
"Emm Alvaro, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, gadis ini sudah mencoba merayuku." Andre mencoba memutar balikkan fakta, Aku pun tak tinggal diam, Aku pun membela diriku karena Aku merasa tidak bersalah, Andre lah yang mencoba memperkosaku.
"Dia bohong Mister, Pria ini yang sudah merayu Saya terlebih dahulu!" Aku berkata sembari menunjuk pria yang kuketahui bernama Andre itu.
Mr. Alvaro menghampiri pria itu, dengan tangan yang mengepal dan wajah yang tampak marah, Mr. Alvaro memukul Andre, membuat pria itu tersungkur. Tentu saja Andre pun mencoba melawan Mr. Alvaro, tapi rupanya Mr. Alvaro sudah begitu geram dengan Andre, entah kenapa Aku melihat jika Mr. Alvaro mempunyai dendam kepada Andre.
"Aku sudah muak dengan apa yang kamu lakukan, Andre! Kamu pikir Aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan kepada ku? Aku tidak menyangka jika kamu yang ku anggap sebagai saudara ternyata sudah berani menikam ku dari belakang!" ucap Mr. Alvaro sembari mencengkram erat kerah baju Andre.
"Apa maksudmu Alva? Aku tidak mengerti!" balas Andre dengan nafasnya yang mulai terasa sesak.
Tanpa basa-basi Mr. Alvaro menghajar habis-habisan Andre, laki-laki itu pun tidak berdaya, darah segar mengalir dari mulut Andre, selesai menghajar Andre dengan puas, kemudian Mr. Alvaro memanggil anak buahnya agar membawa Andre ke kantor polisi.
Tak berselang lama beberapa anak buah Mr. Alvaro datang ke ruangannya.
"Bawa dia ke kantor polisi!" titah Mr. Alvaro, sementara Andre sudah tidak bisa berkutik lagi, kemudian anak buah Alvaro segera membawa pria itu ke kantor polisi.
Aku pun hanya bisa terdiam di sudut ruangan Mr. Alva, menyaksikan pria itu menghajar Andre dengan buasnya, Aku gemetar saat Mr. Alvaro menutup ruangan kantornya dan tidak memberi ku waktu untuk keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Mister! Biarkan Saya pergi dari sini!" kataku memohon agar Mr. Alvaro mengizinkan ku untuk keluar dari ruangan nya. Namun, pria itu tidak mendengarkan ku, Ia justru berjalan mendekatiku yang sedang mencoba menutupi area dadaku yang sudah terbuka.
Mr. Alvaro kian mendekat, entah kenapa Aku semakin deg-degan, tatapan mata itu yang membuat ku lumpuh, sungguh seperti Aku melihat Mas Tejo di hadapanku.
"Mister mau apa?" tanyaku saat pria itu sudah berada di hadapanku.
"Apa yang kamu lakukan di sini bersama dia?" tanyanya dengan memandangku tajam.
"Sa-saya tadi membersihkan ruangan ini, dan tiba-tiba saja dia datang ke sini, setelah itu dia mencoba memaksa Saya untuk ...!" belum selesai Aku berkata, Mr. Alvaro tiba-tiba menyela.
Setelah beberapa detik, Aku mulai terkejut saat sebuah tangan merambat pada leherku dan setelah Aku buka mataku, ternyata itu adalah tangan Mr. Alvaro yang sedang menyentuh kalung yang sedang ku pakai.
Spontan Aku menepis tangan Mr. Alvaro.
"Maaf Mister! Lepaskan tangan Anda!" kataku sembari memegang tangan Mr. Alvaro agar pria itu segera menjauh dariku. Namun, bukannya Ia menjauh justru tangan itu semakin menyentuh diriku, sekilas terdengar suara lirihnya.
"Kalung ini, bagaimana bisa ada padamu?" katanya sembari memperhatikan secara seksama kalung yang ku pakai.
__ADS_1
Aduh Gusti yang hanya bisa mengenali kalung ini pastinya Suamiku sendiri, tapi kenapa Mr. Alvaro juga mengenalinya, atau jangan-jangan Mr. Alvaro adalah Mas Tejo. Iya Mr. Alvaro adalah Mas Tejo ku.
Aku pun langsung memeluknya, sungguh Aku sangat merindukan suamiku, Mr. Alvaro adalah suamiku yang selama lima tahun ini pergi meninggalkanku.
"Mas Tejo, Aku tahu ini adalah kamu, Mas! Aku sangat merindukanmu Mas Tejo!" kataku sembari memeluknya erat.
"Apa maksudmu?" Mr. Alvaro menatapku dalam-dalam, saking bahagianya Aku pun tidak bisa mengontrol diriku sendiri, Aku sangat merindukan kehadirannya, Mas Tejo ku.
Aku mencium bibir Mas Tejo, dan dia pun membalasnya, sungguh ini adalah ciuman Mas Tejo, Aku bisa mengenalinya, Aku pun tidak sungkan untuk bercumbu dengannya, mengingat kami berdua adalah suami istri, meskipun Mas Tejo belum ingat sepenuhnya, tapi Aku tahu jika dirinya juga sangat merindukanku.
Aku dan Mas Tejo Melepaskan rindu saat itu juga, Mr. Alvaro atau Mas Tejo terlihat begitu menikmati kebersamaan kami, sungguh Mr. Alvaro adalah Mas Tejo, Aku bisa merasakannya, dan hanya Aku yang bisa mengenalinya, sentuhan ini, rasa ini, semuanya sama seperti yang Aku rasakan saat bersama Mas Tejo.
Hampir tiga jam Aku dan Mr. Alvaro berada di dalam ruangannya, Aku mulai terbangun dan membuka kedua mataku, kulihat Mas Tejo sudah terlelap di sampingku, kemudian Aku kembali memakai seragam cleaning servis ku, sebelum Aku pergi, Aku mencium kening Mas Tejo.
"Aku pulang dulu, Mas! Evan pasti sudah menungguku!" ucapku sebelum Aku keluar dari ruangan yang menjadi saksi kemesraan kami.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1