Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 18


__ADS_3

"aiisshh, apa ini" teriak hilma


"hahahaha, kamu masuk ke dalam got" .


"iya, sangat menjijikkan" hahhahha


"iyuh bauk, sangat bauk"


aku menahan tawaku sebisa mungkin biar kedua teman hilma yang tertawa, Hanipun membengkam mulutnya..


"aaaaa bagaimana ini, aku kotor sekali" seru hilma


"gak papa, ayo kita jalan lagi, takutnya kalo jamnya habis, kita bisa kalah loh" seruku


"tapi Nara, gak lucu kan?? kalo aku jalan belepotan seperti ini" kesalnya


"terserah kamu hilma, nanti kalo ada pocong lagi gimana??" Hani menakut nakuti


"iya deh iya"


kamipun mulai berjalan kembali melintasi kebun milik warga, Suara burung hantu menggema di telingaku..


Kupercepat langkahku, Hilma masing ngoceh gak jelas, aku pura pura gak dengar saja mungkin karena karma mereka mengejekku..


kitapun mulai memasuki makam, ternyata kalau di sini banyak murid yang berdatangan mengambil nama mereka masing masing..


"Nara sini" seru hani


"apa??" berjalan kearah Hani


"kok nama kamu gak ada??"


"seriusan??"


"iya"


ketiga teman groupku berlari menghampiriku dan juga Hani, menatapku dan juga Hani..


"udah ketemu semua kan??" tanya hilma


"nama Nara yang gak ada" seru Hani


"tunggu ini kertas apa?? bagus banget" ucap ketua group


"mana??" seru Hani


"ini" memberikan kehani


Hani membuka kertas yang sangat cantik di bandingkan kertas yang lain, kamipun penasaran Hani segera membuka kertas tersebut..


"demi apa !! ini untuk Nara??" kaget Hani


semua kepo menoleh kearahku,


"apa??"


"coba nih kamu baca" seru Hani memberikan kertas kepdaku


[ semangat dietnya Nara ]


di belakangnya masih ada kertas yang terselip, bertuliskan namaku, semua tercengang menoleh kearahku..


"ehem Nara ciyee" kompak mereka


"diam diam ada yang menyemangati kamu"


"aaa jadi iri"


"mending Nara meskipun gemuk tapi ada yang menyemangati dirinya"


"benar kamu, daripada kita gak ada sama sekali yang memperhatikan kita"


"nasip jadi seorang jomblo"


aku masih berfikir sejenak siapa yang menulis itu untukku, apa mungkin kak erlan?? kalo benar ia aku jadi lebih semangat untuk diet..


"Nara kenapa jadi bengong gitu"


"tidak apa apa, ini kan udah klop semua ayok kita balik ke sekolah" seruku


"ciyee, salting"


"Nara ciyeeee, mau diet"

__ADS_1


"Hahahhaha, mana mungkin bisa, udah terlanjur gede kek gajah" hahahha


"benar itu, hahahaha palingan juga cuman satu Minggu dietnya abis itu makan banyak lagi" hahahha


menghirup oksigen banyak banyak, oke !! aku akan membuktikan kepada mereka bahwa aku bisa menurunkan berat badanku..


"kalian yakin banget aku gak bisa diet" ucapku


"yakin dong" hahhaha


Hani menyeret paksa tanganku, menjauhi Mereka,


"gak usah di ladenin, fokus saja kediet kamu" lirih Hani


"tapi Han, mereka selalu saja meremehkanku" kesalku


"jadikan hinaan mereka menjadi semangat untuk kamu"


"benar juga kamu Han"


"iya dong"


kamipun jalan bersama, sudah tidak lagi takut akan kehadiran lelembut, biarkan saja mereka bertiga itu..


"Nara, kita kerjai ketiga orang yang songong itu gimana??"


"aku setuju, lest go"


"jadi kita sembunyi di balik semak semak itu, nanti aku download suara kuntilanak"


"oke, aku setuju"


kitapun berjalan mencari tempat persembunyian,


"Nara nanti kamu goyangkan semak semak ini?? Aku yang pura pura jadi mbak kuntinya"


"gimana caranya??" tanyaku penasaran


"nanti juga kamu tau"


"oke"


aku sama Hani masuk kedalam semak semak, menunggu hilma, tika dan Desi"


"tuh mereka datang, kita siap siap"


ketiga teman groupku hilma, Tika dan Desi terdengar mereka masih membicarakanku, aku semangat untuk ngerjai mereka..


grusak grusak grusak


aku mengoyangkan beberapa dedaunan, Hani mulai memutar suara mbak Kunti..


hihihi hhiiiihiii hiihiii


"kamu mendengarnya tidak??" duduk desi


"iya, aku mendengarnya" jawab hilma dan Tika


grusak grusak grusak..


