
ya ini sangat melelahkan mendengar perkataan orang orang yang membullyku, tapi dengan itu aku semakin semangat untuk mengecillkan badanku..
"bik, bilang ke mamah nanti aku kemalaman pulangnya"
"baik non"
"trimakasih bik"
"sama sama, non mau fitness kan??
"iya bik, aku berangkat dulu"
"siap non"
akupun berangkat masuk kedalam mobil, melajukan mobilnya bete juga dimobil sendirian gak ada teman..
sesampainya di tempat gym aku memarkirkan mobilku terlebih dahulu sebelum masuk kedalam..
merapikan rambutku memakai parfum, gak pede kalo dekat dengan kak erlan tapi aku bauk keti, tapi gak pernah loh ya ini cuman untung jaga jaga saja..
membuka pintu mobilku terlihat kak erlan juga baru sampe kali ini dia juga pake mobil sport..
wiiih, bauk buak horang kaya ini mengelengkan kepalaku saat melihat pesonanya kak erlan keluar dari mobil..
"Hii kak"
"Hay Nara, baru sampe ya??" menutup pintu mobil
"iya kak, tumben pake mobil??"
"takut rusak lama gak di pake" ucapnya
"wiidiihh, mau dong kapan kapan aku di ajah naik mobilnya Kaka"
"siap pokoknya, masuk yuk"
"hayok" menganggukan kepalaku
kamipun masuk, tumbenan sore ini nampak sangat rame sekali, aku mulai melakukan olahraga gym'nya..
Huufftt !!
"hayati lelah bang" gerutuku
"apa hayati?? siapa?? nama panjang kamu??" tanya kak erlan penasaran
sontak saja pertanyaan kak erlan membuatku tertawa terbahak bahak, Hhahahaha
"kenapa Nara?? emang lucu ya??" penasaran kak erlan
"iya kak, sejak kapan namaku ada hayatinya" Hahahhaha
"ya kirian, Nara hayati " hahahhaha
"Hahahha, ngarang Kaka ih" Hahahha
"la habisan kamu tadi bilang hayati lelah bang" Hahahahha
"Hahaha, Kakak erlan ngeselin" mencubit lengan tangan kak erlan
kak erlan hanya tersenyum menggemaskan sekali, tapi jantungku selalu bisa saja gak ada yang spesial di hatiku, tapi kalo kak kevin beda lagi ceritanya..
"ayok !! semangat kita gym lagi" seru kak erlan
"tapi kak aku capek banget, boleh ya istirahat dulu lima menit saja" rengekku
"baiklah, aku kesana dulu"
aku duduk menatap kak erlan dia sungguh tampan, aku sangat nyaman sekali dekat dengannya..
apa aku boleh berkhayal bisa menjadi sahabatnya?? dia mampu menenangkan aku sungguh..
"udah lima menit buruan" seru kak erlan
__ADS_1
"siap kak, otw ke situ lagi"
aku mulai olahraga kembali sekarang waktunya memegang alat untuk mengecilkan pahaku..
"ayo Nara semangat, ayo" kak erlan terus menyemangati aku
"iya kak, sangat semangat ini"
kering membasahi tubuhku, aku terus melakukannya, apalagi kak erlan terus menyemangati aku..
tak terasa sudah pukul setengah enam sore aku dan kak erlan menyudahinya aktifitas fitnessnya..
"mau makan??" seru kak erlan
"boleh, mimpung belum jam enam"
"mau aku traktir apa??"
"terserah kakak saja" senyumku
"oke" mengacak rambutku
aku berjalan di samping kak erlan, karena postur tinggi badanku yang lumayan jadi aku sama kak erlan cuman terpaut beberapa Senti saja, tetap saja aku seperti emaknya di mata orang yang tidak menyukaiku..
"bagimana kalo kita makan pecel lele di sebrang sana??"
"boleh, ayo kak"
"ayok !! "
aku dan kak erlan menyebrang jalan tanganku di gandeng dong sama kak erlan, aaa dia sangat sweet sekali..
bisakah aku biasa saja tidak memakai hati saat ini, tapi kak erlan terlalu manis kepadaku..
