
sebelum Berangkat aku menelfon Hani terlebih dahulu katanya dia mau ikut,
Hani [ Hallo Nara ] .
Aku [ Han, kamu jadi ikut fitness enggak?? ]
Hani [ gak jadi, mau di ajak jalan sama ayang ]
Aku [ idih, pamer ]
Hani [ kenyataan]
Aku [ iya deh iya, aku berangkat dulu ya ]
Hani [ oke Nara, semangat dietnya]
Aku [ Selalu ]
ku matikan panggilanku, meletakkan kembali ponsel kedalam tas, segera aku melajukan mobilku..
andaikan kalo ke sekolah boleh bawa mobil sendiri aku sangat senang,tapi papah selalu melarangku kata papah nanti di kira aku pamer, padahal aku sama sekali gak pernah pamer kepada mereka..
sesampainya di tempat gym mematikan mobilku, Merapikan rambutku yang aku ikat seperti ekor kuda dengan poni di jidatku..
membuka pintu mobil, ternyata kak erlan baru datang membawa motor gedenya, ia sedang melepas helm..
"kak erlan" sapaku sedikit berteriak karena kak erlan berada di parkiran khusus sepeda motor
kak erlan melambaikan tanganya, melangkahkan kakiku menghampiri kak erlan,
"aku juga baru Samapi kak" ucapku
"sama aku juga, masuk yuk"
"ayok kak" senyumku
aku dan kak erlan masuk kedalam, aku sangat bersemangat sekali, semoga dietku berhasil semangat untuk diriku sendiri..
"Hay bro siapa ini??" tanya seseorang entah itu siapa
"kenalin temanku"
"pasti mau mengecilkan badannya" ucapnya lagi
"iya" senyum kak erlan ke arahku
"sukses ya bro" menepuk pundak kak erlan
orang yang asing itu belalu meninggalkan aku dan juga kak erlan, kamipun mulai memasuki area fitness yang gak terlalu rame..
di sini orangnya cuek gak terlalu kepo dengan orang baru sepertiku, kak erlan mulai mengajariku..
keringat membasahi tubuhku dan juga wajahku, cukup untuk hari ini menguras tenaga..
"bagus usaha kamu Nara" senyum Kaka erlan
"trimakasih kak"
"besok lebih semangat lagi"
"iya kak, semangat"
setelah di rasa capeknya hilang, aku dan kak erlan Keluar ruangan, terlihat kak Kevin datang bersama teman temannya..
"erlan, eh kok sama gajah bengkak" sapa Hengki teman kak erlan dan juga kak Kevin
"gak malu jalan sama gajah bengkak??" timpal Tofan
"dia punya nama" sentak kak erlan
"wiiih, sante bro" kak Hengki menepuk pundak kak erlan
"tau kan kalo nama dia Nara bukan apa itu yang kalian sebutkan" geram kak erlan
__ADS_1
"Udah kak gak papa udah biasa juga di bilang gajah bengkak" ucapku
kak Kevin menatapku dia diam seribu bahasa, tapi dia langsung menyeret paksa kedua temannya yang suka jukit kepadaku..
"nanti aku nyusul kedalam" seru kak erlan
"oke bro kita tunggu" ucap Hengki
kak Kevin tidak menjawab omongan kak erlan, aku di antar kak erlan sampai di tempat parkir..
"kak aku boleh tanya gak??"
"tentang??"
"kak Kevin"
"Oo Kevin, iya boleh kamu mau tanya apa soal kulkas itu??"
"kulkas??"
"iya, dia kan dingin seperti kulkas"
"ada ada saja kak erlan" senyumku
erlan mengajak poniku, tersenyum kearahku..
"eemm, kak apa kak kevin itu gak pernah ketawa ya?? kok diem saja??
"Kevin itu emang orangnya susah di tebak, karena sangat pendiam, hanya sama orang tertentu dia mau ngobrol ataupun senyum"
"benarkah??"