"lihat itu kok gerak gerak sendiri??" takut mereka


"apa jangan jangan di dalam situ ada mbak Kunti"


rambut Hani di taruh kedepan semua, ia mulai mengeluarkan kepalanya, Hani memberikan ponsel untukku, aku tau apa yang dia maksudkan..


hihihi hhiiiihiii hiihiii


kini kepala Hani di gerakkan kekiri dan kekanan, aku menahan tawaku ini sangat lucu,


"kuntilanak " teriak mereka bertiga


Hani mulai berdiri dari duduknya, aku kembali memutar suara mbak Kunti lagi..


hihihi hhiiiihiii hiihiii


"anak anak tungguin Tante dong, Tante juga mau main bareng" suara hani di baut seseram mungkin


"aaa aaaa aaaaa aaaa lari !! "


mereka bertiga lari terbirit-birit, aku sama Hani tertawa cekikikan melihat ekspresi wajah mereka..


"rasain, makanya jadi orang gak usah meremehkan orang lain" gerutu Hani

__ADS_1


"trimakasih ya Han, kamu selalu tepat"


"iya Nara" senyum kepadaku


berjalan masih dengan cekikikan, sesampainya di aula sekolah aku dan Hani mengumpulkan nama kita kedalam panitia..


"kak erlan" sapaku


"Hay Nara" jawab erlan


"makasih ya"


"untuk apa??"


"surat untukku" tersenyum kearah erlan


erlan tidak menjawab ia menautkan alisnya, binggung dengan ucapanku..


"surat apa??" bingung kak erlan


"iya surat untuk menyemangati aku" senyumku


"haaa??"


"iidiih, pura pura lupa, aku ke tenda dulu ya kak" seruku


aku menghampiri Hani yang sudah berada di dalam tenda, hari sudah hampir lagi memejamkan mataku pergi kealam mimpi..


priit priit priiit ..


suara peluit terdengar di telingaku, segera aku membuka matanku melihat jam tangan, ternyata sudah subuh pukul setengah lima pagi..


anak anak yang lainya mulai bangun aku dan hanipun bangun mengambil handuk dan alat alat untuk mandi..


mencari keberadaan kamar mandi, keluar dari gedung sekolahan, aku dan Hani bercanda ria sambil bergandengan tangan..


"eeehh, gajah bengkak" sinis Veronika


"monster betina" senyumku


"beraninya kau !! " geram Veronika


"kalo gak mau di ejek jangan mengejar" seruku


"aku ngomong berdasarkan fakta" ucapnya


"lha, aku juga begitu"


"apa !! jadi maksut kamu wajahku seperti monster??" geramny


"la itu kamu yang ngomong" hahahhaha


"Nara !!" teriak Veronika


aku berjalan tidak menggubris perkataan Veronika, Hani berjalan di sampingku mengusap punggungku..


"sabar Nara"


"iya Han, aku gak terlalu di fikirkan omongan monster betina itu" ahahhha


"hahahhaha, benar kamu Nara, veronika si monster betina yang sangat menakutkam" sambung Hani


kitapun sampai didepan Toilet umum kita berdua masuk kedalam mandi bersama, udah biasa juga kita mandi bersama..


setelah mandi dan memakai pakaian olahraga memoles sedikit wajahku memakai suncare dan lip gloss supaya lebih segar..


"Nara kita cari sarapan yuk??" usul Hani


"gak di kantin saja??"


"nanti kamu khilaf masakan ibu kantin gak pernah salah"


"jangan khawatir Hani, aku udah niat mau mengurangi porsi makanku"


"baiklah"


aku mulai berlatih berlari pelan pelan, Hani tetap menyemangatiku, capek sekali rasanya tapi tidak masalah aku tetap berlari kecil, keringat membasahi tubuhku..


"Nara keringat kamu??"


"iya Han, kamu bawa tissu enggak??"


"nggak"

__ADS_1


"apa kau mau tissu??" seru erlan di depanku dan juga Hani


******


__ADS_2