AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Main kuda-kudaan


__ADS_3

"Eh anu Rin! Aku ...!" Aku ndak bisa menyembunyikan nya lagi, Aku tertangkap basah sedang membeli testpack itu, ternyata usahaku untuk menutupi nya akhirnya ketahuan juga, mungkin Rini mendengar perkataan Mbak apoteker itu. Ya sudahlah, mau gimana lagi, Rini sudah mengetahuinya, ndak mungkin Aku menyembunyikan rahasia ini.


"Mbak Nur! Mbak Nur buat apa beli testpack itu, itu untuk Mbak Nur sendiri?" desak Rini yang membuatku tak bisa untuk menutupinya. Aku pun mengangguk.


"Mbak Nur hamil? Ohh ... duh Gusti! Kok bisa Mbak Nur hamil?" ucap Rini yang begitu terkejut saat Aku mengangguk dan mengiyakan jika testpack itu adalah untuk diriku sendiri.


"Sssttt ... kita bicarakan di rumah saja, sekarang kita pulang dulu, Aku mau lihat apakah Aku benar-benar hamil atau tidak?" kataku kepada Rini. Akhirnya Aku dan Rini kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah. Tak butuh waktu lama cukup lima belas menit kami sampai di depan rumah. Pandangan kami berdua dikejutkan dengan sebuah mobil yang berhenti tepat di depan rumah Rini.


Tentu saja kami berdua sangat mengenal mobil mewah itu, iya itu tak lain adalah mobil Mr. Alvaro. Aku dan Rini saling menatap, ternyata Mr. Alvaro tidak pulang ke rumahnya, tapi ke rumah Bi Rodiah.


"Loh ada mobil Mr. Alvaro di sini." kata Rini sembari menatap ke arahku. Aku dan Rini kemudian masuk ke dalam rumah, dan benar saja ternyata rupanya Mr. Alvaro sudah berada di dalam rumah bersama Evan. Mereka berdua terlihat begitu bahagia sedang bermain bersama. Evan terlihat naik ke atas panggung Alvaro dan menepuk-nepuk pantat Mr. Alva seolah-olah Evan sedang menaiki seekor kuda.


Kalau lihat pemandangan seperti ini rasanya ndak rela Aku misahin Evan dan Ayahnya, apa mungkin Aku saja yang harus pergi meninggalkan mereka, bagaimana pun juga Aku tidak mau melihat Mr. Alvaro menikahi wanita lain. Jika benar Aku hamil, biar Aku membawa anak dalam kandungan ini ikut bersamaku, dan Evan akan Aku biarkan tinggal bersama Ayahnya.

__ADS_1


"Ibu dan Tante Rini sudah pulang!" tiba-tiba saja terdengar suara Evan yang melihat Aku dan Rini yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua sedang bermain kuda-kudaan.


Sejenak Mr. Alvaro melihat kami dengan posisi yang sama, yaitu nungging dengan Evan berada di atasnya, sekilas Aku ingin tertawa melihat ekspresi wajah Mr. Alva saat melihat kedatangan kami. Wajah polosnya tampak senyum-senyum sendiri kemudian Ia menyapa Aku dan Rini.


"Hei ... Kalian berdua sudah pulang! Hehehe ini si Evan minta main kuda-kudaan, jadi begini lah!" kata Mr. Alvaro sembari tersenyum malu. Aduh Gusti! Aku kan lagi marahan sama dia, ngapain juga Aku lihatin mereka, Aku pun segera pergi masuk ke dalam tanpa menghiraukan Mr. Alvaro.


Sementara itu Rini memberi hormat kepada Mr. Alvaro dengan menundukkan kepalanya.


"Iya Tante!" Evan pun menuruti perintah Rini, anak itu turun dari punggung Mr. Alvaro dengan hati-hati.


"Maaf ya Ayah! Evan sudah bikin Ayah capek!_ kata bocah itu dengan polosnya.


"Nggak apa-apa kok, asalkan Evan senang, Ayah pasti mau!" kata Mr. Alvaro sembari memangku Evan. Rupanya Mr. Alva begitu menyayangi bocah itu.

__ADS_1


Tentu saja itu membuat Rini semakin yakin jika Mr. Alvaro adalah Ayahnya Evan dan suaminya Nur.


"Oh ya Rin! Tumben pulangnya agak lama, hampir satu jam kalian baru sampai." tanya Mr. Alva penasaran.


"Oh iya Mister! Tadi kami mampir dulu ke apotek." jawab Rini.


"Ke apotek? Siapa yang beli obat? Kamu? Siapa yang sakit?" tanya Alvaro dengan serius.


"Itu loh Mister! Tadi Saya nganterin Mbak Nur untuk beli testpack eh uppss keceplosan deh!" kata Rini sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apa? Nur beli testpack?" Mr. Alvaro tampak begitu terkejut saat mendengar Nur membeli testpack.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2