
Hani melepaskan pelukanku,dia menyeret tanganku untuk masuk kedalam kamarnya,aku masih menangis sesenggukan..
duduk di sofa dekat kasur Hani, ia mengusap air mataku yang tak hentinya mengalir,,Hani berdiri dari duduknya entah kenapa Hani dia tidak kunjung datang ke kamar..
Hani datang ia menutup pintu kamarnya,, memberikan air putih untukku,aku meneguk air putih sampai habis tak tersisa..
"ceritakan ada apa Nara??"
"Kevin han, dia mau menikah" ucapku sendu
"nikah?? ya jelas Nikah,,gimana sii kamu Nara Hahahha, apa yang kamu Tangisi??"
"nikahnya bukan sama aku Hani !! " sentakku
"apa !! "
aku menangis sesenggukan,
"gila !! ini benar benar gila !! gak masuk akal Nara !! sejak kapan dia selingkuh??"
"aku gak mau membahasnya lagi,,hatiku terlalu sakit"
"iya iya oke, aku tau itu"
"bolehkan aku menginap di rumah mu??"
"tentu" senyum Hani
"aku mau mandi"
"mau di temenin??" wajah horor Hani
"ih apaan sii, kita sama tau" senyumku
"nah gitu dong senyum,kan adem lihatnya"
"emang tadi panas??" Hahahha
"sepanas hatimu pada kevin"
"gak usah nyebut namanya lagi aku gak mau dengar nama itu"
"iya iya"
aku masuk kedalam kamar mandi Hani, rasanya sangat segar sekali,sesudah mandi aku dan Hani duduk bersama di teras kamarnya..
"Nara"
"iya"
"apa boleh aku tanya tentang kalung itu??"
"oh ini" aku memegang kalung pemberian kak erlan
"kalo kamu putus sama kak Kevin kenapa kalung itu masih di pake??"
"kata siapa, aku kan udah ngomong kalo ini kalung aku beli sendiri"
"preeett"
"aku kok gak percaya kalo itu kalung kamu beli sendiri"
"kenapa sii kamu gak percaya,udah ngomong saja"
"ini dari kak erlan" lirihku
"nah kan !! " teriak Hani
"Hani apa ih keras keras"
"ya maaf" cengir Hani
aku menatap kedepan, jujur aku sangat merindukan sosok kak erlan saat ini, dia yang dulu selalu ada untukku..
"Nara apa kamu masih menginginkan kehadiran kak erlan??"
"iya Han, dia pria yang mampu membuatku semangat menjalani diet,aaahhh Hani aku jadi rindu kak erlan"
"tau gini kamu di sakitin kevin mending milih kak erlan, ya mungkin kasih sayang kamu itu ke kak erlan hanya sebatas sahabat saja, tapi aku yakin kok lama lama kamu akan mencintai dia juga"
__ADS_1
"ini sungguh menyebalakan" merebahkan tubuhku
"dari pada galau aku ke dapur dulu ya, ada bahan masakan apa untuk malam ini"
"iya"
"jangan loncat" hahahaha
"gak banget hanya karena cinta aku budir amit amit"
"nah itu tau, bentar ya"
"oke"
Hani meinggalkan aku yang masih duduk di teras kamarnya, berdiri dari dudukku berjalan menatap pemandangan yang ada di depan mataku..
begini lah rasanya kalo sedang patah hati,tapi aku tidak boleh berlarut dalam kesedihan aku,tetap tenang meskipun aslinya rapuh..
ting ..
kuambil ponselku, panggilan dari kak Kevin banyak sekali hingga dia mengirimkan pesan untukku..
Kak Kevin [ kamu ada di mana Nara?? tadi kerumah kamu,, kenapa kamu gak ada ]
Aku [ peduli apa kamu sama aku ]
Kak Kevin [ dengar Nara aku masih sangat mencintai kamu ]
Aku [ bohong ]
Kak Kevin [ please Nara, kita harus bertemu aku akan menjelaskan semuanya]
Aku [ tadi udah cukup ]
Kak Kevin [ belum Nara, aku gak tau bila hidupku tanpa kamu ]
Aku [ omong kosong ]
kak Kevin tidak lagi membalas chatku ia menelpon,aku tidak mau mengangkatnya masih belum bisa menerima semua ini bahwa kak Kevin bukan untukku..
malam hari di rumah Hani cukup menenangkan perasaanku,mamah ternyata menelfon Hani takut aku tidak kerumahnya..
