
Setelah beberapa saat, Aku mencoba membuka kedua mataku, kulihat langit-langit kamar yang berbeda dari kamarku di rumah Bi Rodiah, kamar ini terlihat begitu mewah dengan plafon yang berdesain mewah dan cantik, kamar siapa ini? Aku pun segera beranjak bangun meskipun kepala ku masih sangat pusing. Hingga akhirnya Aku mendengar suara yang cukup mengagetkan telinga ku.
"Kamu sudah bangun!" ternyata itu adalah suara Mr. Alva yang sedang duduk di sebuah kursi di sudut ruangan, Ia tampak santai dengan memakai piyama tidur dan memegang segelas minuman berwarna kuning keemasan, yang mirip sekali dengan warna air seni, entahlah kenapa Aku berpikiran seperti itu, dasar payah!
"Mis-Mister! Kenapa Saya ada di sini? Tempat apa ini, Mister?" tanyaku sambil menatap ke sekeliling. Kemudian Mr. Alva mulai beranjak dari tempat duduknya dan Ia pun berjalan menghampiriku.
Aku sedikit menjauhkan diri dari Mr. Alva, mengingat dia mulai duduk di samping ku.
"Kamu pingsan dan Aku membawa mu ke kamarku."
"Apa? Saya pingsan? Ma-maaf Mister, sebaiknya Saya harus segera pulang, dimana Evan?" tanyaku kepada suamiku yang masih belum mengakui jati dirinya itu.
__ADS_1
"Evan sudah tidur! Jangan ganggu dia, kamu istirahat saja! Ini sudah malam, besok saja pulang nya, kamu nggak kasihan melihat Evan terbangun, lagipula Kamu sedang hamil, angin malam tidak bagus untuk kesehatan!" katanya dengan santai.
Aku pun tidak bisa berlama-lama dalam kamar itu, meskipun dia adalah suamiku. Tapi, dia tidak pernah menganggap ku sebagai istrinya, lebih baik Aku pulang saja. Aku pun segera beranjak untuk berdiri dari tempat tidur itu. Tapi, ada yang aneh, kok bajuku tiba-tiba berubah, sekarang Aku memakai piyama tidur yang sama dengan yang dipakai oleh Mr. Alvaro. Aku pun memeriksa pakaian dalam ku, dan benar saja semuanya sudah terlepas. Aduh Gusti! Jangan-jangan Mr. Alva sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Aku pun sontak memarahi suamiku, bagaimana bisa Aku tidak memakai pakaian dalam sama sekali, tubuh ku hanya berbalut piyama tidur, jujur rasanya ndak enak banget kalau ndak pakai pakaian dalam.
"Apa yang sudah Anda lakukan Mister? Bagaimana bisa Saya berganti baju ini? Siapa yang sudah menggantinya? Apa Mister yang sudah melepaskan semua pakaian Saya?" tanyaku yang sedikit kesal. Ia pun menatapku dengan senyum smirk nya.
"Apa? Jadi beneran Mister yang udah ganti baju Saya? Waah ini nggak bisa, Mister pasti melihat semuanya dan Mister pasti ... pasti ...!" Aku tidak melanjutkan kata-kataku, karena Aku tidak tahu apa yang telah pria itu lakukan padaku, meskipun sebenarnya tidak berdosa jika kami melakukannya, tapi kok Aku masih sakit hati jika dia menikmati tubuhku sementara dia akan menikah dengan wanita lain.
"Pasti apa? Apa kamu berpikir Aku sejauh itu melakukannya? Aku tidak seperti itu, jika Aku ingin Aku bisa saja melakukannya saat itu juga, saat kamu masih terpejam tak sadarkan diri. Tapi, Aku tidak mau melakukan nya, meskipun tak bisa Aku pungkiri Aku sangat tergoda, kenapa? Karena Aku ingin melakukannya atas dasar suka sama suka, bukan karena paksaan, dan karena sekarang kamu sudah sadar dan juga sudah menuduhku macam-macam. Jadi, apa salahnya jika kita merealisasikan nya, apa kamu setuju?" katanya sembari menatap ku penuh gairah.
__ADS_1
Alamak! Mas Tejo ini loh ngapain sih pakai ngomong gitu segala, Aku jadi ikut ter-sugesti dengan ucapannya. Walah logika ku jadi ambyar saat dirinya mulai mendekati ku, Aku akui, Aku memang lemah saat Mas Tejo menatapku seperti itu apalagi Ia mulai menarik tubuhku dalam pelukannya. Jangan salahkan Aku ya reader jika Aku ikut hanyut dalam pelukannya.
"Mister, Anda akan segera menikah! Saya ndak mau menjadi perebut suami orang, Saya ndak mau dicap sebagai Pelakor Mister! Mister ngerti ndak sih, tolong jangan pegang-pegang itu lagi, Saya ndak kuat Mister! Hmm." kataku saat pria itu mulai meraba-raba daerah yang membuat ku kegelian setengah mati.
"Kamu dan dia sama-sama berharga untukku, Aku tidak bisa melepaskan keduanya, Kamu ataupun Dia, dua orang yang sama." bisiknya pada telinga ku, sekilas Aku mendengar dia mengatakan dua orang yang sama, apa maksud nya.
"Maksud Mister apa? Dua orang yang sama maksudnya?" tanyaku saat tubuh pria itu sudah berada sangat dekat sekali denganku. Dia tidak menjawab pertanyaan ku, justru dia melakukan hal itu lagi, aduuuhhhhh ... buaya Mas Tejo masuk lagi ke sarangnya.
Di sela-sela buaya itu bersembunyi pada sarangnya, Ia pun sempat berbisik, "Dua orang yang memberikan rasa yang sama seperti ini, kamu ataupun wanita itu yang hanya bisa memberikan kehangatan ini." ujarnya sambil menggoyang-goyangkan ekor buaya itu.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...😁😁😁😁 Gaskan, ayo dukung terus Mas Tejo dan Mbak Nur, ya ! 🤭🤭...