Aku Yang Gemuk

Aku Yang Gemuk
Bab 57


__ADS_3

Rista belum paham betul dengan kata kata aku, anak kecil seumur Rista mana tau tentang keluarga darah biru, mamah sama papah aja susah payah mendapatkan restu. untuk mengadopsi Rista..


Oma sama opa sangat menentang Rista sebelumnya karena kata Oma dan opa rista anak gak jelas asal usulnya..


tapi papah tetap kekeh untuk mengadopsinya, hingga akhirnya Oma sama opa dan keluarga besarku menerimanya..


"kakak kok melamun??"


"maaf maaf, ayo kita main lagi" ucapku


"Nara !! Rista ayo pulang" panggil kak Jodi


"yeaelah" kesal Rista


aku dan Rista menyudahi permainan mereka, berjalan menghampiri kak Jodi dan juga encus..


"kak, aku boleh ya main lagi??" rengek rista


"besok lagi encus udah gak nyaman di tatap orang orang" ucap kak Jodi perhatian


"ciyeee perhatian" ledekku


"uhuy !! kak Jodi" ikut ikutan Rista


Rista memegang tangan Jodi dan juga encus berjalan di tengah tengah mereka berdua, layaknya anak kak Jodi dan juga encus..


beberapa orang sana bertanya ke kakak Jodi ada yang bilang anaknya mereka mengemaskan, ada juga yang bilang keluarga kecil yang sangat bahagia..


aku berlari berhenti di depan mereka, kak Jodi dan encus saling bertatapan Rista menatap kak Jodi dan juga encus..


"stop, aku foto kalian ya??" ucapku


"jangan non, encus malu"


"gak papa Fatimah, cuman foto doang" senyum kak Jodi


"iya encus"


"gak mau encus jelek, encus gak cocok sama Rista dan juga den jodi" ngrendah encus


"loh, kata siapa?? kamu sangat manis" jujur kak Jodi


encus di buat salting oleh Kaka Jodi, aku dan Rista cekikikan,


"fotoin kita bertiga ya Ra"


"oke kak, buruan cus dekat kak Jodi Nara kamu di depan mereka,.nah Bagus eh encus kurang dekat ke kak Jodi" ucapku


"i-iya non"


dengan malu malu encus mendekati kak Jodi, aku pun segera foto mereka, encus emang cantik dengan hijabnya..


"cocok banget" ucapku


encus malu malu menatap kak Jodi, akhirnya kitapun pulang ke apartemen aku langsung merebahkan tubuhku keatas kasur..


"Rista bobok siang dulu, nanti encus buatan sup baksonya"


"oke cus" senyum rista


Rista tidur di sampingku, tak perlu membutuhkan waktu lama Rista tidur juga, encus mengangkat jemuran yang sudah kering lalu menyetrika..


"encus gak capek??" tanyaku penasaran


"gak dong non"


"encus gak suka berantakan??"


"iya non"


"waah sama dong dengan kak Jodi"

__ADS_1


"gak sama non, den jodi bertahta sedangkan encus hanya seorang pembantu" ucapku ngrendah


"encus mah kebiasaan ngrendah" kesalku


encus hanya tersenyum, ia melanjutkan lagi pekerjaannya, gabut juga lama lama di atas kasur gak ngapa ngapain..


"mau kemana non??" tanya encus


"keluar sebentar"


"nanti gak bisa pulang gimana non?? ini kan di negeri orang" panik encus


"tenang cus, aku pasti bisa pulang"


"tapi non, encus khawatir"


"gak usah khawatir, nanti kalo Kaka bangun bilang ya aku keluar sebentar"


"baik non, hati hati ya"


"iya encus"


kuambil tas dan juga kacamataku, ku buka pintu kamar apartemen, masuk kedalam lift sesampainya di lantai dasar aku jalan kaki Menikmati sore hari di negeri orang..


ku hirup udara segar,


"Nara"


seperti ada yang memanggilku?? aku menoleh kesumber suara tapi tidak aku dapati siapa siapa..


aku menatap kesegala arah tetap saja gak ada siapapun, mungkin aku salah dengar kali ya?? akupun kembali berjalan..


