Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 15


__ADS_3

Rista memelukku sangat erat sekali, aku mengelus lembut rambut Rista yang sekarang nampak harum dan juga sangat lembut..


"kak ayo makan, tadi rista bantu bantu bibik masak"


"gak nolak kalo soal makan kakak" hehehhe


"ayo kak"


Rista mengandeng tanganku, tangannya sangat mungil sekali, sesekali rista menoleh kearahku..


"Kenapa?? kakak gemuk ya??"


"kakak cantik" puji Rista


aku tersipu malu, Rista bisa saja mampu membuatku salting, biasanya yang bilang aku cantik cuman seisi rumah, ini di tambah Rista..


"bibik" sapa ku


"makan non, nih udah bibik siapkan"


"makasih bik, oh iya bik tolong ambilkan belanjaan aku di mobil, lupa aku bik"


"baik non"


"trimakasih ya bik"


"sama sama"


aku dan rista duduk di kursi meja makan dia betul betul seperti adiku, odipus datang menghampiriku ia sangat manja..


"kucing kakak jadi namanya odipus??"


"iya, Rista juga suka kucing??"


"iya kak"


"sekarang odipus juga milik kamu" ucapku


"asyik horee" girang Rista


gak jadi makan, odipus mau ngajak main aku bawa kedalam kamarku, rista mengikutiku dia sangat mengemaskan..


"kak kok gak jadi makan??" manyun Rista


"nanti, kita taruh odipus kedalam rumahnya supaya kita makanannya gak di ganggu odipus"


"gitu ya??" cengir Rista


ku taruh odipus kerumahnya, aku segera mengambil handuk menuju kamar mandi untuk mandi..


malam hari mamah, papah, Rista dan aku berkumpul di rumah keluarga, Rista mampu membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya..


"papah udah baca surat yang kemarin aku kasih??"


"iya sudah, nanti papah kasih uang lebih"


"yey, makasih ya pah" memeluk papah dari samping


"sama sama sayang" mencium keningku


mamah sedang asyik bermain dengan Rista, sepertinya Rista memang Tuhan kirimkan untuk keluargaku yang sudah lama tidak ada tawa renyah seperti ini..


"pah mah, Nara masuk kamar dulu ya"


"iya nak"


menaiki tangga membuka pintu kamar, merebahkan tubuhku di atas kasur menatap langit langit kamarku..


seketika aku teringat kata kata kak erlan dan juga kak kevin, teringat juga hinaan para Kaka kelas yang julit kepdaku belum lagi teman teman mamah, dan parahnya kata kata Adit kembali teringat olehku..

__ADS_1


berdiri dari rebahanku berjalan kedepan cermin besar ku tatap tubuhku emang saat jelek di usiaku yang baru saja masuk sma..


benar apa kata kak erlan aku harus rajin olahraga dan juga diet, jadi teringat kak Kevin sehabis persami aku akan menemuinya di taman kota..


tok tok tok ..


"masuk aja bik, gak di kunci" terikaku


Ceklek ..


"mau mengantarkan sepatu non"


"oke bik, udah kering??"


"udah, oh iya non bibik besok harus menyiapkan apa saja??,"


"seragam olahraga berserta sepatu, piama yang baru aku beli, udah itu siang sii??"


"baik non"


"sama baju Pramuka"


"oke siap, bibik keluar dulu ya non??"


"iya bik"


bibik menutup pintunya tidak lupa aku menguncinya, merebahkan tubuhku keatas kasur pergi kealam mimpi..


burung berkicau begitu indahnya, ku buka mata ini menatap jam dinding menunjukkan pukul enam pagi, bergegas aku mandi memakai seragam, sepatu membawa tas sekolah..


sarapan bersama papah dan juga mamah hari ini Rista udah bisa masuk sekolah, wajahnya kini terlihat segar..


"mah pah Nara berangkat dulu ya??"


"loh kok gak di bawa sekalian Barang barang kamu??"


"nanti sore mah"


"mana berani pah aku mbolos" hehhehe


"daaaaah"


kulangkahkan kakiku keluar dari rumah, masuk kedalam mobil, mang bejo segera melajukan mobil dengan kecepatan sedang..


