
Hari ini Aku benar-benar masih kepikiran ucapan Mbak Devi, apa benar Aku ini hamil, jujur memang badanku terasa pegal-pegal dan sakit semua, hampir sama dengan yang ku alami saat mengandung putra pertamaku. Jika benar Aku hamil, itu berarti buah cinta kami mulai tumbuh dalam rahimku, adik Evan. Tapi, sayang Aku harus menelan pil pahit untuk yang kedua kalinya, Aku memang sudah menemukan suamiku. Tapi, dia tidak pernah merasa jika Aku ini adalah istrinya.
Rini datang menghampiriku dan menanyakan tentang keadaan ku yang terlihat sedikit berbeda. "Mbak Nur kenapa? Mbak Nur sakit?" tanya Rini yang terlihat khawatir dengan keadaanku yang terlihat pucat.
"Ndak tahu nih, Rin! Tiba-tiba saja badanku terasa sakit dan pegal-pegal, mungkin Aku masuk angin, Rin! Perutku juga rasanya pingin muntah." jawabku dengan sedikit lemas.
"Ya ampun Mbak Nur, Aku ambilkan obat ya!" Rini beranjak pergi untuk mengambil obat untukku.
__ADS_1
"Nggak usah Rin nggak usah, Aku udah agak mendingan, tadi Aku sudah bikin wedang jahe, lumayan sekarang mual nya sedikit berkurang." kataku sembari menahan Rini agar tidak mengambilkan obat sembarangan, Aku juga khawatir jika saja Aku memang benar-benar hamil, tidak mungkin Aku mengonsumsi sembarang obat.
"Ya udah kalo itu maunya Mbak Nur, tapi Mbak Nur bener kan nggak apa-apa?" Rini mencoba meyakinkan dirinya.
"Iya Rin, Aku ndak apa-apa. Oh ya Rin, nanti sepulang kerja kita mampir dulu ke apotek. Aku mau beli sesuatu." kataku kepada Rini yang terlihat mengerutkan keningnya.
"Mbak Nur beli obat? Katanya tadi ndak apa-apa? Udah mendingan!" ujar Rini, Aku pun harus mencari cara untuk mengalihkan perhatian Rini, dan Aku mengatakan jika Aku ingin membeli vitamin.
__ADS_1
"Kan ada bapaknya, Mbak! Buat apa Mbak Nur susah-susah cari kerja. eh uppss!" kata Rini sembari menutup mulutnya dan menatap ku dengan wajah yang serba salah.
"Apa maksudmu, Rin?" Aku tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Rini, apa jangan-jangan dia tahu jika Mr. Alvaro itu suamiku.
"Ma-maaf Mbak, Aku ndak bermaksud berkata seperti itu, maksud Rini emm ... Mr. Alvaro kan bisa membantu Mbak Nur untuk membiayai sekolahnya Evan, Aku yakin kok Mbak, Mr. Alvaro pasti bersedia untuk membantu Mbak Nur, soalnya Aku lihat kalian berdua dekat sekali dan Mr. Alvaro nggak akan keberatan melakukannya." ucap Rini yang langsung Aku jawab, "Tapi Aku yang keberatan, Aku ndak mau ganggu Mr. Alva lagi, karena dia akan menikah." sontak apa yang Aku ucapkan membuat Rini tidak percaya.
"Apa Mbak? Mr. Alvaro akan menikah? Mbak Nur tahu darimana sih berita itu?" tanya Rini.
__ADS_1
"Dari mulut Mr. Alva sendiri, bahkan para karyawan sudah mengetahui berita itu, jika Mr. Alvaro akan menikah." jawabku dengan menundukkan wajahku, jujur Aku ndak sanggup jika melihat Suamiku menikah dengan wanita lain. Apalagi sudah tumbuh di dalam rahim ini, buah cinta kami yang kedua.
"Masa sih Mr. Alvaro akan menikah dengan wanita lain? Hmm Aku ndak percaya, Mr. Alvaro nggak semudah itu jatuh ke dalam rayuan seorang wanita, hmm kayaknya Aku harus tanya nih sama Pak Giman, mungkin saja dia mengetahui rencana Bos-nya itu," batin Rini.