AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Ide Giman


__ADS_3

Saat Pak Farid sedang berada di dalam kamar mandi, Aku bergegas mencuci tangan ku dan duduk di tempatku semula.


"Kenapa pindah? Aku kan belum selesai makan Nur, lagipula ini belum habis." tanya Mr. Alva sembari menunjukkan sisa nasi goreng yang masih ada di atas piringnya.


"Mister makan sendiri saja, ndak enak dilihat orang." kataku sambil mengusap tanganku dengan lap bersih.


"Eh Nur! Aku bilangin ke kamu, besok-besok jangan mau di ajak Pak Farid pergi lagi, kamu baru saja mengenalnya, kamu belum tahu siapa dia sebenarnya." kata Mr. Alva yang tiba-tiba melarang ku untuk dekat dengan Pak Farid.


"Memangnya kenapa, Mister? Mister cemburu ya?"


"Enak aja cemburu, mana mungkin Aku cemburu sama kamu, Aku tuh bilang seperti ini supaya kamu hati-hati aja sama orang yang baru kenal." kata Mr. Alva.


"Bukannya Anda juga orang yang baru Saya kenal? Itu berarti Saya juga harus menjauhi Anda, dong! Sama seperti Pak Farid." kataku sembari menatap wajah Mr. Alvaro yang tiba-tiba salah tingkah.


"Loh loh itu beda lagi, Nur! Aku ini Bos kamu, jadi kamu harus menuruti perintahku. Apalagi Aku dan kamu sudah sudah terlanjur jauh." katanya dengan percaya diri sekali.


"Apa bedanya, Pak Farid bukannya juga Bos Saya, Mister? Kalian berdua bekerja sama, kan?" kataku yang rupanya secara tidak sengaja membuat Mr. Alvaro emosi. Ia berkata dengan nada tinggi sembari menatap ku tajam.


"Kamu dibilangin masih ngeyel, pokoknya kamu jauhi Pak Farid, apapun alasannya Aku tidak perduli!"


Aduh Gusti! Baru kali ini Aku melihat sorot mata Mas Tejo begitu marah, apa ini tandanya memang Aku tidak boleh dekat-dekat sama Pak Farid, meskipun dia belum mengingatku secara sempurna. Tapi, nalurinya sebagai seorang suami sangat peka jika istrinya di dekati oleh laki-laki lain.

__ADS_1


Aku pun menundukkan wajahku, Aku malu karena orang-orang sekeliling ku menatap kami dengan tatapan yang aneh, mereka terlihat berbisik-bisik membicarakan kami, entah apa yang mereka katakan, yang jelas itu pasti tentang apa yang baru saja Mr. Alvaro lakukan.


"Sudah Mister! Jangan teriak-teriak, ndak enak dilihat orang-orang." kataku untuk menenangkan dirinya.


Tak berselang lama Pak Farid datang dan melihat kami berdua, Aku tahu sebenarnya Pak Farid pasti merasa aneh dengan apa yang kami lakukan, sejenak Ia tersenyum dan setelah kami selesai menikmati santap siang hari ini, kami pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kantor.


*


*


*


*


"Hah ... sayang sekali, Pak Hartawan masih di luar kota selama tiga Minggu, terpaksa kita harus menunggu atau kita cari tahu sendiri kebenarannya." ucap Giman kepada Rini.


"Aduh sayang sekali ya, Pak! Padahal ini adalah berita yang pastinya benar-benar sangat penting untuk Pak Hartawan juga, semoga saja masalah ini cepat selesai, dan Mr. Alvaro segera mengakui jika Mbak Nur itu istrinya. Kasihan juga Evan. Pasti dia sangat merindukan Ayahnya." balas Rini.


"Aku punya ide, Rin!" ucap Giman tiba-tiba.


"Ide apa, Pak?"

__ADS_1


"Gimana kalau kita dekatkan Mr. Alvaro dengan Nur atau Evan, Aku yakin sekali lama-lama Mr. Alvaro akan menyesali perbuatannya dan mengakui jika Nur adalah istrinya sendiri. Aku juga masih tanda tanya kenapa Mr. Alvaro bisa melupakan jika Nur itu istrinya, apakah dulu Mr. Alvaro pernah kecelakaan dan mengakibatkan dia amnesia? Tapi herannya Mr. Alvaro baru saja pulang dari luar negeri, bagaimana bisa Ia bertemu dengan Nur, apa mereka menikah di luar negeri, nggak mungkin, kan!" kata Giman sembari mencari solusi untuk memecahkan masalah Bos-nya.


"Itu ide bagus! Tapi, gimana caranya Pak?"


"Ya ... kamu sering-sering saja buat mereka selalu berdua, buat Nur selalu bersama Mr. Alvaro. Karena Aku yakin sekali, jika Mr. Alvaro masih menganggap jika Nur adalah istrinya. Pasti dia tidak akan pernah ingin berpisah dengan Nur, percaya deh!" rupanya ucapan Giman membuat Rini kagum.


"Wah Pak Giman idenya cemerlang loh, salut buat Pak Giman, yang berusaha menolong Mr. Alvaro, setahuku ya, Pak! Lima tahun yang lalu Mr. Alvaro pernah sempet menghilang, dan tak berselang lama Ia kembali pulang tapi beliau tidak langsung mengurus perusahaan, Pak Hartawan memberikan mandat kepada Pak Andre untuk mengelola sementara perusahaan ini." jelas Rini.


"Oh jadi begitu ceritanya, mungkin saat Mr. Alvaro menghilang dari perusahaan, pasti dia sedang bertemu dan berhubungan dengan Nur dan menikah, hingga akhirnya Nur memiliki seorang anak. Dan Mr. Alvaro tidak pernah tahu jika dirinya sudah memiliki seorang anak. Teka-teki nya bagaimana bisa Mr. Alva pulang? Apakah ada orang yang menjemputnya ataukah dia pulang sendiri, hingga Ia tidak mengingat sama sekali Nur ataupun Evan."


"Iya juga sih ya, Pak! Mbak Nur juga pernah cerita jika suaminya pergi pada saat hari pertama mereka menjadi pengantin baru, suaminya tiba-tiba saja menghilang entah kemana, hingga saat ini Ia belum ditemukan. Wooww Pak Giman keren, bisa sekritis itu mencari berita kebenaran tentang Mr. Alvaro. Semoga saja Mr. Alva segera ingat ya, Pak!" puji Rini yang sukses membuat Giman garuk-garuk tengkuknya.


"Apanya Rin! Aku biasa aja kok, ya mungkin karena ada kamu disini, jadi ide itu ngalir gitu aja. Ya intinya kita harus bantu Mr. Alvaro supaya cepat pulih kembali ingatannya." jawabnya sembari tersenyum malu.


"Betul tuh, Pak! Aku dukung rencana Bapak untuk mempersatukan Mr. Alvaro dengan Mbak Nur!" ucap Rini yang ikut semangat.


"Nahhh kalau kamu yang dukung, Aku pasti semangat, eh ngomong-ngomong benar juga kata Ibumu, ternyata kamu bukan hanya cantik tapi kamu juga sangat baik." tutur Giman kepada Rini yang terlihat salah tingkah.


"Pak Giman ada-ada saja, hehehe." Rini pun ikut tersenyum malu.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2