Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 36


__ADS_3

Hani dan juga silfi pulang duluan,aku masih menunggu jemput pak Bejo, Veronika in the geng keluar dari pintu gerbang..


"eh ada sii plastik" ucap Veronika


"mana??" ucapku


"kamu go*lk" hahhahha


"dengar ya Vero !! aku gak pernah oplas dan ini murni aku diet dan juga olahraga" geramku


"Halah gak usah sok bela diri kamu !! paling juga ke dokter suntik lemak" Hahahha


"terserah kamu !! yang jelas tubuhku menjadi begini karena aku bekerja keras satu tahun terakhir ini"


"helloo !! di kira kira beg*k apa !! mana ada dalam satu tahun bisa turun dratis kaya kamu"


"ad aku contohnya"


"Hahahha, plastik kok bangga !! " kekeh Veronika


"dengar ya Monster betina !! aku susah payah untuk mengurangi lemak yang ada di tubuhku !! kamu gak tau bagiamana tersiksanya aku !! menahan lapar, capeknya saat berolahraga aku melakukan itu siang dan malam gak perduli waktu aku melakukannya"


"aku gak tanya, hahahhaha ayok gaes cabut" Veronika melirik kearahku


aku hanya mengelus dada menahan air mata ini agar gak jatuh, orang yang membenciku akan tetap membenciku..


dreet dreet dreet..


ku ambil ponselku di dalam saku seragam, pak Bejo menelfonku..


pak Bejo [ Hallo non ]


Aku [ hallo pak, kok belum datang menjemputku?? ]


pak Bejo [ maaf non, mobilnya masuk bengkel ]


Aku [ yaelah kenapa lagi pak tuh mobil?? ]


pak Bejo [ gak tau non, tadi tiba tiba macet ]


Aku [ yaudah aku pesan taxi online saja ]


pak Bejo [ baik non, maaf ya non ]


Aku [ iya pak gak papa ]


ku matikan telepon dari pak Bejo, menarik nafas dalam-dalam berjalan di halte,saat aku mau memesan taxi online, motor gede berhenti di depanku..


"kenapa masih di sini??" ucap kak kevin


"kak Kevin" senyumku


kecil membalas senyumanku..


"pak sopir tidak bisa menjemputku katanya mobilnya macet tadi"


"mau aku anterin??" tawar kak Kevin


"eem, gak kak makasih takut ngrepotin"


"Oo, yaudah"


Kevin menutup kaca helm ia kembali melajukan motornya, kenapa aku kesal?? bukankah aku yang menolak tawarnya?? dasar aku !! ..


kenapa ya?? hanya kak Kevin yang gak berubah sikapnya kepadaku tetap dingin dan sangat cuek..


aku duduk kembali mengambil ponsel yang ada di saku seragamku,


tin tin ..


aku menoleh kesumber suara..


"kak erlan" girangku


"ngapain??"


"nunggu taxi kak"

__ADS_1


"udah pesan belum??"


"belum kak"


"yaudah biar Kakak antar kamu pulang"


"gak perlu kak, nanti ngrepotin"


"aku gak bilang loh kamu ngrepotin" senyum khas kak erlan


"kebiasaan, yaudah deh kalo maksa"


"idih, aku gak maksa loh"


"kakak ih, gak jadi aja" manyunku


"ngambek, nanti gemukan lagi loh" hahaha


"biarin ih"


"ayok mau pulang gak??"


"gak !! "


"ya udah kalo gak mau, nanti ada preman atau orang gila, kasian deh" Hahahha


"kakak ih, benar aku naik"


naik ke motor kak erlan, untuk pertama kalinya aku membonceng seorang pria yang bukan kakaku..


"tapi aku mau ke toko pakaian olahraga dulu, gak papa kan??"


"iya gak papa"


"oke"


aku sangat menikmati perjalanan ini, sungguh ini sangat menyenangkan angin yang berhembus menerpa wajahku dan juga rambutku berterbangan..


"kak bisakah pelan pelan, rambutku nanti kusut lagi"


"kakak erlan benar benar ya kamu" mencubit lengannya


kak erlan entahlah apa yang aku rasakan saat ini, aku selalu bahagia dan juga nyaman saat berada di dekat kak erlan..


tapi aku malah mencintai kak kevin yang jelas jelas dia tidak pernah menggangap aku ada, bahkan dia sangat cuek kepadaku..


motor terpakir kak erlan melepaskan helmnya , melihat wajah tampannya aku tersenyum ke arah kak erlan..