Ting ..


pesan dari Hani, segera aku membukanya..


Hani [ Nara seperti biasa ]


Aku [ siap Han ]


ku masukkan kembali ponselku kedalam tas, sesampainya di gerbang sekolah Hani sudah menungguku di depan sana aku pun turun dari mobil..


"Nara" sapa Hani


"Hani" sapaku balik


Hani merangkulku aku dan juga hani masuk ke dalam halaman sekolah suasananya sangat ramai iyalah ramai masak sepi..


"heh gajah bengkak??" Veronika menghampiriku


"eeemm, Hani di mana ada gajah bengkak??" tanyaku ke Hani


"di depan kita" hahahhaha


"serem ya"


"iya, mending kita ke kelas saja yuk" seru Hani mengandeng tanganku

__ADS_1


melirik kearah Veronika, hidungnya kembang kempis menahan amarah di hatinya, tapi aku cuek saja..


"tunggu !! " teriak Veronika


"gimana ini Han, seperti monster betina marah kepada kita"


"gak papa santuy saja, kita gak usah dengerin Monster jelek itu" ucapku mempercepat langkah ini


eeee la dalah, bertemu Kak kevin, mau menyapanya tapi kita gak kenal dekat, tapi kemarin aku sempat jalan di dekatnya..


"pagii kak Kevin yang ganteng" sapa Hani


Kevin tidak menjawabnya ia hanya melirik kearahku, aku tersenyum kearahnya, tapi dia tetap di mode serius..


"ciyee Nara di lirik kak Kevin"


"hehehehe" saltingku


"idiiihh, salting" teriak Hani


aku langsung menutup bibirnya menggunakan tanganku, Kevin menoleh kearah aku dan juga Hani, karena teriakkan Hani barusan mampu membuat murid melihat kearah kami..


"Gak usah teriak seperti toa kali" kesalku menyeretnya kedalam kelas


melepaskan tanganku dari bibir Hani, ia masih cekikikan, aku membulatkan mataku kearah Hani..


"ampun bos ampun"


"emang aku bos kamu" kesalku


"di amiiin aja dulu"


"yaelah, ia deh" menepuk jidatku


tak berselang lama Bu guru datang membawa kertas putih aku pastikan pasti hari ulangan mendadak, kebiasaan ini untung aku memiliki otak yang encer..


"pagii anak anak, hari ini kita ulangan bahasa Indonesia"


"yeah, buk pasti mendadak"


"dahlah pasti nilaiku jelek"


"udah aku duga"


"uang saku di kurangin lagi"


"mantap jiwa"


"aiiss, Bu guru mah suka gitu ih"


rengek semua murid, kalo aku si santuy semua bisa di atur, gaya dikit gak papa lah ya.. hehehe


"semua harap tenang, dan kerjakan" perintah bu guru


aku segera mengerjakan ulangan, benar apa kataku ini sangat mudah, aku mulai mengerjakannya..


akhirnya selesai juga, aku mengumpulkan soal ulangan di atas meja guru, kembali lagi berjalan kearah mejaku..


bruk ..


aku terjatuh karena ulah kaki Adit, dia tersenyum mering kearahku, Adit benar Benar ya, oke sekarang kita musuhan..


"hahahaha hahahhaha Hahahha" semua murid tertawa terbahak bahak


aku sangat Malu sekali, Hani langsung menolongku di bantu oleh Bu guru dan juga Nazar murid cupu di kelas ini..


"diam semuanya, gak baik menertawakan temannya sendiri, bukanya di bantuin malah ketawa gak jelas" geram Bu guru


semua langsung diam tidak berani ada yang tertawa, aku di duduk di meja menatap Adit dia sungguh kelewatan..

__ADS_1


"dengarkan ibu guru, jangan pernah tertawa di atas penderitaan teman kira sendiri, lihat Nara dia murid yang berprestasi, memiliki nilai yang sangat baik, jauh di atas kalian, seharusnya kalian mencontoh Nara bukan malah sering membully nya !! "


****


__ADS_2