AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Hubungan interaksi


__ADS_3

"Ya ampun Rin! Nggak perlu ada yang ditakuti, enak-enak percaya Aku deh!" jawab ku percaya diri.


"Katanya sakit, Mbak Nur! Teman Rini ada yang bilang jika rasanya tuh sakit banget sampai dia nggak bisa jalan tiga hari, ihh serem kan jadinya, Aku sempet berpikir aduh kok bisa sakit gitu sih, apa kebesaran apa gimana, sumpah bikin Rini takut banget."


Aku tersenyum dan mencoba meyakinkan Rini jika hal itu tidak seperti yang ada dalam bayangannya.


"Kamu dengar! Apa yang kamu bilang itu tidak benar, iya memang bagi kebanyakan wanita yang baru pertama melakukannya, pasti ada yang sakit bahkan sampai berdarah. Namun, semua itu kembali dari cara pasangan kita memperlakukan kita seperti apa? Jika pasangan kita begitu lembut dan tahu jika kita pasti akan mereka sakit untuk pertama kali, maka dia pasti tidak akan memaksakan kok," jawabku memberikan pelajaran untuk adik keponakan ku yang pastinya Ia sangat penasaran dengan apa yang ku katakan.


"Terus Mbak Nur apakah juga gitu dulunya?" jelas pertanyaan ini pasti membuat Rini penasaran. Aku pun menjawab apa adanya.


"Iya begitulah!"


"Boleh Aku bertanya sedikit nggak sih, Mbak?" Rini terlihat mendekati ku sembari berbisik.


"Apa? Kamu ingin menanyakan apa?" kataku yang melihat ekspresi wajah Rini yang terlihat gugup.


"Apa dulu Mbak Nur juga merasakan sakit gitu, atau ngilu atau apalah, saat ... saat Mbak Nur melepaskan masa keperawanan Mbak Nur?" Aku tersenyum mendengar pertanyaan Rini yang benar-benar lugu.

__ADS_1


"Hmm ... gimana ya! Dibilang sakit tapi rasanya enak, di bilang enak tapi ya gitu perih. Tapi nggak usah khawatir, sakitnya cuma sebentar doang, setelah beberapa saat rasa sakit itu pasti hilang, dan kamu akan merasakan sesungguhnya bagaimana menyatukan dua cinta dalam satu tubuh, bersatu dalam ikatan yang sah, pernikahan bukan hanya tentang sekedar hubungan intim, tapi hubungan interaksi dua orang yang berbeda karakter yang saling memberikan sentuhan kasih sayang, sehingga hubungan keduanya akan semakin kuat dan mesra. Kamu jangan takut! Hadapi dan nikmati, Kalau kamu sudah terlanjur merasakan nya, Aku jamin kamu akan mencarinya lagi." kataku panjang lebar jawaban yang diajukan oleh Rini padaku.


"Begitu ya, Mbak! Rini takut saja kalau-kalau nggak bisa jalan beneran, apalagi berdarah gitu, ihh nggak bisa dibayangin sakitnya tuh! Terus Kalau keluar darah itu katanya masih perawan, Sedangkan yang tidak mengeluarkan darah, itu katanya nggak perawan, kenapa harus kayak gitu sih Mbak Nur!" Rini terlihat serius. Sungguh gadis itu memang begitu lugu.


"Dengarkan Mbak! Setiap perempuan memiliki selaput dara yang bermacam-macam, ada yang tebal, sedang, tipis. Jika selaput dara kita termasuk tebal, mungkin untuk merobek nya membutuhkan kekuatan yang cukup Wow, dan biasanya disertai darah yang keluar dari **** ***** kita. Namun, jika selaput dara kita termasuk tipis, ada kemungkinan tidak akan terasa begitu sakit, bahkan tidak sampai berdarah. Jadi, berdarah atau tidak, itu bukan patokan untuk membuktikan jika kita masih perawan atau tidak, karena iya itu kondisi selaput dara itu yang mempengaruhi nya." Aku berkata kepada Rini yang benar-benar dirinya belum faham tentang hal seperti itu.


