AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Tamparan Nur


__ADS_3

Aku berhenti dan membalikkan badan sembari ku usap air mataku agar dia tidak melihatku sedang menangis. Aku melihat Mr. Alvaro menatapku dengan tatapan yang tajam. Kemudian Ia mulai berjalan menghampiriku.


"Kamu, dengarkan Aku baik-baik! Tentang kejadian kemarin malam, Aku berharap kamu tidak mengingatnya lagi, jangan pernah berharap Aku akan bertanggung jawab, itu semua hanya sebuah kesalahan, Aku tidak pernah menginginkan apalagi bermimpi bercinta dengan seorang wanita, apalagi dengan wanita seperti mu! Pastinya bukan Aku saja, kan! Pria yang berhubungan denganmu, sebelumya Aku menangkap basah kamu dan Andre berada di ruangan ini dan ...."


"Plaaakkk" sebuah tamparan keras mendarat pada wajah Mr. Alvaro, Aku begitu marah saat dia menuduhku seperti itu, tangan ku reflek memukul pipi itu sekeras-kerasnya, dengan tatapan penuh kekecewaan Aku berkata padanya, "Saya tidak serendah yang Mister tuduhkan, ternyata dugaan saya selama ini salah, ternyata Anda begitu kasar dan sangat menyakitkan, Saya sangat menyesal sudah menganggap Anda sebagai pria yang baik, seharusnya dari dulu Saya sudah melupakan Anda. Saya tidak akan pernah melupakan kata-kata Anda hari ini, siapa pun Anda, Saya tidak perduli lagi, permisi!"


Setelah puas Aku mengatakan hal itu, Aku segera pergi meninggalkan ruangannya, dia hanya menatapku dengan tatapan yang serius sembari mengusap pipinya yang sudah ku tampar tadi, Aku pergi dan ku tutup pintu itu sedikit kasar, hatiku benar-benar sakit saat suamiku sendiri menuduhku seperti itu, Aku menyandarkan tubuhku pada dinding di luar ruangan Suamiku, Aku menangis menumpahkan segala kekecewaan ku padanya, hingga akhirnya Giman datang melihatku yang sedang menangis diluar ruangan Mr. Alvaro.


"Kamu kenapa? Kamu menangis?" kata Giman kepadaku, Aku pun segera mengusap air mataku dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


"Ndak apa-apa, Pak! Saya cuma kelilipan, permisi!" kataku sambil pergi meninggalkan tempat itu, sementara Giman terus menatapku dengan iba.


Aku berjalan sedikit terburu-buru menuju ke pantry, hingga tak sengaja Aku menabrak seseorang yang sedang berjalan.


"Aww ... maaf, Pak! Maafkanlah Saya, Saya tidak sengaja." kataku kepada pria dengan postur tinggi tegap sama seperti postur Mr. Alvaro, Suamiku. Dia tidak marah, justru dia menanyakan keadaanku.


"Kamu nggak apa-apa?" tanyanya sembari melihat diriku. Aku pun menggelengkan kepala dan berkata tidak apa-apa. Kemudian pria itu mengulurkan tangannya kepada ku dan menyebut namanya Farid.


"Kenalkan! Aku Farid Pramono, biasa dipanggil Farid, kamu? Siapa namamu?" tanyanya padaku, kok dia nggak marah sih, justru dia minta berkenalan dengan ku yang seorang cleaning servis. Aku pun menyambut uluran tangannya dan berkata, "Nama Saya Nurul Cinta, Pak! Biasa di panggil Nur." jawabku sembari menundukkan wajah ku.

__ADS_1


"Nur! Baiklah senang bisa berkenalan dengan gadis secantik kamu, kamu bekerja di sini?" tanyanya sekali lagi. Aku pun mengangguk, "Iya, Pak! Saya cleaning servis baru di kantor ini." jawabku.


"Ohh ..." Dia tampak manggut-manggut mendengar ucapan ku, karena Aku harus segera pergi ke pantry, Aku pun pamit kepada nya untuk segera pergi.


"Permisi, Pak! Saya harus pergi." pamit ku kepada pria yang berpakaian rapi itu. Tapi, dia justru memanggil ku kembali.


"Tunggu, Nur!"


