
"ada yang salah dengan anakku?" ucap mamah
"yang benar aja jeng, anak kamu yang pertama sangat tampan loh, mana mungkin anak kedua kamu gendut seperti ini"
"emang kenapa kalo gendut??" mamah mulai naik darah
"maaf jeng, gak gitu maksut jeng Nana kami hanya kaget saja jeng, yaudah lupakan mari kita nyalon"
"ingin ya, meskipun anak aku gendut bagiku dia gadis kecilnya di kaluarga kami, kalau kalian masih mau suaminya bekerja sama dengan suamiku, jaga ucapan kalian Jangan pernah menyinggung tentang anakku" kesal mamah
"iya jeng Yulia, maafkan kami"
tetap saja mereka tidak bersikap manis kepadaku, kasian mamah selalu saja kalo aku ikut ada aja yang membuat mood mamah gak baik..
apa sebaiknya aku diet, tapi mana bisa aku menghindari makanan yang lezat setiap hari, kalo badanku terus seperti ini membuat mamah sama papah mood jelek kalau mengajak aku ke mana mana, ada aja yang banding bandingkan aku sama kakak..
"sayang kamu gak papa??" mamah mengelusi rambutku
"iya gak papa mah" bohongku
sebentarnya apa salahnya kalo mempunyai badan gendut, aku rasa gak merepotkan orang orang yang berjumpa denganku??
"nanti mau makan apa nak??"
"seafood ya mah?? seketika perutku keroncong membayangkan makan seafood
"iya sayang mamah yang comel" tersenyum kearahku
mamah bersama teman teman sosialitanya nyalon bareng plus menggosip, aku sudah selesai nyalonnya, Bete juga nunggu mamah gak selesai selesai..
"mah, Nara tunggu di depan ya??" ucapku
"oke, nih kunci mobilnya"
"baik mah"
keluar dari salon, duduk di kursi menatap lalu lalang mobil, dan juga motor aku masih memikirkan kata kata semua orang yang selalu mengejekku..
"boleh duduk" seru seseorang
"silahkan" saat aku menoleh ternyata seorang pria yang belum pernah aku lihat
"sendirian saja??" tanyanya
"gak aku sama mamah"
"Oo" dia tersenyum kepadaku
"kamu sendiri ngapain ke salon?? abis nyalonkah?? aku membulatkan mataku
"Hahahha, ya gak lah .. aku mengantar mamahku nyalon"
"heheehe, kirian kamu"
trinting trinting trinting ..
penjual bakso keliling berjalan di depanku, aroma kuahnya bikin perutku ingin segera memakannya..
"bang beli bang" teriakku
"iya neng" pedagang bakso berhenti
"kamu mau gak?? aku traktir"
__ADS_1
"boleh" ucapnya
"ayok !! kesana"
"nanti aku nyusul"
"oke"
berjalan menuju pedagang bakso, Duduk di bawah pohon rindang rasanya sejuk sekali..
"berapa neng??"
"dua porsi bang, yang satu baksonya doubel ya"
"siap neng, tunggu sebentar"
cowok tadi berjalan menghampiriku, duduk di sebelahku, tak lama kemudian bakso pesananku datang..
"silahkan neng, saos, kecap sama sambalnya di sini"
"siap"
ku tuangkan saos, kecap dan sambalnya di aduk aduk hingga tercampur semua, pria tadi juga sama denganku mencapurkan saos, kecap dan sambalnya..
"mau nambah?? tawarku
"udah gak usah, trimakasih ya udah nlaktir aku" ucapnya
"tidak masalah" senyumku
setelah selesai makan bakso aku segera membayarnya, bejalan di sebelah pria tersebut, ia nampak tinggi dan juga hidungnya sangat mancung tidak bisa di pungkiri dia memang tampan..
"Nara, mamah cariin kamu ternyata di sini" khawatir mamah
"yaudah gak papa,ayok pulang"
"aku pulang dulu ya?? ucapku menoleh kesamping
loh?? mana pria tadi?? kok gak ada??
