
"bareng yuk??" tawarnya
"ayok" aku melirik kearah kak Kevin
"kamu sangat cantik Nara" seru branden
"gak lah, aku bisa saja" ucapku
"serius, kamu begitu cantik"
"iidddih, gombal" senyumku
Aku dan branden memasuki gedung kuliah, Hani dan silfi sudah menungguku di depan kelas..
"wiih, akur banget sama branden"
"uhuy"
"apaan sii, orang tadi kebetulan berangjat bareng"
"kebetulan apa kebetulan" ledek Hani dan juga silfi
"heellleeh" aku masuk kedalam Kelas
Hani dan silfi pun ikut masuk, branden di kerubungi ciwi ciwi,,maklum orang tampan aku duduk di bangku ku menatap branden yang sedang kewalahan menanggapi omongan mereka..
"kelihatannya kamu sama branden dekat banget" tanya silfi
"gak juga sii, tadi aku lagi Manas manasi sii Kevin"
"benarkah"
"iya lah, dan lebih parahnya besok aku datang ke pesta pertunangannya"
"demi apa??"
"ngeselin gak sii" manyunku
Hani Duduk di depanku ia menatapku,,
"apa kamu mau datang??" tanya Hani
"iya, karena terpaksa"
"serius mau datang??" timpal silfi
"mau bagaimana lagi, papah yang nyuruh ternyata kedua orang tuaku dan orang tua kak Kevin mereka saling kenal"
"seriusan??"
"iya, serius" manyun ku
Pak dosen datang Hani duduk di bangkunya, kelaspun di mulai aku fokus mendengar perkataan pak dosen..
"bapak minta tugasnya di kumpulkan besok"
"yaelah pak, besok banget nih??"
"tidak bisa di ganggu gugat, selamat siang semuanya" ucap pak dosen
Silfi dan Hani tersenyum kearahku, aku tau apa yang ada di fikirannya pasti minta aku mengajari mereka..
"apa !! " kataku
"idih galak amat, tau lah apa maksud kami" meringis Hani
"iya tau,nanti kita kerjakan bareng bareng" ucapku
"kalo kita bisa, kalo gak ya biasa" hehehehe
"dasar ya kalian, baiklah yang terpenting kita makan dulu" ucapku
"oke"
kita berjalan menuju kantin, tanganku di pengang kak Kevin, aku Langsung menepisnya..
"kita perlu bicara" ucap kak Kevin
"maaf aku gak ada waktu" ketusku
"kenapa kamu segampang itu akrab dengan murid baru??"
"bukan urusan kamu" aku berjalan meninggalkan kak Kevin
__ADS_1
"Nara tunggu !! " dia mengejarku
"apa lagi sii kak, stop jangan ganggu aku lagi" geramku
"aku cuman cemburu melihatmu dengan mahasiswa baru itu"
Aku berdiri menatap kak Kevin,
"hahaha, cemburu kamu bilang !! "
"iya"
"apa kabar dengan aku, melihat mu akan bertunangan dengan wanita lain"
kak Kevin terdiam air mataku menetes,
"aaahh sial kenapa aku harus menangis seperti ini !! Gak pantas aku menangisi orang jahat sepertimu !! " aku berlari menuju Hani dan juga silfi
branden berjalan menujuku,,ia menepuk pundakku, ku usap air mataku yang mengalir begitu saja..
"aku panggil kamu loh"
"maaf aku gak dengar"
"kamu nangis??" tanya branden menatapku
"gak kok, tapi kelilipan saja" bohongku
"Oo, kok sendirian??"
"nunggu di kantin, kamu mau makan juga??" tanyaku
"iya"
"kita bareng saja" tawarku
"baik" senyumnya
Aku dan branden menuju kantin, setelah tau aku tidak lagi bersama kak Kevin, banyak yang mencoba mencuri perhatianku..
Tapi aku tetap di mode biasa biasa saja,,aku termasuk orang yang susah untuk menjalin hubungan dengan orang baru lagi atau mengenal orang baru..
"yaampun Nara lama banget sii, abis ngapain sama sii Kevin??" malas silfi
"buruan di makan abis ini, kita nyalon" usul Hani
"ayok !! " semangatku
Aku harus cantik supaya vinka semakin panas kepadaku,,sesudah makan kami bertiga masuk kedalam mobil masing masing..
dreet dreet dreet..
ponselku berbunyi, kak fatim menelfonku..
