
mengusap air mataku, aku semakin bersemangat untuk diet tidak mendengarkan perkataan orang lain..
"kak erlan" lirihku
"iya" menoleh kearahku
"trimakasih kak"
"sama sama, usap air mataku sekarang ikut kakak keaula akan games lagi"
"baik kak"
aku berdiri dari dudukku, kak erlan berjalan mendahuluiku mau berjalan di sampingnya tapi aku malu gak pantas saja rasanya..
"nara kenapa jaga jarak??"
"gak papa, gak pantas saja berjalan bersama dengan kakak"
"loh, kenapa gak pantas??"
"entar yang ada aku di bully sama teman teman yang lain"
"gak akan, ayok jalan bareng aku"
"i-iya"
aku masih canggung sekali bejalan di samping kak erlan, banyak netra yang melihatku, tapi tidak aku gubris sama sekali..
saat aku dan kak erlan melintasi kakak kelas yang sedang berjejer mereka saling berbisik, aku sungguh tidak nyaman..
"kak" lirihku
"iya" menoleh kesamping
"kakak duluan saja, aku gak nyaman semua membicarakanku"
tangan kak erlan merangkulku, kaget dong aku,
"kak, jangan seperti ini gak enak sama yang lain"
"gak papa, biar mereka makin iri melihatmu"
"tapi kak"
"udah jalan aja" santuynya
aku sangat gugup tapi nyaman sekali jika berdekatan dengan kak erlan, Hani berlari menghampiriku..
"kak erlan ngapain, itu tangan??" ucap Hani
"gak papa, temanmu udah datang jangan nangis lagi" kak erlan berjalan berlaku meninggalkan aku dan juga Hani
aku melihat wajah Hani, bibirnya monyong lima Senti,
"tuh bibir kenapa??" tanyaku
"enak jadi kamu, dekat sama kak erlan, kok bisa sii kak erlan dekat banget sama kamu??"
"ya gak tau aja, tiba tiba kita akrab saja padahal pertemuan juga tanpa di sengaja"
"jangan bilang kamu menyukainya??"
"gak Hani, aku merasa nyaman saja kalo dekat dengan kak erlan"
"wadoh !! "
"kenapa??"
"gak papa Nara, oh iya mau ikut games gak??" .
"gak Han, aku mau lihat saja"
"oke"
Hani mengandeng tanganku, perutku sangat lapar biasanya jam jam segini perutku menggiling makanan ringan, tapi aku harus menahannya.
__ADS_1
"nih minum, kamu pasti lapar" Hani memberikan minum mineral untukku
"makasih Han, kamu emang si paling mengerti"
semua murid maju maju satu persatu, ada yang membacakan puisi dan juga pantun, namun kebanyakan mereka saat berpantun menyindirku..
"Nara gak usah dengarkan kata mereka, nih aku udah pesan teh pelangsing badan untuk kamu"
"lha, kamu belikan teh pelangsing online untukku??"
"iya Nara, biar berat badan kamu turun tapi di barengi dengan olahraga teratur minum air putih yang banyak"
"aaaaa trimakasih Hani"
"iya Nara, semangat dietnya"
aku tersenyum kearah Hani, aku lebih semangat lagi dietnya, dari pada si sini duduk gak jelas lebih baik aku lari lagi di lapangan basket..
"Han, kau mau lari lari di lapangan basket"
"Oke, nanti aku Samperin kamu kalo udah mau jam makan siang"
"oke"
aku keluar dari barisan berjalan mundur berlahan, berjalan kearah lapangan basket, mulai berlari kecil terlebih dahulu..
satu putaran aman, dua putaran, saat mau tiga putaran kakiku mulai gak bisa untuk melanjutkan lari lagi,
"semangat amat"
aku menoleh kesumber suara
"urusan kamu apa?? ketusku
Adit hanya tersenyum miring kearahku..
"gak jelas"
Adit pergi lega sekali kutu kupret pergi, ku rebahkan tubuhku di bawah pohon rimbun rasanya sejuk sekali..
