
kak Kevin [ jadi kamu ke rumah sakit?? ]
Aku [ iya ]
Kak Kevin [ kenapa gak menemui aku?? ]
Aku [ karma aku bukan siapa siapa kamu lagi kak ]
Kak Kevin tidak lagi membalas pesanku,,ku letakkan kembali ponselku,mantap anak anak kecil main para encus asyik ngibah sendiri..
aaa jadi kangen rista,,andai rista masih bersamaku aku tidak kesepian sekarang,,apalagi encus yang dulu bersamanya udah menjadi bagian dari keluarga besar kami..
ku rebahkan tubuhku ada seorang anak kecil datang menemui aku,,ia membawa coklat di atasnya terdapat bunga yang sangat indah..
",ini untuk kakak" ucapnya
"apa ini??"
"coklat,kata mas mas tampan tadi ini untuk kakak yang sedang bersedih semoga kakak gak sedih lagi"
"benarkah??" senyumku
"ia"
aku yakin ini pasti ulah kak erlan,, Beraninya main petak umpet,,
"dek dek sini" lirihku
"iya kak, ada apa lagi??"
"mau coklat??"
"mau lah,kakak mau memberikan kepadaku??"
"jelas dong, tapi ada syaratnya"
"apa itu kak??" antusias anak kecil tersebut
"kamu harus jawab jujur,,apakah pria tampan tersebut masih di sini??" tanyaku sangat lirih sekali
"masih kak"
"dia di mana??"
"itu di sana,,sedang duduk" mengarahkan kekursi sebelah kanan
ia terlihat dari belakang seorang pria,,duduk memakai topi,,aku yakin dia kak erlan..
"trimakasih banyak dek, nah ini semua untuk adek manis karena udah memberitau kakak"
"waahh, serius kak??"
"serius dong, semoga kamu suka ya??"
"suka sekali dong kak,, trimakasih banyak kak"
"iya sama sama"
"daaahh kakak" serunya
aku tersenyum menatap kepergian anak kecil tersebut,,ku ambil ponsel dan juga tasku..aku berjalan menuju pria bertopi tersebut..
dengan langkah yang sangat hati hati, sekarang aku berada di belakang tempat di mana orang bertopi tersebut duduk..
"kak erlan" panggil ku
pria bertopi tersebut menoleh kearahku,,hatiku sudah yang karuan gak tau harus bersikap gimana kalo dia benar kak erlan..
Degh !!
ternyata dia bukan kak erlan,
"aissh" kagetku
"maaf mbak ,, saya bukan erlan" ucapnya
"iya mas maaf" senyum kecutku
__ADS_1
Huffftt
ternyata bukan kak erlan?? apa yang uang terlalu berharap?? dasar aku udah tau dia pergi tapi kata kak Kevin kak erlanlah yang memukulnya itu tandanya kak erlan udah kembali??
aaghh sangat menyebalkan !!
"siapa??" jawab seseorang di belakangku
pasti pria tadi,aku berjalan menuju mobil moodku sedang tidak baik baik saja mending ke mall beli apa gitu biar mood ku kembali..
masuk kedalam mobil,saat menghidupi mesin mobilku mamah menelfon,
Aku [ Hallo mah?? ]
Mamah [ mamah udah di salon, sini nak ]
Aku [ baik mah ]
Mamah [ buruan ]
Aku [ oke, otw mah ]
kulajukan mobilku, setiap aku ke salon pasti aku ingat pertama kali bertemu dengan kak erlan dia sungguh manis..
sepanjang perjalanan aku masih meratapi nasib, Minggu depan kak Kevin mau bertunangan dan aku jomblo ngenes..
sesampainya di salon aku langsung turun masuk kedalam salon ada kak Fatimah juga asyik nyalon rame rame..
"non Nara, lama gak kesini non??"
"iya, sibuk kuliah"
"gak kesalon saja udah makin cantik saja" puji kariawan andalanku
ada beberapa teman mamah datang,ia menatapku dari ujung kaki hingga ujung kepala..
"ini Nara anak kamu jeng??"
