Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 78


__ADS_3

sepanjang perjalanan kerumah Hani aku masih menangis aku belum siap kalo kak Kevin bukanlah untukku..


Hani dari tadi menenangkan aku,,apalagi tadi vinka terlihat dari wajahnya ia sama sekali tidak menyukaiku..


sesampai di rumah Hani,kita langsung masuk kedalam rumah menaiki tangga menuju lantai atas masuk kedalam kamar Hani..


"udah dong Nara, jangan nangis terus"


"Hani, entahlah aku gak bisa berhenti menangis"


"yaudah tidur saja siapa tau hatimu jauh lebih baik"


"kamu dulu Han, besok kan kita masuk pagi"


"kamu juga Nara,,jangan berlarut dalam kesedihan dong"


jam malam terus berputar,tanpa ku sadari aku tertidur pulas entah sudah berapa jam aku tertidur Hani membangunkanku..


"udah pagi Han??"


"jam delapan, ayo bangun susah amat bangunnya"


"seperempat jam lagi"


"gak !! bangun sekarang kelas di mulai pukul sembilan Nara"


"aish" kubuka kedua mataku


ku lihat Hani sudah siap untuk pergi kekampus,Hani memberikan cermin kepadaku..


"apa ini??" bingungku


"lihat tuh,,mata kamu bengkak akibat nangis aja"


akupun bercermin benar apa yang di katakan Hani,,


"aku malu han, berangkat ke kampus"


"gak papa, pake kacamata dong" ide Hani


"tapi malas, masa pake kacamata hitam"


"biar gak malu"


"baiklah, bentar ya aku mandi dulu"


aku mengambil handuk dengan Langkah yang masih aras arasen masuk kedalam kamar mandi..


"aku tunggu di bawah"


"iya"


setalah mandi aku bersiap siap turun ke bawah,,Hani udah menyiapkan sarapan untukku..


"wiih, makasih loh Han jadi ngrepotin"


"heleh, biasanya juga ngrepotin" hahaha


"Hani ih, ngeselin"


aku duduk di kursi meja makan, sarapan kue yang sudah di siapkan untukku, Hani emang in the best..


"non Nara tuh mata kenapa??"


"gak papa bik, tadi malam ada lebah yang mengantup mata Nara" senyum Hani


"pasti abis nangis" selidik bibik


"bibik tau aja" senyum Nara


"bibik aku kan emang pintar" hahaha


"non Hani bisa saja, silahkan di makan non"


"makasih bik" seruku


"sama sama" bibik kembali lagi kedapur


aku menghabiskan sarapan,Hani mengambil tas kuliah sambil mengambil kunci mobil,kitapun keluar rumah bersama sama..


"Nara kamu gak bareng aku??"


"gak aku bawa sendiri aja"


"nanti oleng memikirkan kak Kevin"


"ngledek ya kamu"


"wleeekk" Hahahha

__ADS_1


aku masuk kedalam mobil, melajukan mobilku dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota..


dreet dreet dreeet ..


ponselku berbunyi, kak Kevin menelfonku aku enggan untuk mengangkatnya,,masih terngiang ngiang tadi malam..


sesampainya di kampus membuka pintu mobil,, terlihat ada mahasiswa baru yang membuka kaca jendela mobilnya..


"Nara" teriak silfi


"Hay sil"


"udah dari tadi??" tanya silfi kepadaku


"baru saja sampai,,Hani belum datang??"


"belum"


keluar mahasiswa baru dari dalam mobil,,ia tersenyum kearahku dan juga silfi,


"siapa Nara??"


"mahasiswi baru kali" lirihku


"mungkin"


mahasiswi baru tersebut mendahului aku dan juga silfi,, seperti bisa silfi pasti bengong melihat pria tampan..


"dasar silfi,gak bisa liat cowok bening dikit" kesalku


"hehehe, dia sungguh tampan"


"biasa aja"


"ya jelas lah biasa aja di mata kamu, orang kamu udah dapat kak Kevin"


sakit !!


hatiku sakit kembali mendengar nama kevin,,silfi belum tau aku sama kak Kevin udah tidak ada hubungan apa apa lagi..


"malah bengong aku ke kelas"


"iya"


"loh kok gak di buka kacamata kamu Nara??"