"mang pecel lele dua minumnya teh manis" ucap kak erlan kepada pedagang pecel lele
"siap, menunya apa mas??"
"kamu mau apa Nara??"
"oke siap"
akupun duduk menatap kak erlan sejak tadi, kak erlan menyadarinya ia mengukir senyum begitu indahnya..
"aku tampan ya??"
"kalo cowok cantik malah bahaya" ucapku hahahha
"ada aja kamu ya" mencubit hidungku
tak berselang pesanan kamipun datang, namun ponsel kak erlan berbunyi segera ia mengangkatnya..
"siapa kak??" kepo ku
"Kevin, bentar ya??"
"oke" melanjutkan makan
mulutku fokus makan, tapi telingaku diam diam mendengarkan omongan kak erlan dan juga kak kevin..
kak erlan [ benarkah?? ]
kak Kevin [ benar, dia sungguh seksi ]
kak erlan [ dasar buaya, dah dulu aku lagi makan nih sama Nara, nanti aku main kerumah kamu ]
kak erlan [ iyes ]
aku membulatkan mataku, mendengar kak kevin bicara seksi dan kakak erlan bilang kalo kak Kevin itu buaya..
"kenapa??"
"gak papa??" cengirku
__ADS_1
"pasti kamu mendengar pembicaraan aku kan??"
"ih gak kak, orang aku lagi fokus makan"
"jangan termakan muka dingin kevin dia buaya yang sebenarnya" ucap kak erlan
uhuk uhuk uhuk ..
aku tersedak mendengar perkataan kak erlan, apa maksudnya?? berbicara seperti itu sama aku??
"Haahhahaha, gak gak !! aku hanya bercanda, Kevin orangnya tipe sulit jatuh cinta, sama seperti ku"
"really??"
"iyes"
ku anggukan kepalaku, menghabisakan makananku dan minumanku, jadi kak Kevin orangnya sulit jatuh cinta?? pantes saja dia dingin..
kalo kak erlan aku kurang percaya, dia gak sedingin kak kevin, Sifatnya pun sangat manis aku juga gak tau kenapa kita bisa sedekat ini..
selesai makan aku dan kak erlan berjalan kembali menyebrangi jalan raya, masuk kedalam mobil kita Masing masing..
"eh kak trimakasih traktirannya" teriaku
"oke sama sama, hati hati di jalan
"oke kak, byeee" ku tutup kaca jendela mobilku
mulai mengendarai mobilku keluar dari halaman tempatku fitness, aku sangat bahagia sekali hari ini, Hani harus tau..
gerbang rumahku terbuka segera aku memasukan mobilku, memakirkan mobilku di halaman rumah..
"kakak" girang Rista
"hii adeknya Kaka yang paling jelek" mengacak rambut Rista
"akhirnya Kaka pulang juga, papah sama mamah pergi ke medan, tapi gak ngajak aku" sedih rista
"serius?? kapan berangkatnya??"
"belum kak, lagi siap siap" hehehehe
"dasar anak kecil,ayok masuk"
kugandeng tangan Rista masuk kedalam rumah, benar saja papah sama mamah udah siap untuk berangkat..
"nah ini yang di tunggu tunggu" seru mamah
"aku gak di ajak" kesalku
"la kamu dan Rista kan gak libur, nanti kalo libur sekolahnya papah mau ajak kita nyusul kaka kamu Jodi"
"serius mah kita mau ke kak Jodi?? aaa aku kangen banget sama kakakku yang sangat tampan"
"yey yey yey" Rista ikut ikutan senang
"berapa hari mah??"
"satu Minggu"
"ini uang saku kalian untuk satu Minggu, papah juga udah TF di kartu kamu" seru papa
"aaaa trimakasih papah, emang paling the best" aku memeluk papah
Rista pun ikut memeluk papah,
"udah papah sama mamah berangkat dulu"
"oke pah mah, hati hati ya"
aku mengantar papah sama mamah kedepan, sedih sii selalu saja gak ada waktu bareng mamah papah, tapi mau bagaimana lagi mereka juga kerja buatku juga..
mobil papah mulai berjalan keluar dari gerbang rumahku, aku mendengar suara tangisan, saat aku menoleh Rista sedang menangis..
__ADS_1
*****