"Nara"


suara itu lagi, aku tidak lagi menggubrisnya aku tetap berjalan hingga seseorang berjalan di sampingku..


"sombong banget" ucapnya


"Kak Kevin??" kagatku


ia meringis menunjukkan gigi rapinya,


"hih gak jelas" sinisku


ku percepat langkahku, kak Kevin terus mengejarku


"mau kamu menghindar terus jika takdirnya kita bertemu bisa apa kamu Nara??" ucapnya


"aku bisa kabur dari kamu"


"kali ini gak bisa"


"siapa bilang" sinisku


"aku??"


aku menghentikan langkahku..


"sejak kapan kamu jadi ngeselin seperti ini kak" kesalku


"sejak kamu menghindar dariku"


",Hih gak jelas"


aku berjalan Kembali, tiba tiba kak Kevin memelukku.. jantungku sungguh tidak aman seakan jantungku ingin copot..


"jangan menghindar lagi darikku Nara" lirihnya


"maaf kak lepaskan aku !! " ku dorong tubuh Kak kevin


"sebenarnya kamu kenapa Nara?? semenjak kita bersepeda beberapa Minggu lalu kamu jadi menghindar dari aku?? telfon gak di angkat pesan jarang kamu bales, aku cari kamu di sekolah gak pernah bertemu, apa salah aku Nara??"

__ADS_1


"kakak mau tau apa alasanku??"


"iya, katakan saja"


"aku cemburu melihat kak Kevin bilang rindu dengan mantan kakak waktu itu" Jujurku


aku langsung berjalan menghindari kak Kevin, aku gak mau dengar ucapan kak Kevin,


"apa kamu menyukaiku??"


"bukan urusanmu" ketusku


"itu urusanku !! "


aku berlari kak Kevin juga mengejarku,


"Nara i love you, kamu hanya salah paham saja, waktu itu" ucapnya dengan nafas tersengal sengal


Deg !!


aku langsung berhenti, menoleh kearah kak Kevin dengan penuh selidik,


"dasar buaya " sinisku


"buaya??"


"iya, aku gak percaya dengan omongan kakak" aku kembali menatap lurus kedepan


"nara aku mencintai kamu sejak pertama kita bertemu" ucapnya


"hahahha, aku gak sebodoh itu kak, mana ada cowok yang mau menintai aku di saat aku gemuk dulu yang ada mereka jijik melihatku"


"bukan denganku nara, aku sangat gemas melihatmu bahkan aku sering mengambil gambar saat kamu sedang senyum atau ketawa dengan hani"


Aku melihat ada kejujuran di mata kak kevin, jadi selama ini dia baik dan selalu menolongku karena dia mencintaiku??


"kenapa gak dulu kamu mengungkapkannya??"


"aku gak berani gegabah nara, bagiku aku ingin mengatakan perasaanku di saat yang tepat"


"maksud kakak??"


"sebenarnya waktu wisuda kemarin aku akan mengungkapkan perasaanmu di depan semua orang tapi kamu gak ada nara"


"maaf aku gak percaya begitu saja kak, karena waktu itu kakak bilang bahwa kakak masih sangat mencintai mantan kakak, hatiku sakit kak, aku sudah lama memendam perasaan ini, aku mencintai kamu kak kevin" ucapku dengan menundukkan kepalaku


"jadi kamu??"


"iya i love you kak kevin" aku berlari begitu saja


Aaahh apa akau ini?? Kenapa aku mengatakan perasaanku kepada kak kevin, jadi malu kan?? Apalagi tadi kak kevin mengatakan kalo dirinya menyukaiku??


Drret dreet drrett ..


kuambil ponselku di dalam tas, segera mengangkatnya..


Kak jodi ( pulang )


Aku ( iya kak, galak amat )


Kak jodi ( pulang sekarang )


Aku ( iya kakak )


Kak jodi mematikan telfonya akupun segera berjalan kearah apartemen takut di marahin kak jodi..


sesampainya di depan pintu apatemen, kak jodi pas banget membuka pintunya, aku meringis kearahnya..


"darimana aja?? Kata encus sebentar lama amat?? Encus dari tadi mondar mandir"


"hheheh, maaf kak" nyengirku

__ADS_1


*****


__ADS_2