Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 14


__ADS_3

mobil taxi melaju di belakang motor kak kevin, dari belakang saja udah keren kek gitu udah bikin yang melihatnya sudah klepek klepek apalagi kalo lihat wajahnya..


"pak ke mall" ucapku


"baik"


aku mengirimkan pesan ke hani siapa tau nanti bertemu di mall, jadi aku gak sendirian beli peralatan untuk besok..


Aku [ Hani kamu udah sampai mall?? ]


Hani [ Udah, nih lagi milih milih piama ]


Aku [ aku juga lagi otw ]


Hani [ buruan siapa tau kita bisa bertemu ,]


Aku [ semoga ya ]


Hani tidak lagi membalas pesanku, memasukan kembali ke dalam tas, merebahkan tubuhku..


"mbak gemuk kita udah sampai" ucap pak sopir taxi


"iya pak, nih pak uang"


"trimakasih mbak"


membuka pintu mobil, melangkahkan kakiku masuk kedalam mall, suasana mall sangat rame tidak pernah sepi..


aku menaiki eskalator naik kelantai dua, muter muter mencari toko pakaian, barang barang yang aku cari sudah terbeli semua..


perutku sudah sangat lapar melangkahkan kakiku mencari makan, mataku menatap sekeliling tidak ku temukan Hani..


duduk di kursi meletakkan makananku di meja, aku mulai meminum jusnya tenggorokanku terasa lega sekali..


"boleh aku gabung??" ucap seseorang


aku menoleh kesumber suara


"kak Kevin??" kagetku


ia tersenyum kepadaku, menyeret kursi di depanku duduk, meletakkan secangkir kopi di atas meja..


Hanii Kamu di mana?? aku butuh oksigen saat ini, aku tak tau apa yang aku rasakan detak jantungku berdebar tak menentu sepertinya aku tak ingin berlalu..


"kak Kevin sendirian??" lirihku malu malu


"gak aku sama elfan" ketusnya


"kak elfan??" girangku


"hmm"


"dimana dia??"


"lagi cari sesuatu"


"Oo, kakak mau makan steak biar aku pesankan??"


"tidak"


"iya" gugupku


aku mulai memakan steak, kak Kevin memainkan ponselnya, aku tidak berani menatapnya hanya sesekali saja..


"elfan, aku di sini woy" teriak kak Kevin


reflek aku menoleh kearah kak elfan, ia sedang berjalan kearah arah kami, tadi malam perasaan aku tidak bermimpi apa apa?? gak nyangka aku sekarang duduk bersama dua idola di sekolahku..


"loh Nara, kok bisa sama Kevin??" menatapku dan juga menatap kak Kevin


"tadi gak sengaja ketemu" ucap Kevin

__ADS_1


kak erlan menatapku aku tersenyum kearahnya, kak Kevin berdiri dari duduknya, aku masih menatap kak kevin, dia sangat tampan dan saat menatap kak erlan juga dia begitu tampan dan juga manis..


astaga aku benar benar butuh oksigen, takut sesak nafas jika lama lama bersama mereka, erlan memainkan ponselnya lalu memasukkan kembali kedalam saku celananya..


"balik yuk bro" seru Kak kevin


"ayok, kamu sama siapa di sini??" tanya erlan kepadaku


"sendirian"


"pulang bareng aku mau gak??" tawar erlan


"tidak perlu kak"


"gak papa, dari pada kamu sendirian"


"baik deh"


kusudahi makanku berjalan di belakang dua cowok tampan, kak Kevin dan juga kak erlan menjadi pusat perhatian..


aku mendengar perkataan yang tak mengenakkan untukku, tapi tidak masalah toh aku gak ngerugiin mereka..


"kenapa kamu di belakang kita??" ucap kak erlan menoleh kearahku


"sadar diri kok kak"


"sadar diri yang gimana??"


"ya mana mungkin aku pantas berjalan bersama kalian" senyumku


kak Kevin menghentikan langkahnya begitu pula dengan kak erlan, aku binggung dong, apa perkataanku salah??


