
encus terdiam melihat sekeliling,,aku bisa melihat ketulusan dari encus yang sangat mencintai rista..
dari pada encus gabut di rumah aku berinisiatif menelfon mamah,,supaya encus bekerja di tempat butik mamah..
Mamah ( Hallo nak, ada apa?? )
Aku ( mah, encus biar kerja di butik mamah ya?? )
Mamah ( boleh, coba encus di tanya mau gak bekrja di butik mamah?? )
Aku ( oke mah, kalo mau aku antar ke butik mamah ya?? )
Mamah ( iya )
Aku ( trimakasih mah )
Mamah ( iy anak sama sama )
Encus melonggo memandangku,,
"non serius bilang ke nyonya??"
"iya ncus, aku gak mau encus pulang nanti aku tambah kesepian ncus" senyumku
"tapi non, butik nyonya sangat mewah encus gak pede kerja bersama pegawai nyonya yang lain"
"gak papa,,pede aja ncus"
"encus jelek gak modis seperti mereka"
"encus itu cantik,, serius ncus"
Encus tersenyum kearahku ia sangat bahagia sekali,,menatapku penuh haru..
"makasih ya non"
"untuk apa ncus??"
"semuanya"
Aku memeluk encus,,bagiku encus sudah seperti kakak perempuanku andaikan di keluarga kami gak melihat dari segi ekonomi aku mau kak jodi menikah dengan encus..
"encus aku antar ke butik mamah sekarang"
"sekarang banget non?"
"iy ncus"
"tapi pakian encus seperti ini"
"ganti dulu ncus,,pake outif kaya waktu di londan ya ncus,,ncus sangat manis"
"baik non"
Encus keluar dari kamar rista,,akupun ikut menuruni tangga membuka kulkas mengambil susu segar..
drret dret dreet ..
ponselku berbunyi ku duduk di kursi meja makan mengambil ponselku ..
Aku [ pagii yang kesiangan kak Kevin ]
kak Kevin [ pasti baru bangun kan?? ]
Aku [ iya ]
Kak Kevin [ idih nak gadis bangunya siangan]
Aku [ hehehe ]
Kak Kevin [ udah mandi?? ]
Aku [ udah dong, kak Kevin lagi apa?? ]
Kak Kevin [ abis renang ]
Aku [ wiiih, udah sarapan?? ]
Kak Kevin [ udah tadi ]
Aku [ kakak tau gak kalo kak erlan kuliah di London?? ]
Kak Kevin [ iya, aneh banget tuh orang ]
Aku [ aneh kenapa?? ]
Kak Kevin [ dahlah gak usah di bahas ]
Aku [ baik kak ]
dari suara kak Kevin sepertinya dia kecewa sama kak erlan sama denganku,, keputusannya untuk kuliah di sana dan mempunyai tunangan sangat mendadak sekali..
kak Kevin [ jangan lupa ya nanti malam ]
Aku [ siap kak, nanti aku pake mobil sendiri saja ]
Kak Kevin [ Jangan, aku jemput kamu ]
__ADS_1
Aku [ oke siap kak ]
ku matikan teleponku,,encus datang mengunakan outfit yang aku maksudkan sangat anggun..
"nah gini ncus,ayo ncus berangkat" ucapku mengambil posel dan juga kunci mobil
"siap non"
bibik datang membawa sapu dan juga alat pel..
"mau kemana non,, Aisyah??" tanya bibik
"kok Aisyah??" tanyaku penasaran
"kan nama dia Aisyah nur Fatimah"
"Oo" senyumku
encus tersenyum,,
"mau ke butik nyonya bik" lembut encus
"bekerja di sana??"
"iya bik, dari pada encus mau pulang kampung" seruku
"nah bener itu non, bibik juga gak setuju kalo Aisyah pulang"
"tu kan ncus,bibik aja gak setuju" senyumku
encus hanya tersenyum,bibik menepuk pundak encus,,
"tetaplah di sini sampe menemukan jodoh kamu" senyum bibik
"ciyeee" Ledekku
aku dan encus keluar rumah berjalan menuju parkiran mobil,,ku lajukan mobilku keluar dari area rumahku..
