
"Mister!" Aku menatap wajah suamiku yang sudah dipenuhi oleh amarah, sementara Pak Farid berusaha membela dirinya dan mengatakan jika Aku sudah berani menggodanya. Aku berdiri di belakang Mr. Alva, Aku ndak mau lagi melihat wajah pria itu, dia benar-benar menjijikkan.
"Mister! Wanita itu sudah berusaha untuk menggoda Saya, Mister bisa lihat sendiri kan, untuk apa dia masuk ke dalam ruangan ini kalau bukan untuk mencoba menggoda Saya, padahal tadi Saya sedang rapat, jika dia tahu kalau saya sedang rapat, seharusnya dia minta izin terlebih dahulu bukan masuk begitu saja, Mister lihat sendiri dia sangat tidak sopan." kata Pak Farid sambil menunjuk ke arah ku.
Tiba-tiba saja Mr. Alvaro mencengkram erat kerah baju Pak Farid dan menghajarnya membabi buta, seperti saat itu Andre yang mencoba untuk memperkosaku, seperti itu juga Mr. Alvaro menghajar Pak Farid.
"Kamu belum tahu siapa yang kamu hadapi sekarang, dan kamu belum tahu siapa sebenarnya wanita itu. Jadi, jangan macam-macam kepadanya, mulai hari ini Aku akan memutuskan kerjasama dengan Perusahaan mu. Sebaiknya pergi dari sini sekarang juga atau tidak Aku bisa lebih kasar kepadamu, pergilah!" Mr. Alvaro menghempaskan tubuh Pak Farid hingga tersungkur, pria itu terlihat lemas dan tidak berdaya, belum lagi luka lebam di wajahnya akibat bogem mentah dari tangan suamiku.
Pria itu menguatkan dirinya untuk berusaha bangkit, dengan langkah gontai Pak Farid menuju ke pintu keluar dan kemudian Ia pergi meninggalkan kami berdua. Dan sejak itu Pak Farid meninggalkan kantor Mr. Alva.
Aku menghampiri Mr. Alva dan mengucapkan terima kasih kepadanya. "Terima kasih banyak Mister, Saya ndak tahu jika nggak ada Mister. Mungkin Saya ....!"
"Greeeppp!" Tiba-tiba saja Mr. Alva memelukku, disini Aku merasa bukan Mr. Alva yang sedang memelukku, tapi Mas Tejo, pelukan itu sangat Aku rasakan jika saat ini Mas Tejo lah yang sedang memelukku.
Aku menatap kedua bola mata Mr. Alvaro, sorot mata itu mengingatkanku pada Mas Tejo, Mas Tejo kapan kamu Ingat diriku, Mas? Aku ini istrimu. Aku menundukkan kepalaku, Aku tidak mau menatap mata itu lama-lama, karena bisa saja Aku tergoda lagi seperti dulu. Aku bisa saja tidak bisa menguasai diriku sendiri. Karena bagaimanapun juga Mr. Alvaro adalah suamiku, yaitu Mas Tejo. Meskipun sebenarnya Ia tidak mengingat Aku. Tapi, Aku yakin jika suatu saat Mas Tejo pasti kembali kepada ku.
Tiba-tiba saja Mr. Alva bertanya kepadaku sembari mengangkat wajahku. Kini pandangan mata kami saling bertemu.
__ADS_1
"Nur! Aku ingin tahu, kenapa kamu yakin sekali jika Aku ini suamimu?"
"Pertanyaan macam apa ini Mister, tantu saja Saya sangat yakin seratus persen, Anda adalah suami Saya, Mas Tejo. Apa bukti-bukti itu belum cukup untuk membuat Anda percaya, Mister?" jawabku dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Dan Evan, apa belum cukup juga untuk meyakinkan Anda jika Evan adalah anak kita." Aku terus berusaha untuk meyakinkan Mr. Alva agar dia tidak ragu jika Evan adalah putra kami.
"Entahlah Nur! Tolong jangan paksa Aku untuk percaya, Aku sangat menyayangi Evan, tapi Aku juga tidak bisa pungkiri, jika Aku memang benar-benar tidak ingat masa laluku. Jadi, Aku mohon sama kamu jangan berharap lebih, karena ...!" Mr. Alva tidak melanjutkan kata-katanya.