"pantas saja" ucap kak Kevin meskipun wajahnya sedingin kutub Utara


kini aku berada di tengah tengah mereka berdua, ini benar benar membuatku ingin terbang..


bahkan aku sangat gak pede berjalan bareng mereka berdua, sesampainya di depan mall aku menunggu elfan mengambil mobil..


"apa kamu mau olahraga bersamaku??" seru kak Kevin


"o-o-olahraga??"


"kalo kamu mau mulai Minggu depan aku tunggu di taman kota"


belum juga aku membalas perkataannya, kak Kevin sudah berjalan menuju parkiran motor, tak terasa aku tersenyum,kak Kevin ternyata gak sedingin yang anu fikirkan..


tin tin ..


mobil yang di kendarai kak erlan berhenti di depanku, aku segera masuk kedalam mobil miliknya..


"rumah kamu ada di mana??"


aku mengucapkan alamat rumahku, kak elfan menautkan alisnya, seakan ia tidak percaya rumahku berada di alamat tersebut..


"kamu anak sultan??" seru kak erlan


"gak juga, aku anak papah sama mamah" cengirku


"iya tau, maksudku itu perumahan horang horang kolongmerat"


"gak tau juga sii" senyumku


"jadi berita yang tersebar di sekolah itu hoak??"


"berita tentang aku anak pak sopir itu??" hahhaha


"iya"


"dia supirku kak"


"kenapa kamu gak bilang sejujurnya??"

__ADS_1


"gak penting juga, aku gak pernah perdulikan omongan mereka"


"termasuk ngatain ngatain kamu??"


"soal badanku ini??" menatap kak erlan


"iya, maaf kalo menyinggung"


"gak sama sekali kok kak"


kak erlan mentapku sekilas, kembali fokus menatap jalanan, yang mulai padat..


"boleh nggak aku kasih saran ke kamu??"


"dengan senang hati kak"


"menurutku kamu harus memperlihatkan kepada orang-orang yang menghinamu, kalau kamu juga bisa secantik perempuan pada umumnya"


"bagaimana caranya kak??"


"diet"


"diet??" kagetku


"Iya dengan kamu diet dan rajin berolahraga aku yakin berat badanmu akan turun, bagi aku kamu memiliki wajah yang cantik dan tinggi badanmu itu oke, jadi kamu membalas mereka dengan cara cantik"


"tapi aku belum siap untuk diet kak"


"aku nggak maksa Nara itu hak kamu mau diet atau tidak, cuman aku kasihan saja kalau kamu setiap hari harus diejek teman-temanmu yang di sekolah"


aaaaaa kak erlan so sweet banget sii, baru kali ini ada cowok yang seperhatian ini sama aku..


"aku coba pikir pikir dulu kak" hehehhe


"iya aku tau kok, gak segampang itu Nara" kak erlan menoleh ke arah ku dia mengulum senyum yang begitu manis


"makasih ya kak"


"untuk??"


"perhatian kecil ini"


"iya"


tak terasa sudah sampai di depan gerbang rumahku, segera aku membuka pintu tidak lupa aku mengucapkan terima kasih kepada Kaka erlan yang sudah mengantarkan aku pulang..


aku masih menatap mobil Kak erlan sehingga sudah tidak terlihat, Aku baru masuk ke dalam halaman rumah..


"ehem, ciye di antar ayang" ledek pak scurity rumah


"apaan sii pak?? gak lah, aku masih jomblo"


"gak mau ngaku, aku aduhin nyonya"


"berani aduin, aku pastikan pak scurity tidak lagi bekerja di sini"


"sadis"


"harus itu" hahahhaha


"Hahahaha"


"udah ih, bercanda sama bapak gak ada habisnya, Nara masuk dulu ya pak"


"iya non"


aku sama pak scurity emang suka bercanda, maklum udah sejak kakak aku masih kecil hingga udah kuliah ia masih bekerja di sini..


"kak Nara" girang Rista dari dalam ruang tengah berlari menghampiriku


*****

__ADS_1


__ADS_2