
Aku merasa Mr. Alva mulai menyesap areola ku perlahan-lahan, duh geli banget sumpah. Dia melakukannya begitu lembut bahkan dia bermain dengan lidahnya. Aduh-aduh Aku semakin pingin pipis saja, belum lagi satu tangan nya bergerak di punggung ku, tangan itu mengusapnya dengan lembut hingga akhirnya Aku pun seperti ular kepanasan, merayap-rayap tak karuan, sementara Mr. Alva tidak membiarkan bibirnya lepas sama sekali dari puncak mount Everest milikku.
"Mister! Udah dong!" Aku merengek sambil merasakan sensasi rasa yang mulai menggetarkan jiwa ku ini, tubuhku sudah tak bisa terkontrol lagi, Aku pun mulai membalas apa yang dilakukan oleh Mas Tejo kepada ku.
Aku juga mulai menghirup aroma wangi tubuh suamiku, bagaimana pun juga Aku sangat menyukainya, mungkin Aku sudah mulai candu semenjak Aku hamil anak kedua kami.
Dia melenguh dan terdengar desaahan kecil dari bibirnya, hmm mungkin dia juga ikut menikmatinya.
Satu menit, dua menit berselang, Aku tak sadar jika sekarang Aku duduk di atas pangkuannya dengan dua kaki terbuka lebar. Bisa dibayangkan dong betapa mengganjal nya sesuatu yang di sana. Aku yakin jika buaya itu sudah terbangun dari tadi.
__ADS_1
"Nur, buka!" titahnya sembari menatapku dengan mata yang sayu.
"Apanya yang dibuka, Mister?" jawabku lugu.
"Kandang buayanya, Nur!" dia berkata sambil mengarahkan tanganku pada area tempat dimana penangkaran buaya milik Mr. Alva yang besar dan panjang itu.
Aku menutup mataku rapat-rapat saat tangan lembut ini mulai menyentuh sesuatu yang sudah mengeras, dan tentunya itu adalah buaya Mr. Alva yang minta dilepaskan. Walah Nur, kok dirimu lemah saat menyentuh buaya Mas Tejo, batinku bicara sendiri, ya ... mau gimana lagi Aku juga udah terlanjur senang kok. Apalagi Mr. Alva itu suamiku ya ndak apa-apa toh Aku bebas melakukan apa saja sama dia. Meskipun masih ada drama amnesia, tapi Aku yakin seratus persen Mr. Alva tuh cuma bohongi Aku jika dirinya masih belum ingat, belum ingat kok masa nempel terus kayak gini, dasar Mas Tejo.
Wow astaga naga, gede banget sumpah, udah gitu glowing banget gundulnya, apalagi dalam posisi duduk seperti itu, aduh Mister Aku ndak tahan banget lihatnya, benar-benar tegap perkasa.
__ADS_1
Dia menarik tangan ku dan memaksa ku untuk duduk di atas pangkuannya.
"Mister ... aduuuhhhhh!"
Nggak perlu basa-basi lagi, kini buaya itu sudah masuk ke dalam hutan belantara milikku, aduh rasanya tuh dalam banget, apalagi buaya itu ukurannya ... ah kalian tahu sendiri lah, kemarin sudah Aku ceritakan, masa kalian udah lupa? 😁
Naik perlahan turun lagi, naik lagi turun lagi, seperti itulah gerakan ku sekarang, meskipun pelan tapi cukup membuat Mr. Alva mengerang, semakin lama Aku pun semakin nyaman, apalagi pelumas nya juga semakin banyak, tambah lancar saja Aku bergerak.
Berdua menikmati indahnya surga dunia, berdua menikmati indahnya percintaan, rasanya seperti dunia ini milik kami berdua, mengarungi samudera cinta yang luas dan penuh kenikmatan, bercucuran keringat yang keluar, sebagai tanda jika kami begitu semangat melakukan tugas negara itu, tugas yang sama-sama memuaskan satu sama lainnya, kewajiban ku dan juga hak suamiku, tentu saja Aku ndak bisa menolak permintaan nya, apalagi Aku sudah candu dengan buaya perkasa milik suamiku.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...
...Kalau baca disarankan di depan kipas, ya! Takutnya kalian kegerahan 😁...