"gak usah senyam senyum gitu, jelek gak ada cantik cantiknya"


"yeee, siapa bilang aku cantik emang aku jelek kok"


wajah julit kak erlan mulai, ku benarkan rambutku yang sedikit berantakan mengikuti kak erlan dari belakang..


"sini berjalan di sampingku" serunya


"malu kak"


"kebiasaan" ketusnya


kamipun memasuki toko pakaian olahraga, berbeda dengan dulu sekarang gak ada yang ngata ngatain aku, yang ada mereka terpana melihatku..


"wiiih, yang udah jadi pusat perhatian" sindir kak erlan


"apaan siih kak" aku malu


kak erlan mengacak rambutku, kamu tunggu sini saja dari pada ngikutin aku nanti capek..


"siap kak"


aku duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan di sana, kak erlan meninggal aku sendiri..


"loh, kamu" kaget kak kevin


"kak Kevin" aku gak kalah kaget


"ngapain??" duduk di sampingku

__ADS_1


"em itu anu itu kak erlan" gugupku


"Kenapa dengan erlan??" kak kevin menautkan alisnya


astaga !! tampan sekali kak,,kalo tampan tampan aja gak usah di tambahin unyu bengini, aku jadi makin susah untuk melupakan cinta ini..


"malah bengong, dasar aneh"


"eh itu, aku gak aneh cuman ....."


"cuman lagi mikir mau ngomong apa??" timpal kak kevin


"hehehhe, kakak tau aja" senyumku


dari depan kak erlan berjalan menghampiriku dan juga kak kevin..


"Vin kamu di sini juga" ucap kak erlan


"iya,kamu jadi beli tuh baju"


"yo'i"


ku anyunkan kakiku mendengarkan percakapan dua pria tampan, menyelipkan rambutku ke belakang telinga..


"makan yuk??" usul kak erlan


"ayok !! " jawab kak kevin


"Nara kamu mau ikut gak??"


"makan??"


"iya, gak bakalan jadi lemak tenang aja"


"bukan begitu, tapi kak kevin gak papa kalo aku ikut??" melirik kearah kak kevin


"Hahahaha, Kevin emang orangnya seperti itu Nara sangat dingin, tapi aslinya dia perhatian banget loh, sebentar dia yang nyuruh aku ....


"erlan" senyum kecut kak Kevin


aku melihat wajah kak Kevin dia nampak sangat panik, aku yakin ada yang di sembunyikan kak Kevin dari aku, tapi menyembunyikan apa dari aku?? dah lah aku aja yang terlalu ge'er..


"maaf-maaf, yaudah ayok" seru kak erlan


Kevin melirik kearahku, kak Kevin kak kevin susah amat untuk mencairkan kamu, kamu sungguh sangat misterius..


aku berjalan di belakang dua pria tampan semua netra memandang kak kevin dan juga kak erlan..


dreeet dreet dreet..


ponsel kak erlan berbunyi..


"sebentar aku angkat dulu" ucapnya


"iya kak"


kak erlan mengangkat telfon entah dari siapa?? tapi nampak sangat serius wajahnya pun nampak cemas. .


"ada apa bro??" tanya kak kevin


"bibik aku kecelakaan sama pak sopir pribadinya mamah, aku mau kerumah sakit sekarang kasian mereka, papah sama mamah aku lagi di luar kota" khawatir kak erlan


"aku ikut kak??" ucapku ikut khawatir


"gak usah Nara, kamu pulang saja biar di antar Kevin"


"kamu yang tenang bro,. aku yakin bibik kamu baik baik saja" kak Kevin menepuk pundak kak erlan


"makasih vin, aku nitip Nara ya anterin dia pulang" ucapnya tersenyum kearahku


"oke, nanti aku kasana" seru kak kevin..


"oke, aku duluan ya"


kak erlan pergi terlebih dahulu, tersisa aku sama kak Kevin, aku gak ngerti harus gimana sekarang..


******

__ADS_1


__ADS_2