Aku pun berhenti dan menoleh kepadanya. "Iya, Pak! Ada yang dapat saya bantu?" kataku. Kemudian Ia mengeluarkan sebuah kartu nama dan Ia berikan kepadaku.


"Ini kartu namaku, jika kamu membutuhkan sesuatu atau perlu bantuan, kamu bisa menghubungi nomor itu." katanya sembari memberikan sebuah kartu nama atas nama Bapak Farid Pramono.


*


*


*


Di waktu yang bersamaan, di dalam ruangan Mr. Alvaro, Giman datang memberi tahukan jika Pak Farid sudah datang. Namun, Giman melihat Bos-nya itu sedang duduk sambil memegang pelipisnya, seolah dirinya terlihat memikirkan sesuatu. Giman pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Bos-nya, mungkin saja telah terjadi sesuatu antara Nur dan Bos nya itu, mengingat Giman sempat melihat Nur keluar ruangan sambil menangis.

__ADS_1


"Maaf, Mister! Kalau boleh Saya tahu, Mister dan Nur sedang ada masalah, kah? Kok tadi Saya lihat Nur sedang menangis di luar ruangan, apa Mister memarahinya? Apa dia membawakan kopi tidak sesuai keinginan Mister?" tanya Giman yang masih belum tahu permasalahan nya.


"Tidak ada! Aku hanya bilang sama dia, supaya hati-hati, dia sudah menjatuhkan map-map ini, ceroboh sekali dia, hanya karena itu saja menangis, dasar cengeng!" kata Mr. Alvaro kesal.


"Mungkin saja Nur merasa Mister sudah keterlaluan, perempuan itu ya Mister! Perasaannya itu sangat lembut, kita tuh harus berhati-hati dengan perasaan mereka, bisa jadi Nur merasa omongan Mister itu sudah melukai perasaannya." tutur Giman. Alvaro tampak mengusap wajahnya dan Ia pun beranjak untuk segera pergi menemui kliennya.


"Hah bodo amat sudahlah! Aku tidak mau lagi membicarakan tentang Nur! Dia benar-benar sudah membuat ku pusing, Aku akan menemui Pak Farid." kata Alvaro dengan sikap dinginnya. Giman pun langsung berkata sebelum Mr. Alvaro keluar dari ruangan nya.


"Mister jangan berkata seperti itu, Saya berharap Mister tidak menyesal telah berkata itu, siapa tahu suatu hari nanti Mister akan memuji Nur, Mister akan membutuhkan dan mencarinya, apapun bisa saja terjadi, Mister!" ucap Giman mengingatkan.


"Apa katamu? Aku akan membutuhkan Nur? Memang siapa dia? Ada-ada saja kamu, sudah! Kita ke ruangan rapat, buang-buang waktu membicarakan gadis itu." Alvaro segera keluar dari ruangan nya dan menuju ke ruangan rapat, sejenak Ia melihat Nur sedang berbicara dengan seorang laki-laki. Entah kenapa Alvaro terlihat tidak senang melihat Nur bersama seorang pria yang Ia ketahui itu adalah Farid Pramono, rekan bisnisnya yang baru tiba di kantornya.


Alvaro berhenti dan melihat bagaimana keduanya terlihat akrab, Ia juga melihat jika Farid memberikan sesuatu kepada Nur, kedua tangan Alvaro tampak mengepal erat, sementara itu Giman yang melihat ekspresi Bos-nya terlihat begitu terkejut, Ia pun kaget kenapa Bos-nya tiba-tiba bersikap seperti itu, seolah-olah Bos-nya itu sedang cemburu melihat Nur dekat dengan Farid.


"Mr. Alvaro terlihat aneh banget! Dia nggak mau membicarakan Nur, tapi giliran Nur dekat dengan Pak Farid, kok kayak cemburu sih, benar-benar aneh, apa jangan-jangan Mr. Alvaro mulai menyukai Nur? Kelihatan banget dari muka nya njiirr, kayak singa mau nelen kepala ayam aja!" batin Giman sembari memperhatikan wajah Alvaro yang tegang itu.


...BERSAMBUNG...


...Yang suka kisah Nur dan Mas Tejo, hayuk berikan dukungan kalian, dan jangan lupa vote nya 🥰🥰😘...

__ADS_1


__ADS_2