"iya, tapi di balik dinginnya dia kevin itu setia kawan, selalu ada untukku dia sahabatku sejak kecil, jadi aku sudah tau sifat dia"
"Oo gitu ya" menganggukkan kepalaku
"pkoknya dia itu pendiam tapi sebenarnya Kevin sii paling perhatian, bahkan kita juga suka mandi bareng"
"wiih, sama dong Denganku kak, Hani sahabat terbaikku, kitapun sering mandi bareng"
"yaudah pulang gih, aku mau masuk lagi hati hati nyetirnya"
"siap, daaahh kak erlan"
membuka pintu mobil masuk kedalam, mulai melajukan mobilku, entah kenapa aku sangat penasaran dengan kak kevin, ingin tau tentang kak kevin..
dreet dreet dreet ..
ponselku berbunyi, memakirkan mobilku di pinggir jalan aku masih belum bisa kalo nyetir sambil telfonan..
Aku [ hallo Hani ]
Hani [ teh pelangsingnya udah aku titipkan ke bibik kamu ]
Aku [ aaa trimakasih Hani ]
Hani [ oke, rasakan bedanya]
Aku [ siap, ini aja bajuku mulai udah muat yang dulu gak muat ]
Hani [ aaaa aku senang dengarnya]
Aku [ Han, aku mau curhat tapi gak di telfon bisakah nanti malam kerumahku?? ]
Hani [ nanti malam kan ada acara ulang tahun kak Lala ]
Aku [ kenapa aku lupa, untung kamu bilang jadi aku gak lupa, hehehe ]
Hani [ dasar pelupa, udah beli kado belum?? ]
Aku [ belum, aku baru saja pulang dari tempat gym ]
Hani [ jadi pergi Sama kak erlan?? ]
__ADS_1
Aku [ jadi dong ]
Hani [ sebenarnya aku iri padamu Nara ]
Aku [ iri sama aku?? ]
Hani [ iya, karena kamu bisa sedekat itu sama kak erlan yang gantengnya sungguh terlalu ]
Aku [ ingat Doni ayang kamu ]
Hani [ yeah, Doni mah gak ada apa apa dari kak erlan ]
Aku [ syukuri, dah ya nanti lagi ngobrolnya aku mau pulang ]
Hani [ oke Nara ]
ku matikan telepon Hani, melanjutkan lagi perjalananku, kalo di fikir fikir lebih baik aku nyalon dulu biar rambutku bagus..
sesampainya di salon langganan mamah, pertama kalinya aku bertemu dengan kak erlan, tak terasa aku mengukir senyum..
akupun masuk kedalam salon, pegawainya salon yang biasanya bersama aku dia melihat aku dari ujung kaki sampai ujung kepala..
"ada apa??" binggung ku
"ada yang beda dari kamu, tapi apa ya??"
"Oo, mungkin karena rambutku di ikat terus aku memakai poni??"
"itu udah biasa dan sangat mengemaskan"
"iya aku emang selalu mengemaskan"
"apa ya??" bingungnya
aku duduk dan pegawai salon andalanku mulai make over rambutku,
"mbak di make over model mau ke pesta ulang tahun yes"
"iyes, pokoknya tenang saja"
aku mendengar suara yang tak asing bagiku dan sangat jelas, iya Suara milik Veronika yang sedang masuk kedalam salon bersama teman temannya..
"eeh lihat Vero, ada gajah bengkak lagi nyalon"
"mana??" seru veronika
Veronika melihatku ia membulatkan matanya, mungkin dirinya kaget melihatku di sini nyalon di salon mahal dan juga elit..
"eh menggadaikan apa kamu bisa nyalon di sini??" sinis Veronika
aku tidak menjawabnya, fokus dengan ponselku..
"maaf anda berbicara dengan non Nara??" tanya pegawai salon
"non?? kaget Veronika
"iya, dia langganan di sini"
"Haaaaaa??"
"emangnya mbak gak tau dia anak siapa??"
Veronika menggelengkan kepalanya,
"emang dia siapa??"
"loh, dia anak pengusaha sukses mamahnya juga sering nyalon di sini, kudet banget anda ya mbak"
aku menutup mulutku, pasti sii Veronika lagi kebakaran jenggot, bukan aku pamer loh ya tapi mbak mbak salon..
"seriusan??" kompak teman teman Veronika
"serius lah, bahkan kalo papahnya mau beli nih salon juga bisa, orang pemilik salon ini juga teman mamahnya non Nara"
__ADS_1
Veronika menatapku, ia menelan ludahnya berkali kali, kasian tenyata kamu salah saing sama aku Veronika, opppsst aku gak boleh sombong..
*******