"Nara" seru Hani menghampiriku
"Hay Han, udah gamenya??"
"udah, sini aku bisikin" teriak Hani
kusudahi lariku, berjalan kearah Hani..
"apa Han?? keknya penting amat"
"dengar !! tadi kak Kevin gak trima kamu jadi bahan lelucon mereka"
"maksudnya??"
"tadi pada buat seperti kawakan gitu loh, terus kebanyakan mereka menjadikan kamu sebagai leluconan mereka"
"teruusss"
"kak Kevin dengan tegas memarahi mereka"
"serius kamu??"
"iya, semua terdiam gak berani lagi kamu jadikan lelucon mereka"
"syukurlah masih ada yang perhatian sama aku" senyumku
"kamu harus mengucapkan terimakasih untuk kak Kevin, nanti aku antar kamu"
"kaya aku anak kecil saja, di antar segala" hahhaha
"hahahhaha, Kirain, gak sabar nanti malam api unggun" girang Hani
"kasian yang ayangnya gak satu sekolahan"
"gak papa, di sini bnyak pria tampan jadi aku selalu tidak apa apa" hehehhe
__ADS_1
"dasar kamu ya"
"makan yuk, lapar" seru Hani
"iya ayok"
aku dan Hani mencari makan keluar dari gerbang sekolah, kamipun bergandengan tangan..
menemukan pedangang bakso, kamipun masuk kedalam untuk memesan bakso,aku yang biasanya pesan dua porsi nambah lontong sekarang hanya satu porsi tanpa lontong..
"kamu seriusan cuman mau satu porsi"
"iya, aku harus konsisten"
"baiklah, minumnya apa??"
"air mineral saja Han" ucapku
bakso pesanan kami datang segera menyantapnya, kurang rasanya tapi aku harus menahannya agar tidak nambah lagi..
setelah makan kami berjalan lagi menuju sekolahan, bertemu Veronika in the geng wajahnya sangat sinis kepdaku..
"perempuan jelek gendut kek gini di bela belain banget sama Kevin"
"benar ve, apa hebatnya dia"
"iri tanpa tak mampu" balasku
"hello iri?? mana pernah aku iri kepadamu nara !! cantik cantikan aku?? manis manisan aku?? kaya ya jelas kaya aku, untuk apa aku iri sama kamu" sentak Veronika
"bilang aja iya aku iri sama kamu Nara, susah amat" ketusku
"jangan kepedean, mana ada seorang Veronika iri dengan seorang Nara" hahahha
"helleh" aku berjalan melewati monster betina
masuk kedalam tenda memainkan ponselku mencari tempat gym terbaik, aku harus menurunkan berat badanku dalam waktu dua bulan..
"Nara kita pesan mie setan yuk??"
"gak hani"
semua menoleh kearahku..
"ada yang salah??" ucapku
"telinga kita masih normal kan??"
"gak tau kok tanya aku" jawabku
"kamu kok tumben nolak makanan, biasa udah menghabiskan beberapa makana" hahahha
"emang masalah buat kalian??" ketusku
"gak juga sii, merasa aneh saja,Nara yang tadinya doyan makan sekarang anti makan"
"apa masalahnya jika orang berubah"
teman setendaku menganggukkan kepalanya, Hani malah yang sekarang makan dengan porsi yang mirip seperti ku dulu..
"Hani jangan banyak makan, nanti aku kurusan kamu gemukan" candaku
"Hahhahaha, gak akan Nara"
"ya deh iya, nanti nangis kalo bb'nya naik"
"kita kan mau olahraga bareng bareng"
"terserah kamu ajah deh Han" menepuk jidatku
sejak sore semua yang mengikuti persami sudah membereskan barang bawaan mereka, tendapun sudah mulai di beres beres..
aku yang biasanya seperti keong sekuat tenaga aku menjadi perempuan yang cekatan, capek banget tapi aku harus terbiasa dengan perubahan ini..
aku berfikir mulai besok abis sekolah pergi ke gym, aku harus melakukannya setiap hari, mengikuti senam Sabtu dan juga Minggu..
__ADS_1
*****