Aku [ iya Hallo kak ]
Kak Fatim [ tolong dong belikan kakak buang belimbing ]
Aku [ baik kak, nanti ya ]
Kak fatim [ oke dek ]
Ku matikan teleponku, Hani dan silfi kepo mereka mendengarkan pembicaraan aku dan kak fatim..
"kepo ih" mengusap lembut wajah mereka berdua
"siapa??" kompak mereka
"kak fatim, kakak aku lagi hamil nyidamnya aneh aneh Sampai pusing aku"
"emang gitu kalo orang nyidam, suka aneh aneh" kata silfi
"bener sil, masa kemarin malam malam mau mangga muda metik dari pohon" hahaha
"terus??"
"ya kakak cari pohon mangga Ampe tengah malam, kasihan sii sama kakak tapi mau gimana lagi"
"suami idaman" Hani ngehalu
"pasti lagi ngehalu tuh sama Doni" hahahhaha Ledekku
"Yoi" timbal silfi
__ADS_1
sampai di parkiran mobil,,aku melihat vinka telah menungguku ia menatapku sangat sinis bener bener menyebalkan tu orang..
"siapa dia??" tanya silfi
"calon tunangannya kak Kevin" lirihku
"wiih, jauh beda sama kamu nara" ejek Hani
"saat, diam nanti dia dengar"
"biarin, emang gitu nyatanya"
"kalian duluan nanti aku nyusul" ucapku
"oke siap"
Hani dan silfi masuk kedalam mobil mereka masing masing, aku berjalan menghampiri vinka..
"apa kamu menungguku??" tanyaku sinis
"iya"
"ada masalah apa denganku"
"jauhi kevin"
"gak usah khawatir aku udah gak tertarik dengan calon tunanganmu !! "
"bagus" seru vinka
muka songongnya pengen aku tampar kanan kiri,heran deh masih saja tidak ada rasa bersalah padahal kita kan sesama perempuan..
"dengar sebentar lagi kevin akan menjadi milikku selamanya"
"iya vinka iya, aku tau"
"baguslah, jadi gak usah lah ya sok cantik dengan Kevin"
"apa !! aku sok cantik?? Hello aku emang udah cantik dari dulu kali" hahaha
Duuh maaf ya aku sedikit khilaf ngomong gitu abis vinka sangat menyebalkan !!
"Heh !! Emang aku gak tau apa dulu tu kamu gendut jelek !! "
Degh !!
kenapa dia bisa tau masa laluku??
"hahahaha, kenapa kaget?? Hahahaha cantik karena modal aja sombong" sinisnya
aku terdiam, kak Kevin datang ia langsung masuk kedalam mobil,tidak mengubris dengan keberadaan vinka..
"Kevin !! Aku di sini" ucapnya
Kak Kevin hanya membuka kaca jendela mobil,menatap kearah vinka dan menoleh kearahku..
"Nara pulanglah jangan kamu urus vinka" ucapnya
aaa kak Kevin kenapa kamu bersikap seperti ini,membuatku sulit melupakan kamu,,vinka berdecak kesal..
Mobil kak Kevin melaju dia bener bener tidak mengubris vinka,
"duuuh, kasian gak di anggap ya sama calon tunangannya,,yang sabar ya mbak??"
"diam kamu" sentaknya
"mau kamu berusaha keras, tetap aku pemenang di hati kak Kevin"
"gak usah mimpi kamu, aku bisa kok Membuat dia mencintai aku"
"moso??"
"bejalannya waktu pasti Kevin akan mencintai aku, dan kamu akan menjadi masa lalunya" Hahahha
"masa Iyah" muka julitku
"iya dong, mending aku bisa memilikinya dari pada kamu hanya bisa memiliki kenangan bersama kevin, kasian"
Akupun terdiam apa benarnya juga omongan vinka, aku langsung membuka pintu mobil melajukan mobilku dengan kecepatan sedang..
ingat nara jangan menagis seseorang yang bukan milik kamu,, Jangan terlalu memikirkan yang menyakiti kamu, kamu berhak bahagia Nara,, aku mencoba menyemangati diriku sendiri..
******
__ADS_1