"Oh gitu toh, Mbak Nur! Iya iya setidaknya sekarang Rini mengerti dikit-dikit dan mulai faham, apa mungkin Rini harus mencobanya, tapi sama siapa?" celetuk Rini yang spontan membuat ku berkata. "Huss jangan ngawur kamu, kalau mau mencobanya ya harus nikah dulu, dosa jika kamu melakukanya tanpa ikatan yang sah." kataku sungguh-sungguh.


"Lah terus siapa dong yang mau nikah sama Rini, Mbak! Rini tuh nggak pandai cari Suami." sahut Rini sembari menundukkan wajahnya, spontan Aku berkata dengan mengusulkan Pak Giman sebagai Calon Suaminya.


"Pak Giman! Iya sih Pak Giman pernah bilang gitu juga sama Rini, tapi ...!"


"Udah nggak usah tapi-tapian."


Saat Aku bercengkrama dengan Rini tiba-tiba terdengar suara mobil mewah berhenti di depan rumah dimana suamiku masih berada di sana, jarak rumah Bi Rodiah dan rumah tempat kami bercinta jaraknya sekitar tiga puluh meter, dan benar saja itu adalah mobil yang menjemput suamiku untuk pulang ke rumah dan tentunya Pak Giman juga ikut menjemput Bosnya.


Aku dan Rini melihat kearah mobil, tak lama kemudian Suamiku keluar dari kamar itu dan segera masuk ke dalam mobil, sementara Pak Giman yang saat itu sedang tidak memakai pakaian dinas, Ia pun terlihat sedikit berbeda dari biasanya, saat itu Pak Giman memakai kaos ketat dan celana jeans, terlihat casual namun begitu pas di badan Pak Giman yang tidak begitu besar, dibandingkan dengan tubuh suamiku memang jauh lebih tinggi besar, Pak Giman tipe ukuran standar pria normal. Tapi, cukup memperlihatkan otot tangannya yang terlihat.

__ADS_1


"Ih itu pak Giman bukan sih?" tanya Rini sembari memperhatikan seksama wajah Pak Giman.


"Itu memang Pak Giman, Rin!" jawabku sembari melambaikan tangan kepada Mas Tejo yang saat itu mengetahui jika Aku sedang memperhatikannya lewat jendela.


Ia tersenyum menatapku, astaga! Senyumnya itu loh, pingin tak peluk aja Mas Tejo, kok ya ada manusia seganteng ini duh Gusti! Lebih beruntung lagi Aku sudah menjadi istrinya dan sudah merasakan betapa hebat buayanya.


Sementara itu Rini masih tak percaya jika saat itu Pak Giman sedang berada bersama suamiku.


"Masa sih itu Pak Giman! Penampilan nya beda banget, keren juga ya Mbak Nur!" ucap Rini yang tak terasa dia sudah memuji Pak Giman.


"Hmm ... sudah Aku bilang, Pak Giman tuh sebenernya cocok sama Kamu, udah nikah aja, nggak pake lama, biar kamu bisa berikan cucu untuk Bi Rodiah karena sebentar lagi Aku dan Evan tidak tinggal di sini lagi, apa kamu nggak kasihan sama Emak kamu, bagaimana jadinya jika Evan tidak ada, dia pasti sangat kesepian." ucapku yang sejenak membuat Rini mengatakan sesuatu, "Mbak Nur benar, mungkin Aku harus melepas masa lajang ku, Aku harus memberikan emak kebahagiaan, iya seorang cucu."


...BERSAMBUNG...


...Dear reader semua, mohon maaf jika update nya sedikit telat, ini dikarenakan author sedang mengikuti event/ lomba, jadi Author harus mempersiapkan beberapa novel untuk mengikuti event tersebut. Tapi, Author usaha in untuk update setiap hari. caiyo sambil nunggu author update bab berikutnya silahkan mampir dulu ke karya author yang baru yang berjudul HASRAT TERLARANG ABANGKU, di jamin kalian pasti suka 😊...


__ADS_1


__ADS_2