merasa sangat bersalah setidaknya aku tanyakan kepada kak erlan siapa sebenarnya angel..


tok tok tok ..


"iya sebentar" ucapku


aku berjalan menuju pintu kamar,


ceklek ..


"kak Nara" girang Rista


"adek kakak yang cantik" ucapku mengelus lembut pipinya


"ayo kak turun mamah sama papah belikan sesuatu untuk Kaka" ucapnya


"benarkah"


"iya kak, ayok"


tanganku di genggam rista kitapun menuruni tangga menuju ruang keluarga, di sana sudah ada mamah papah dan juga bibik..


"wow pah mah ini untuk aku??" terharu


"iya nak, dari pada kamu ke tempat gym mamah sama papah membelikan ini"


"aaaa trimakasih banyak pah mah" memeluk kedua orang tuaku


pak kebun dan juga pak security membantu membawa alat berat tersebut kebelakang rumah tepat di samping kolam renang..


"Nara sayang, besok kamu ikut mamah sama papah ketempat perta pernikahan teman anak mamah sama papah" ucap mamah mengelus lembut rambutku


"mager mah"


"anak gadis gak boleh mageran" ucap papah memelukku

__ADS_1


*******


__ADS_2