"gak papa sil, lagi pengen pake aja"


"Hay Han" seru silfi


para mahasiswa ternyata lagi ngomongin kak Kevin dan vinka,,hatiku sangat sakit sekali mendengar ucapan para mahasiswa yang sedang membicarakan tentang mantan kekasihnya..


"kasian ya Nara"


"padahal mereka pasangan serasi"


"betul itu"


"gak nyangka kak Kevin mau tunangan tapi bukan sama Nara"


"palingan juga sadar sii kevin kalo Nara masih kaya anak anak" Hahaha


"kalo aku jadi Nara udah aku obrak Abrik acaranya"


celotehan para mahasiswa, menutup telingalku masuk kedalam kelas,,Hani dan silfi mencoba menenangkanku..


"gak usah di fikirkan" lirih Hani


"apa benar ucapan Mereka??" tanya silfi


"iya sil" sedihku


Breng !!


"bre*s*k !! beraninya sii Kevin mempermainkan kamu Nara !! "


"udah silfi udah"


"gak !! aku harus kasih pelajaran ke Kevin"


"dia udah di jajar sama seseorang gak perlu kamu yang hajar udah di hajar duluan" hehehe


"rasain" hahaha


pak dosen masuk,aku tetap fokus kuliah tidak mau memikirkan kak Kevin saat mata kuliah mulai..


"sebentar sebelum bapak kembali lagi menjelaskan materi bapak mau memperkenalkan ada mahasiswa baru"


"baik pak"

__ADS_1


"branden masuk" seru pak dosen


pria tampan yang tadi aku temui ternyata satu kelas denganku, semua mahasiswa perempuan histeris melihat ketampanan branden..


"biasa saja silfi lihatnya" seruku


"ganteng banget" senyam senyum silfi


"kebiasaan" kesalku


branden memperkenalkan dirinya,aku hanya tersenyum di saat mahasiswa perempuan lainnya histeris melihat ketampanan branden..


"oke branden, kamu bisa duduk di sebelah Nara"


"baik pak"


branden menganggukkan kepalanya..


"yeah, kok di samping Nara"


'"sini aja branden dekat aku"


"Nara kita tukeran yuk??


"sini aja,jangan dekat Nara"


branden hanya tersenyum ia berjalan kearaku,duduk di sebelah ku..


"nama kamu siapa??" tanyanya


"Nara"


"salam kenal Nara"


"iya, salam kenal juga branden"


setelah perkenalan aku kembali fokus menatap kedepan, tak terasa jam kuliah pun habis semua mahasiswa perempuan pdkt dengan branden..


aku keluar kelas, mengambil kunci mobilku,,tidak mau berlama lama di kampus pengen menenangkan diri..


"gaes aku pulang dulu ya??"


"kita gak nonton bioskop gitu??" tawar silfi


"gak sil, lain kali saja aku ingin menenangkan perasaan aku dulu"


"baiklah"


"makasih udah ngertiin aku, aku pulang ya"


"byeeee byee Nara"


begegas masuk kedalam mobil, melajukan mobilku dengan kecepatan sedang,,ku putar musik Melow..


sesampainya di taman aku langsung duduk di pinggir air mancur,,ku taruh ponselku tak berselang lama banyak anak kecil berdatangan..


dret dreet dret..


beberapa kali kak Kevin menelfonku tidak aku angkat,aku anggap kak Kevin dari dulu tidak menjadi milikku biar aku terbiasa tanpa kehadiran kak Kevin..


Ting ..


Kak Kevin mengirimkan pesan untukku..


kak Kevin [ angkat telfonku ]


Aku [ gak akan ]


Kak Kevin [ kenapa ]


Aku [ gak mau mendengar suara kamu ]


Kak Kevin [ aku cuman mau bilang bahwa kemarin yang memukulku erlan ]


Degh !!


"kak erlan?? dia di kembali??"


Ting


Kak Kevin [ dia gak terima aku menyakiti perasaan kamu Nara, dia sangat emosi tau kalo tidak jadi bertunangan denganmu melainkan dengan orang lain ]


Aku [ Oo ]


Kak Kevin [ apa kamu tau hall ini?? ]


Aku [ tidak, gak penting juga mau siapa yang memukulmu ]


Kak Kevin [ apa kamu tidak mengkhawatirkan aku?? ]

__ADS_1


Aku [ aku khawatir tapi vinka sangat tidak menyukai aku, waktu aku membantumu ]


********


__ADS_2