Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 43


__ADS_3

"kamu Nara !! " tanya Tante Hapsari


"iya aku Nara" senyumku


"kamu udah diet??"


"iya Tante"


"pasti kamu kedokter ya??"


"gak dong Tan, aku rajin olahraga sama pola makanku yang aku jaga Tan"


"hebat ya kamu, padahal tahun lalu kamu masih gemuk banget" muka julitnya


"iya Tante" muka malasku


"yaampun tenyata kamu cantik sekali kalo langsing gini" puji Tante Hapsari


"gak kok Tante biasa saja" senyum kecutku


"beneran, tau gini dulu aku mau aja menjodohkan anak Tante sama kamu"


"hehehehe, maaf Tante aku mau belanja dulu" mencoba masih tersenyum


"maaf nyonya kami permisi dulu" seru bibik


"iya iya, kapan kapan main ke rumah Tante" serunya


aku sama bibik tidak menggubrisnya dia sangat menjengkelkan sekali apalagi mukanya hih sangat menyebalkan..


"non, bibik kok gemes banget lihat nyonya Hapsari"


"sama bik, kalo dia bukan teman mamah ogah banget aku senyam senyum dengannya"


"iya non, lagian non juga gak mau kan kalo di jodohkan sama anaknya nyonya Hapsari??


"ogah banget, aku udah pernah lihat anaknya gak banget" kesalku


bibik mulai mengambil barang barang yang Habis di rumah, belanjaan kamu cukup banyak sehingga kita kewalahan untuk membawa ke mobil..


"perlu bantuan cantik" ucap seseorang


aku menoleh kesumber suara,


"Doni" senyumku


"Hay ra" membalas senyumanku


"sama Hani??" tanyaku


"gak, aku sendirian"


"Ngapain??"


"tadi aku lewat terus Hani nitip ini" memperlihatkan titipan Hani


"hahahaha, Hani Hani gak bisa tanpa ngemil"


"iya, oh iya sini aku bantu bawain belanjaannya" tawarnya


"gak udah don, biar nanti bibik yang bawa"


"udah gak papa, banyak loh ini belanjaannya" serunya


bibik datang,


"loh ini siapa non?? pacar ya??" wajah kepo bibik


"bukan bik, saya temannya Nara" ucap Doni


"Oalah iya iya, yaudah bibik naruh blanjaan ke dalam mobil dulu"


"oke bik" ucapku


"biar aku bantu bik" tawar Doni


"jangan den nanti merepotkan"


"gak dong, sama sekali gak merepotkan"

__ADS_1


Doni membantuku membawa barang barang belanjaan, diam diam aku mengambil foto Doni yang sedang menenteng barang belanjaan..


membuka WhatsApp mengirimkan ke nomor Hani pasti dia geger tau pacarnya sendang bersamaku..


Ting ..


balasan pesan Hani..


Hani [ ayangku yang sangat baik hati, awas aja kalo kamu Berani menggoda ayangku ]


Aku [ mana berani tuan putri Hani ]


Hani [ bagus jika kamu Berani menggoda suamiku aku pastikan kamu bakal gemuk lagi ]


Aku [ jahat banget ]


Hani [ kudu itu, Karena kamu sudah merebut suamiku ]


Aku [ idih, bucin banget ma Doni ]


Hani [ karena dia cinta pertamaku ]


Aku [ hih, ]


Ku masukkan ponselku kedalam tas, berjalan kearah mobilku di mana bibik dan Doni sedang menata barang belanjaan..


"makasih ya Don" ucapku


"sama sama, aku langsung pulang ya ra"


"oke siap, sekali lagi terimakasih banyak"


"iya, seperti sama siapa saja"


Doni berlalu meninggalkan aku dan juga bibik, bibik masih sibuk menata belanjaan kami aku masuk kedalam mobil..


mengambil kembali ponselku, membuka pesan masuk sangat banyak tapi tidak aku balas malas saja menanggapi orang orang yang gak jelas..