"gak papa Han, kan udah jelas aku di rumah kamu"
"iya juga sii" hehehe
setelah makan malam bersama keluarga Hani, aku dan menaiki tangga menuju kamar Hani..
Ceklek ..
"dari pada kamu nangis aja ?? kita ke cafe kakak aku aja gimana??" ide Hani
"malas"
"ayok Nara !! "
"gak di bolehin sama mamah kamu"
"siapa bilang,aku sering ke cafe kakak aku kalo jam jam segini"
"tapi"
"udah ayok !! "
Hani mengambil tasnya,Hani memaksaku untuk ikut dengannya,,kamipun menuruni tangga menuju ruang depan..
"mah aku mau ke kakak" seru Hani
"iya, jangan malam malam pulangnya"
"siap mah"
"mari Tante" ramahku
aku berjalan menuju depan rumah, masuk kedalam mobil Hani, ku rebahkan tubuhku di kursi mobil..
teringat kembali kak Kevin yang sudah tidak mungkin menjadi milikku,
"tu kan kok nangis lagi"
__ADS_1
"aaaa rasanya aku gak bisa Nerima Hani, udah aku coba untuk baik baik saja nyatanya ini sangat menyakitkan" huhuhu
"aku tau itu" senyum Hani
"apakah aku bisa melewati hari hariku tanpa kak Kevin??"
"bisa Nara kamu pasti bisa"
"tapi kenangannya begitu indah" ku usap air mataku
"pasti bisa Nara, sedikit sedikit saja lambat laun pasti kamu bisa"
"andaikan ada kak erlan" sedihku
"udah dong ra, sekarang gini aja kamu fokus ke kuliah kamu, move on dari pria tampan itu yang bisanya menyakiti hati kamu !! "
"tapi Han"
"sssstt, kita hampir sampai" seru Hani
mobil Hani berhenti di parkiran cafe kakaknya,,nampak sangat rame pengunjung,aku makin malas saja..
"ayo Nara"
"males"
"ada es cream Sandwich di dalam"
"Hufft"
ku buka pintu mobil, hani memegang kita masuk kedalam cafe, namun saat mau masuk aku berpapasan dengan angel..
dia tersenyum kepadaku,akupun membalas senyumannya,,
"aku masuk dulu Nara, mengambil es cream Sandwich untuk kamu"
"iya nara"
angel yang tadinya mau jalan, ia urungkan niatnya untuk berjalan,,angel meraih tanganku sehingga aku menoleh ke arah angel..
"apa kita boleh bicara??" katanya
"boleh"
angel dan aku duduk di depan cafe duduk di kursi taman,, menikmati angin yang berhembus..
Angel meriah entah apa di dalam tasnya, wajahnya pun gak seperti dulu yang kecewa terhadapku,,angel memberikan sebuah kartu undangan tunangan..
"waahh, selamat ya angel" ucapku
"bukan aku, di buka aja"
aku membuka undangan tersebut tertera nama kak Kevin dan perempuan itu,,aku mencoba tidak menangis tapi tetap gak bisa air mataku tetap mengalir..
"maaf"
"tidak perlu minta maaf angel, aku udah tau semuanya"
"benarkan??"
"iya"
"aku tau itu sangat menyakitkan, menangislah Nara"
angel mengelus lembut punggungku, aku menangis sejadi jadinya,, hidupku merasa gak ada gunanya..
"Kevin itu emang bre*s*k bisa bisanya dia menyakiti kamu !! pengen tak makan tuh orang Gedeg banget gak bersyukur udah mempunyai kamu !! "
ku usap air mataku, menatap angel yang sekarang sikapnya hangat kepadaku,,
"kenapa menatapku seperti itu??"
"sekarang kamu baik"
"iya karena aku di Bilangin sama erlan,kalo aku gak berhak membencimu"
"Kak erlan??"
"iya" angel menganggukkan kepalanya
__ADS_1
*****