"iya"
"lama gak ketemu,makin cantik saja udah kelas berapa??" tanyanya
"waduh udah kuliah saja, makin cantik saja sii kamu Nara" pujinya lagi
"jodohkan sama anak Tante mau??" seru teman mamah yang satunya
"apaan sii jeng, anak saya lagi serius kuliah" jawab mamah
"ya maaf jeng" hehehehe
akupun mulai memanjakan diri di salon,kurang lebih dua jam di salon hatiku sudah mulai agak baik baik saja..
"mamah masih lama mah??" tanyaku
"iya, gimana nak??"
"aku mau pulang dulu,,kak Fatimah mau bareng aku"
"baiklah, hati hati di jalan jangaa lupa pesanan suami kamu Ima??"
"baik mah"
aku dan kak fatim keluar dari salon,emang ya kalo keluar salon seperti semuanya berubah,,merasa berubah cantik gitu..
kak fatim dari tadi merasa mual mau muntah tapi dia gak memuntahkan isi perutnya,,berkali kali ia menghirup oksigen banyak banyak..
"kakak kenapa??" tanyaku penasaran
"gak tau dek, kalo mencium kuah bakso kaka paling gak suka"
"aneh, yaudah ayok langsung masuk mobil"
kita berdua naik mobil,saat melintasi jajanan pinggir jalan kak Fatimah menatapnya dengan mengecap lidah..
"kakak mau beli??" tanyaku
"iya"
__ADS_1
"yaudah kita beli" senyumku
"serius dek??"
"iya" mobilku berhenti kak fatimah langsung keluar dari mobil
ku matikan mesin mobilku,berjalan menghampiri kakak yang udah kesana duluan..
heeemm, nyam nyam sepertinya emang sangat lezat makan pinggir jalan semoga saja kak Jodi tidak lihat kalo lihat pasti dia gak izinkan aku dan kak Fatimah jajan di pinggir jalan seperti ini..
"dek Kaka boleh gak beli lagi"
"boleh kak, kakak tenang saja" ucapku
"siap dek, asyik" girang kak Fatimah
aku hanya beli piscok,duduk di tempat yang sudah di sediakan para pedagang kaki lima,memakan piscok tersebut menunggu kak Fatimah membeli apa yang dia inginkan..
jalanan nampak rame dan orangpun pergi berdatangan tetap saja aku merasa sepi,hatiku hampa tanpa kehadiran orang tersayang..
Tuhan.. sungguh jika kak Kevin bukan jodohku kirimkan kekasih yang baik hati yang mencintai aku apa adanya menyayangi aku dan keluargaku..
"dek udah, ayok pulang gak sabar untuk makan bersama bibik" ucap kak Fatimah
"siap kak"
kamipun menyebrangi jalan, begegas masuk kedalam mobil, menstater mobil melajukan mobil dengan kecepatan sedang..
"Dek" lirihnya
"iya, apa kak??"
"boleh gak Kakak curhat"
"boleh, mau curhat apa kak??" tanyaku
"kok aku kalo dekat dekat kakak kamu bawaannya mau muntah ya??"
"serius kak??"
"iya, saat tidurpun aku gak mau di peluk apalagi begituan?? aneh gak sii??"
"lah aku mana tau kak"
"duuh,kasian sama kakak kamu" sedih kak Fatimah
"emang kasian sii kak, tapi kakak tau apa sebabnya??"
"gak tau" mengangkat pundaknya
"udah berapa lama kak??"
"baru satu bulanan"
"sungguh aneh tapi nyata" heranku
tak terasa sudah sampai gerbang rumah, pak satpam membuka gerbang rumah,
"sore non Nara,non Ima" sapa satpam
"sore juga pak"
"bentar nara" ucap kak fatim
"mau apa kak??"
kak fatimah mengambil jajanan ia memberikan ke pak satpam,,
"ini untuk saya??"
"iya pak, di makan ya??" ucap kak Fatimah
"trimakasih non"
ku lajukan kembali mobilku menuju halaman rumah, berhenti di depan garasi mobil biar pak sopir yang memasukkan mobilku kedalam garasi..
"istriku udah pulang" sapa kak Jodi
__ADS_1
tapi kak Fatimah saat mau di peluk kak Jodi dia mual,kak Jodi panik wajahnya juga nampak bingung kenapa istrinya jadi aneh bin ajaib..
*********