"ada apa Nara?? kamu mencari siapa??" tanya mamah
"mamah gak lihat tadi si sampingku ada seorang pria??"
"gak, orang jelas jelas kamu sendirian"
"kok bisa gitu ya??"
"yaudah ayok pulang, mamah lapar"
"Nara juga mah"
"katanya abis makan bakso" mamah menggelengkan kepalanya
"kan belum nasi mah" hehhe
"embah ya anak mamah ini" mengacak rambutku
aku dan juga mamah masuk kedalam mobil, ku rebahkan tubuhku mataku awas melihat sekeliling, masih penasaran dengan pria tadi..
apa jangan jangan dia vampir yang menyamar jadi manusia, hih seram kalo emang gitu tapi kalo vampir kenapa dia waktu terkena sinar matahari dia baik baik saja..
saat mobil melintas toilet umum, aku melihat pria tadi keluar dari toilet sedang mengibaskan rambutnya..
__ADS_1
"itu dia !! " lantangku
"apa sii nak??" kaget mamah
"itu pria tadi yang bersamaku waktu makan bakso, ternyata dia ke toilet tapi kok gak bilang ke aku ya mah??"
"apa dia temanmu??"
"bukan sii mah, Nara aja gak tau siapa namanya" hehehe
"mungkin dia malu mau bilang ke toilet, kan belum saling kenal"
"iya juga ya mah" hahhaha
benar juga apa kata mamah?? aku sama dia kan belum berkenalan, tapi menurutku dia orangnya asyik, gak malu jalan dan makan bareng aku..
mobil berhenti di parkiran lestoran seafood, aku dan mamah segera turun, memesan makanannya..
setelah selesai makan aku dan mamah pulang kerumah, papah sudah menunggu di ruang keluarga duduk di sofa membaca koran..
"harus sampai malam begini??" ketus papah
"biar Nara jelaskan pah, jadi tadi aku sama mamah setelah nyalon mampir ke resto seafood dulu pah, dan ngantrinya lumayan"
"kirian"
"Nara masuk kamar dulu ya pah, Jangan marah marah sama mamah kasian udah cantik gitu, masa papah mau marahin mamah" godaku
membuka pintu kamar, langsung merebahkan tubuhku keatas kasur, rasanya sangat nyaman sekali..
ayam jantan berkokok burung berkicau begitu indahnya, ku buka mataku melihat kejam menunjukkan pukul enam pagi..
begegas mandi berganti seragam sekolah, hari Senin kalau sampai telat malunya minta ampun..
mengikat rambutku, memakai seragam, parfum, mengambil tas langsung kebawah duduk di kursi mengambil roti yang sudah tersedia di meja makan, langusung memakannya sambil berjalan..
"gak baik non, makan sambil berjalan" seru bibi
"ini gawat darurat bik, hari Senin bik kalo sampai telat malunya minta ampun, Nara berangkat dulu ya bik"
"iya non, hati hati"
langsung masuk kedalam mobil, pak Bejo mengendarai mobil, dengan kecepatan tinggi, ku habiskan roti dua sekaligus..
"udah sampai non" seru pak Bejo
"oke pak, trimakasih"
membuka pintu mobil, tidak terlihat Hani apa dia belum sampai?? atau udah masuk?? mengambil ponselku menelfon Hani..
Aku [ Hallo Han, kamu di mana? ]
Hani [ belum nyampe, aku tungguin ya ]
Aku [ siap ]
ku matikan panggilanku, berdiri di samping gerbang masuk, banyak murid yang melewatiku mereka tertawa, bahkan ada juga yang menutup mata Mereka, keterlaluan emang, tadi aku selalu bodo amat..
motor gede berhenti di depanku, aku tidak bisa melihat di depan, aku berjalan kearah samping, tapi motor itu tetap menghalangi pandanganku..
"maaf, kamu mau masuk atau gimana ya??" tanyaku
pengendara tersebut membuka kaca jendela helmnya, aku membulatkan mataku ternyata pria yang kemarin aku traktir bakso, tenyata dia bersekolah disini?? tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya??..
__ADS_1
******