"ayok non pulang" ucap bibik


"oke bik, nggak kemana mana lagi kan ini??"


kulajukan mobilku membelah jalanan yang di kelilingi lampu kelap kelip di pinggir jalan, udah lama sekali aku tidak menikmati perjalanan malam..


sesampainya di rumah aku langsung masuk kedalam kamar, teringat ada pr matematika untung aku ingat kalo tidak besok pasti aku di hukum..


membuka tas sekolahku mengambil buku matematika mulai mengerjakan pr-nya, tidak perlu membutuhkan waktu lama aku sudah selesai mengerjakan pr..


akhirnya selesai juga, aku olahraga terlebih dahulu sebelum tidur supaya tetap Langsing bin cantik.. hehehe


dreet dreet dreet..


ponselnya berbunyi segera aku mengapai Ponselku yang berada di meja samping kasurku..


Aku [ Hallo, maaf siapa ini?? ]


Kak Kevin [ malam Nara ]


degh !!


suara kak Kevin , apa ini kak kevin??


Aku [ ka-kak ke-kevin?? ]


Kak Kevin [ iya, save ya nomorku ]


Aku [ ba-abik kak ]


kak kevin mematikan telfonnya, aku sangat syok mendengar suara kak kevin aku jingkrak jingkrak di atas kasur berteriak gak jelas untung kamarku kedap suara..


aaaghhh aaagghhh aaghhh


syalala lalalala


kurasa kutlah jatuh cinta kepada kak kevin hhohoho, aku sangat bahagia sekali demi apa kak kevin menghubungi aku dan nyuruh aku untuk menyimpan nomornya..


tak terasa hari sudah semakin malam,mataku sudah sangat tidak bisa di kompromi, memejamkan mataku tidur dengan pulas..


pagi hari yang Rista sudah membangunkan aku dia berisik sekali di depan pintu kamarku, benar benar dia sangat menyebalkan..

__ADS_1


duduk dari tidurku berjalan dengan tergesa-gesa membuka pintu kamar terlihat Rista meringis kearahku..


"Ristaaaaa !! masih jam berapa ini !! " kesalku


"lima" meringisnya


"tau baru jam lima ngapain kemari??" seruku


"mau lari pagi"


"yaampun nanti ristul"


"kok ristul" manyunnya


"abisan kamu menyebelin kakak mau ngantuk tau"


"aku di suruh mamah"


"bohong !! "


"mamah nih kakak gak mau ngajak aku lari pagi" lantang rista


"wleeekk" aku tutup kamarku


duduk di sofa memijat keningnku, gara gara Rista aku jadi gak ngantuk, dasar bocil menyebalkan..


aku cuci muka, membuka pintu kamar berjalan menuruni tangga di sana ritsa sedang bermanja dengan papah dan mamah..


kehadiran Rista menbuatku dan keluarga jadi sering tertawa karena tingkah manja maupun tingkah lucunya..


pukul setengah tujuh pagi kamipun bersiap siap untuk pergi ke sekolah, hari ini aku membawa mobil sendiri, karena pak Bejo belum berangkat..


"daaahh, Rista encus udah berangkat jadi gak bareng kakak" ucapku


"yeah, kak Kevin tampan tidak ke sini kak??"


"enggak, daaaahh Rista"


aku masuk kedalam mobil melajukan mobilku dengan kecepatan sedang, memutar musik kesukaanku..


untung jalanan gak terlalu macet jadi aku tidak terlambat, memakirkan mobilku di tempat parkir..


Hani menghampiriku, ku buka pintu mobil senyum kearah Hani..


"wiidiihh, bawa mobil" seru Hani


"iya, pak Bejo belum pulang" ucapku


"gak di jemput kak erlan??" tanyanya lagi


"enggak, ke kelas yuks"


"ayuks"


kamipun berjalan menuju ruang kelas, murid murid mulai berdatangan, Veronika menyenggol lenganku saat ia berjalan di sampingku..


"eh gila" kesalku


"siapa yang gila hah !! " ucap Veronika membalikan badannya


"kamu !! " hahahhaha ledek Hani


"beraninya kau !! " geram Veronika


aku tidak menggubrisnya jalan berlalu meninggalkan Veronika in the geng, seperti dia tidak terima aku katakan gila..


"tunggu Nara !! " geramnya


"apa !! " ketusku


"kenapa kamu bilang aku gila !! "


"gak tau siih" sinisku berjalan kembali menggandeng tangan Hani


"gaje banget" teriak Veronika


"tutup telinga kita Hani, dan lari" teriakku


aku dan Hani berlari masuk kedalam kelas, tertawa terbahak bahak puas sekali mengerjai Veronika sii kutu kupret..

__ADS_1


*****


__ADS_2