"mau kemana non??" tanya pak security
"ke butik mamah"
"oke non"
"jagain rumah ya"
"iya non"
ku lajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota yang tidak terlalu ramai..
"kok belok ke restoran non??" binggung encus
"kira makan dulu, lapar aku ncus"
"encus tunggu di luar saja ya??"
"loh kenapa??"
"malu non"
"kenapa mesti malu sii,kita bayar ncus gak mencuri atau ngutang"
"iya tapi ini restoran yang mewah pasti di dalam terdapat orang elit elit"
"udah ayok masuk"
"di mobil aja non"
"encus" manyunku
"iya deh iya"
aku dan encus keluar dari mobil,,encus berjalan di belakangku,, saat kami mau masuk aku berpapasan dengan angel..
"Nara !! " panggilnya
"Hay Angel"
"bisakah kita ngobrol sebentar"
"sekarang??"
"nanti sore temui aku di cafe rubella"
"insyaallah"
angel hanya tersenyum miring kearahku,,aku rasa dia tidak suka kepadaku tapi kenapa mengajak aku ketemuan??
"siapa tadi non??"
"angel teman kak erlan"
"siapa kak erlan?? pacar non??"
"bukan ncus, teman kok"
"Oo teman" senyum bencus meledekku
__ADS_1
"ayo ncus masuk"
encus dan aku masuk resto,,ku pesan makanan favoritku encus juga aku pesankan yang sama denganku..
encus melihat takjub restoran ini,,ia begitu terheran heran,,
"bagus banget ya non"
"iya ncus"
"rasanya seperti ini ya non kalo jadi orang kaya" cengirnya
"gak juga" senyumku
tak berselang lama pesananku datang,aku dan encus begegas menghabiskan makanannya..
"makanan apa ini non enak banget" tanya encus sambil menikmati makanannya
"udah di makan aja" seruku
"baik non"
setelah makanannya habis, segera otw kebutik mamah,, sesampainya di butik mamah encus enggan untuk turun..
"ayo encus"
"gak jadi non,gak pede"
"ih encus,ayok"
"tapi non"
"ayookk encus !! "
"iya iya"
aku masuk duluan sedangkan encus,,jalan Timik Timik di belakang aku,,ia masih malu malu untuk masuk kedalam butik..
"nah itu jeng calon mantu saya" ucap mamah yang membuat aku dan encus membulatkan mata
"yang pake hijab itu??" tanya teman mamah
"iya dong jeng"
"cantik dan anggun banget jeng"
"ia dong, calonnya Jodi"
encus masih terbengong mendengar mamah yang memperkenalkan encus kepada teman temannya..
"sini Fatimah,biar teman teman tau kamu calon menantu mamah"
"encus sana samperin mamah" lirihku
"a-aku??"
"iya encus"
encus dengan ragu ragu melangkah kakinya menuju mamah dan teman teman mamah,,akupun mengikuti encus dari belakang..
"kenalkan diri kamu nak"
"iya" suara lembut encus
"duh suaranya lembut banget"
"kulitnya juga putih alami"
"yaampun jeng Jodi anak kamu bisa mendapatkan perempuan seperti ini di mana??"
"ada deh" senyum mamah
encus tersenyum manis kearah teman teman mamah,,
"duh senang ya kamu jeng,,yaudah kami pulang dulu"
"oke"
teman teman mamah keluar dari butik mamah,,encus menatap mamah seakan dia mau menanyakan hall yang barusan di ucapkan mamah..
"Fatimah kamu mau gak saya jodohkan sama Jodi??"
"setuju" semangatku
"apa nyonya??" syok encus
"iya kamu mau kan saya jodohkan sama Jodi dari pada dia menikahi seorang perempuan yang gak tau sopan santun" ketus mamah
"apa yang di maksud Lea ya??" batinku
"tapi nyonya aku hanyalah seorang pembantu gak cocok menjadi menantu nyonya"
"loh kata siapa gak cocok"
"gak pantas saja nyonya, saya hanya gadis miskin dari desa" sedih encus
*******
__ADS_1