Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 21


__ADS_3

aku duduk dengan nafas yang tersengal sengal, baru kali ini tubuhku bekerja keras kalo bagi orang lain itu hall biasa, tapi bagiku ini luar biasa..


api unggun pun di mulai semua nampak bernyanyi riang gembira, Hani bernyanyi dengan begitu girangnya..


entah mengapa sejak tadi aku gak bosan memandang wajah tampan kak Kevin, saat dia menolehku segera membuang mukaku..


"Nara, nanti siapa yang jemput kamu??"


"biasa pak sopir pribadiku, pak Bejo"


"aku nebeng ya?? sopirku hari ini gak masuk"


"iya siap, tidak masalah"


aku kembali memandang kak Kevin, waduh !! kena deh kak Kevin juga sedang memandang kearahku, tanpa terasa bibirku mengulum senyum..


namun kak Kevin tidak membalasnya ia membuang muka, dasar aku terlalu ge'e mana mau kak Kevin melihatku..


aku menoleh kesamping kiri,kanan dan belakang ternyata banyak perempuan cantik, bisa jadi tadi kak Kevin tidak memandangku..


"Hani, kita pulang yuk??" seruku


"bentar deh, nunggu makan malam datang"


"yaudah deh"


"emang kamu gak mau makan??"


"tidak dong"


"nanti kalo lapar??"


"harus di paksa gak makan" Hahahha


"lupa, kamu lagi diet total"


"helleh, belum juga tuir udah lupa saja"


"tuir?? apa itu??"


"Tua" hahahhaha


"Nara ih" kesal Hani


kak Kevin sebagai ketua panitia berpidato untuk salam perpisahan persami tahun ini, makan malampun datang, semua siswa berbondong bondong mengambil makanan..


"kamu gak ambil??" tanya kak Kevin


"gak kak" senyumku


"jangan gak makan, ambilah buah" ucapnya lagi


menautkan kedua alisku, aku benar benar gak ngerti dengan sikapnya, sangat dingin gak banyak ngomong kalo di depan orang lain, sifatnya sangat susah di tebak..


"baik kak" jawabku


kak Kevin langsung berjalan meninggalkan aku, aku jadi teringat yang diucapkan Hani berterimakasih kepadanya..


"kak Kevin tunggu kak" seruku


dia menoleh kearahku..


"eeemm, aku mau bilang trimakasih tadi sudah membelaku supaya aku tidak jadi bahan lelucon anak anak" ucapku penuh malu malu


kak Kevin hanya tersenyum, menganggukkan kepalanya, apa ini?? jantungku benar benar tidak aman aku butuh oksigen yang sangat banyak..


"Hayoo, ciyeee deketin kak Kevin" Hani memainkan alisnya


"apaan sii Han?? gak jelas deh"


"idih, salting" hahahhha


Hani terus menggodaku, waktunya pulang ke rumah masing masing karena besok hari Senin jadi api unggunnya tidak berlarut malam..


sesampainya rumah pintu sudah terkunci, ku pencet tombol bel berkali kali, setengah jam lebih aku berdiri di depan pintu..

__ADS_1


Ceklek .. .


"akhirnya, lama sekali bik??"


"maaf non, baru kedengaran"


"iya gak papa bik, udah pada tidur semua??"


"udah non, bibik baru saja memejamkan mata"


"hehehhe, maaf ya bik jadi terganggu tidurnya" senyumku


"tidak apa apa non, mau bibik siapkan makanan??"


"gak perlu bik, aku mau langsung tidur saja"


"tumben non"


"lagi gak mood makan" bohongku


aku tidak mau seisi rumah tau kalo aku sedang diet, pasti mereka tidak memperbolehkan, bagi mereka aku gendutan tidak masalah..


Ceklek..


kubuka pintu kamarku, meletakkan tas kertas meja rias, mencuci muka memakai cream malam kata Hani supaya aku lebih glowing..


burung berkicau begitu indahnya,ku buka kedua matanku ternyata sudah pagi, membuka jendela kaca kamarku berjalan menuju teras kamar..


angin pagi menerpa wajahku, awali pagi dengan semangat penuh kegigihan mencari ilmu dan juga diet..


tok tok tok . .