"Karena apa, Mister?" tanyaku penasaran.
"Karena, karena Aku akan menikahi wanita lain."
"Aku ini istrimu Mas Tejo! Kapan kamu sadarnya, Aku tahu jika pernikahan kita memang lemah, tapi Aku tidak rela jika kamu menikahi wanita lain, mungkin lebih baik Aku pergi saja dari sini, tidak ada gunanya lagi Aku mengharapkan mu, Mas!" kataku sembari beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Rupanya Mr. Alvaro tidak membiarkan ku pergi begitu saja, pintu itu tertutup secara otomatis.
"Kamu tidak bisa pergi begitu saja dari tempat ini, kamu lupa jika kantor ini adalah milikku." katanya sembari berjalan menghampiriku.
"Apa lagi yang Anda inginkan, Mister? Sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, Saya akan resign sekarang juga, dan Saya akan kembali ke Desa bersama Evan, toh Mister akan menikah, jadi buat apa lagi diperjuangkan." kataku sembari mengusap air mataku sendiri.
__ADS_1
"Jika kamu pergi, bagaimana dengan Evan? Dia pasti mencariku, dan apa kamu tega melihatnya menangis mencariku, kamu tahu sendiri Evan tidak bisa jauh-jauh dariku, ya ... dia memang anakmu, tapi dia sudah menganggap ku sebagai Ayahnya." katanya yang menyinggung tentang Evan. Aku sadar jika Evan sangat menyayangi Ayahnya, tapi entahlah apakah Aku bisa bertahan melihat suamiku akan menikah dengan wanita lain seperti yang Ia bilang.
"Mr. Alva, tolong jangan siksa Saya seperti ini, Saya sudah cukup menderita dengan kepergian Mas Tejo, dan setelah lima tahun kepergian nya, Akhirnya Saya menemukan nya kembali. Tapi, sayang dia sudah berubah tidak seperti dulu lagi, dia sudah melupakan Saya bahkan dia tidak mengingat Saya sama sekali, Mas Tejo ku yang tak lain adalah Anda sendiri Mister!" kataku dengan sedikit keras.
Mr. Alvaro memaksa memelukku, meskipun Aku tidak mau, dia terus berusaha untuk membawa ku ke dalam pelukannya.
"Sssttt sudah sudah! Aku tahu perasaanmu, Aku juga tidak tahu bagaimana bisa Aku tidak ingat apapun tentang kita, Sementara Aku sudah berjanji kepada seorang wanita yang sudah lama menanti kan kehadiran diriku, wanita itu sangat Sabar menungguku, dan Aku tidak bisa membiarkan dia pergi dari kehidupan ku, Aku yang dulu tidak percaya dengan cinta, karena kehadirannya sekarang Aku mulai mengerti akan artinya cinta, Aku sangat mencintainya Nur. Aku mohon kamu bisa mengerti, Nur! Maafkan Aku!" sungguh kata-kata itu sangat menyakiti hatiku. Aku pun memaksa Mr. Alva melepaskan Aku.
"Lepaskan saya, Mister! Saya tidak butuh bahu ini, bahu ini sudah dimiliki wanita lain, biarkan Saya pergi dari sini, lagipula Mister sudah mencintai wanita lain. Jadi buat apa Mister menahan Saya untuk berada di sini, lepasin!" kataku yang terus berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Mr. Alvaro.
Namun, Mr. Alva semakin tidak membiarkan ku pergi darinya.
"Stop Mister! Sebenarnya apa sih yang Anda mau dari Saya?" kataku dengan nada yang cukup tinggi, hingga tiba-tiba saja Aku mendengar satu jawaban dari mulut Mr. Alvaro.
"Karena Aku juga mencintaimu, Nur! Aku mencintaimu!"
Aduh Gusti! Apa lagi ini, Mr. Alvaro menyatakan cintanya padaku. Ya aku tahu meskipun dia sebenarnya Mas Tejo. Tapi, kali ini sosok Mr. Alvaro yang menyatakan cintanya kepadaku. Mr. Alva semakin mendekati ku hingga akhirnya dia mulai menyentuh bibirku.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
...Kira-kira siapakah wanita yang akan dinikahi oleh Mr. Alvaro? 🤔😁...