AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Rumah kecil


__ADS_3

Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba Mr. Alvaro pergi dari rumah Bi Rodiah, Ia tiba-tiba menghilang begitu saja dari sana, hingga akhirnya Aku lihat mobil Mr. Alva mulai pergi dari rumah Bi Rodiah, sejenak Aku lega, ternyata Mr. Alvaro tidak mengetahui keberadaan ku, Aku pun segera menghubungi Rini yang terlihat sudah masuk ke dalam rumah, mengingat hari sudah malam.


"Halo Rin! Gimana? Suamiku udah pulang, kan?" tanyaku lewat telepon.


"Su-sudah, Mbak Nur! Mr. Alvaro sudah pulang, sekarang Mbak Nur aman, iya aman!" kata Rini yang membuatku lega, Aku berencana untuk memberinya kejutan saat pesta ulang tahunnya besok, Aku akan datang tiba-tiba disaat suamiku sedang bersedih, Aku akan datang kepada nya tepat saat semua orang sedang melihat nya dengan tatapan kesedihan, Aku tahu Mas Tejo pasti sangat bersedih dan tentunya dia tidak akan semangat merayakan hari ulang tahunnya tanpa diriku. Di situlah Aku akan memberikan kejutan dengan kedatangan diriku sebagai pengobat rindu nya. Hmm kira-kira rencana ku bisa berhasil nggak, ya?


Semoga saja Mr. Alvaro tidak berhasil menemukan diriku, kalau dia berhasil menemukan diriku bisa gawat, Aku pasti gagal memberikan kejutan untuk nya, justru dia yang akan memberiku kejutan, aduh bisa-bisa buayanya ngamuk beneran.


"Baiklah Rin! Aku keluar ya sekarang?"

__ADS_1


"Eh eh jangan Mbak Nur, jangan keluar sekarang."


"Emangnya kenapa? Aku mau keluar dari sini, rumah ini nggak ada lampu penerang nya, gelap Rin, Aku takut, mana hujan deras lagi, dingin Rin!"


"Aduh Mbak Nur! Di luar sedang hujan deras loh, udah di situ saja, tunggu sampai hujannya berhenti, Mbak Nur nggak kasihan sama bayi yang dikandung Mbak Nur, nanti Mbak Nur keluar kehujanan terus sakit, kasihan kan bayinya? Biar Evan tidur sama Aku, dia nggak akan nangis kok." Apa yang dikatakan Rini ada benarnya, hujan turun deras sekali, ya sudahlah Aku di sini saja dulu, menunggu sampai hujannya berhenti, Evan juga nggak rewel, toh sekarang Mr. Alvaro tidak tahu jika aku berada di rumah ini, aman lah! Aku pun mulai merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dalam rumah yang berukuran cukup kecil itu, sekitar 4x6, yang hanya memiliki dua ruangan. Mungkin ini yang dinamakan kos-kosan, Aku menyewa rumah itu hanya untuk semalam saja.


Tak ada penerangan dalam rumah itu, yang ada hanya sebuah lilin yang tergeletak di atas meja kecil di sudut ruangan, cahaya temaram dari lampu jalanan yang menyorot ke arah jendela rumah yang ku tempati, membuat suasana terlihat sedikit terang, setidaknya Aku bisa menyalakan lilin dengan korek api tanpa kesusahan sembari menunggu hujannya reda.


Aduh siapa tuh? Jangan-jangan ada orang jahat yang sengaja lewat atau maling? Aku pun beranjak dari tempat dudukku dan melihat siapa orang yang sudah lewat tadi, Aku tidak bisa melihat nya dengan jelas karena kondisi hujan yang masih begitu deras dan penerangan yang sangat minim.

__ADS_1


Aku semakin gemetaran dan semakin takut, kalau saja orang itu mau berniat jahat padaku, Aduh Gusti! Semoga saja tidak terjadi apa-apa, Aku pun mencoba menghubungi Rini, tapi sayang sekali ponselku lowbat, Aku tidak bisa menghubungi Rini, gimana dong? Jika Aku keluar Aku takut orang itu mencelakaiku.


Aku pun memberanikan diri untuk melihat ke arah jendela, memastikan orang itu tidak ada lagi di sekitar rumah yang ku tempati, rumah itu memang dekat dengan rumah Bi Rodiah, tapi di sebelah kanan dan kiri tidak ada bangunan yang ada hanya tanah kosong yang ditumbuhi rumput ilalang.


Nafasku semakin terputus-putus, Aku berdoa semoga orang itu bukanlah orang jahat, langkah kaki ku semakin gemetaran, hingga akhirnya Aku tiba di depan jendela, Aku lihat tidak ada siapapun di luar, itu artinya orang itu sudah pergi, sejenak Aku bisa menghela nafas. Dan saat itu juga Aku membuka pintu dan Aku akan berlari pulang ke rumah Bi Rodiah. Tapi, dugaanku salah, ternyata saat Aku membuka pintu ada seseorang yang berdiri di depan pintu dan memaksa ku untuk masuk kembali ke dalam rumah itu.


"Ahh ... siapa kamu?" Aku pun sangat terkejut sekaligus ketakutan saat orang itu mendorong tubuhku hingga Aku terhempas di atas ranjang. Sayangnya Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Karena kondisi ruangan yang gelap dan hanya cahaya dari lilin yang tampak temaram. Tapi, sejenak Aku begitu mengenali aroma tubuh dari orang tersebut dan seketika Aku mengingat jika itu adalah aroma tubuh ... Mas Tejo ku!


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


...Tahan ya guys, entar malam othor sambung, sabar ... Emangnya Mas Tejo mau ngapain sih ? Nggak usah kepo ya 😁...


__ADS_2