"sebentar"


berjalan membuka pintu kamar ..


Ceklek ..


"pakian kotor kemarin di mana non??"


"baik, oh iya mau sarapan apa non??"


"aku mau nasi goreng tapi jangan banyak banyak"


"oke non, sama apa lagi??"


"udah itu aja" senyumku


bibik menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, Kebiasaan kalo sarapan aku menghabiskan dua porsi sekaligus di tambah susu..


kadang perut kroncongan ingin makan, tapi aku menolak keras, memiliki tubuh yang ideal itu memang butuh perjuangan, apalagi seperti aku yang sudah berlebihan berat badan..


aku bercermin wajahku ini sudah nampak perbedaannya, rutin memakai cream yang di berikan Hani kepadaku..


semangat !! aku pasti bisa cantik seperti mereka mereka yang Selama ini aku impikan, mengambil tas, memakai sepatu berjalan menuruni tangga..


"kak Nara selamat pagi" sapa Rista


"selamat pagi juga Rista cantik, udah siap ya mau ke sekolah??"


"iya dong kak, kakak kok tambah cantik lihat deh mah pah" teriak Rista


"apaan siih, kakak malu tau"


Rista menyeret tanganku duduk di kursi meja makan, mamah sama papah melihatku sehabis itu mereka berdua saling bertatapan..


"benar kata Rista, wajah kamu semakin glowing, kamu pasti memakai cream ya?? hayo ngaku"


"mamah ih" aku sungguh malu


"loh gak papa kan pah?? mamah malah senang lihatnya" senyum mamah


"iya nak, nanti nyalon kecantikan bareng mamah" ucap papah yang membuat aku dan mamah saling berpandangan


bibik menyiapkan sarapan di meja makan,kau mulai memakan nasi goreng spesial bautan bibik,

__ADS_1


"tumben porsi anak mamah sedikit banget"


"lagi jaga pola makan saja"


"jangan jangan anak mamah lagi diet??"


"enggak, enggak dong mah" senyum kecut


"pesan mamah kalo diet, di imbangi dengan olahraga teratur" seru mamah


"jadi mamah mendungku??"


"kenapa tidak?? selagi kamu happy dengan diermu tanpa paksaan"


"aaa makasih mah" aku melirik kearah papah


kebiasaan papah selalu cuek, tapi di balik cuek dan dinginnya papah, papah orang yang paling mengerti..


"pah uang saku"


"loh, katanya diet gak usah jajan"


"papah !! " kesalku


"ini" memberikan uang kepadaku


"yey, aku berangkat dulu ya mah pah"


"iya, belajar yang benar"


menyalami tangan kedua orangtuaku mencium pipi Rista yang mulai cabby, bergegas masuk kedalam mobil..


"pak nanti gak usah jemput aku mau naik taxi aja" ucapku


"loh, kenapa non??"


"aku mau ada urusan sama Hani"


"jangan naik taxi nanti pak Bejo di marahin sama nyonya dan tuan"


"eeemm, baik lah pak"


aku keluar dari mobil Hani sudah menungguku di depan pintu gerbang, kamipun masuk berdua bergandengan tangan..


"Nara" sapa kak erlan


"Hay kak" sapaku balik


"jadi kan nanti??"


"jadi dong kak, kira bertemu di tempat gym aja"


"oke Nara"


kak erlan berjalan mendahului ku, seperti biasa Hani masih melonggo, ku usap wajahnya..


"Nara itu tadi kak erlan mengajak kamu gym bareng??"


"iya" berjalan mendahului Hani


Hani mengejarku, ia memberhentikan langkahku menatapku dengan tatapan horornya..


"apaan ih"


"ada hubungan apa kamu sama kak erlan??"


"gak ada hubungan apa apa, berteman layaknya aku sama kamu"


"apa iya??"


"iya, udah hayuk masuk gak usah sok seperti Intel" menyeret tubuh Hani masuk kedalam kelas


duduk di kursi kelas, Adit mentapku tapi aku langsung membuang muka, malas sangat kalo melihat muka Adit kutu kupret..


******

__ADS_1


__ADS_2