
Saat itu Giman lah yang mengumumkan kepada seluruh karyawan kantor untuk menghadiri acara ulang tahun Bos mereka, sementara Alvaro terlihat memperhatikan Giman yang sedang berdiri di tengah-tengah karyawan sembari mengumumkan perintah Alvaro.
Sementara dari luar kantor, Aku datang dengan sedikit tergesa, takut jika saja Aku terlambat datang, bisa-bisa kena omel Mr. Alva, sedangkan Rini Aku suruh berangkat lebih dulu, karena Aku masih menyiapkan segala keperluan sekolah putraku, sehingga hari ini Aku berangkat sendiri naik angkot, naik Angkot perjalanan lebih lama, karena suasana pagi hari yang sering terjebak macet, membuat Aku datang terlambat, harusnya jika naik angkot Aku harus berangkat lebih pagi.
Aku lihat suasana luar kantor sudah sepi, waduh jangan-jangan Aku benar-benar sudah terlambat, dah lah Aku masuk saja, bagaimana pun juga Aku adalah karyawan di perusahaan ini, meskipun sebenarnya Aku adalah istrinya Mr. Alva, tapi Aku ndak mau manja, lagipula Mr. Alva masih merahasiakan identitas ku. Jadi, Aku ndak mau nunjukin siapa diriku pada orang lain supaya mereka menghormati ku, Aku ndak mau seperti itu.
Mau tidak mau Aku membuka pintu kaca besar itu, Aku ndak perduli jika nantinya kena semprot Mr. Alvaro, toh semua ini juga gara-gara dia, udah bikin pagi ku berantakan.
Aku buka pintu itu, Aku lihat kok ada rame-rame sih, terlihat Pak Giman tengah berada di antara kerumunan para karyawan, Aku bertanya kepada salah seorang karyawan, jawabannya kok malah ketus.
__ADS_1
"Mbak mbak, ini ada apa toh? Pak Giman mengumumkan apa?" tanyaku kepada salah seorang karyawati, dan Ia pun menjawab, "Asal kamu tahu, Mr. Alva Minggu depan akan mengadakan acara ulang tahun mewah, tidak cuma itu Mr. Alva akan mengumumkan kepada semua orang siapa yang akan menjadi wanita paling beruntung yang menjadi Nyonya Alvaro, ngerti! Dan kamu lebih baik ndak usah datang, lagipula pastinya isteri Mr. Alva nggak mungkin seperti kamu, jadi kamu nggak usah ke PD an ya selama ini mendapatkan perhatian lebih dari Mr. Alvaro."
Walah kok ya gitu sih jawabnya, Aku kan cuma tanya doang kok pakai ngatain gitu segala, iya iya Aku ini gadis kampung ndak semenarik kalian gadis kota yang modern, Aku ini jelek ndak cantik kayak kalian yang pakai makeup tebal, meskipun Aku seperti ini buktinya Mr. Alva tetap suka kok, malah ndak mau keluar buayanya dari sarangnya, suka banget buaya itu di dalam.
Aku pun berjalan mundur, sebenarnya Aku tahu jika Mr. Alva pasti sengaja melakukan semua ini, Aku tahu jika wanita itu sebenarnya adalah Aku, hmm dikiranya Aku ini masih belum mengerti.
Tiba-tiba saja ditengah keramaian itu, terdengar suara seseorang yang memanggil nama ku dengan lantang.
Aku pun menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata itu adalah suara suamiku sendiri, Aduh Gusti! Ada apa lagi sih, pasti dia mau marahin Aku nih gara-gara tetap maksa masuk kerja.
__ADS_1
Aku pun menoleh dan tersenyum paksa menatap wajah suamiku yang terlihat serius itu. Setelah itu Mr. Alva pun segera masuk ke dalam ruangannya, dengan wajah datar dan cuek seperti nya dia benar-benar marah.
Aku pun mengikuti perintah Mr. Alvaro, sementara para karyawan terlihat melihat ku dengan tatapan yang sirik, ekspresi bibir mereka yang seolah-olah tidak menyukai ku saat Aku disuruh Mr. Alvaro untuk datang ke ruangannya.
"Hiii untuk apa sih Mr. Alvaro nyuruh-nyuruh Nur datang ke ruangannya, huuu pasti di sana Nur pasti mencoba merayu Mr. Alva, hmm pasti itu." ucap Devi salah satu karyawati yang pernah bermasalah denganku.
Rupanya rumpian mereka terdengar ke telinga Giman, kemudian Giman mengatakan kepada mereka, "Heh ... kalian tuh kenapa, kepanasan kayak cacing, lihat Nur dipanggil Mr. Alva, itu hak Mr. Alva dong, Nur juga karyawan nya, jangan sampai kalian nanti menyesal berbuat seperti itu kepada Nur."
"Ihh Pak Giman, emang begitu kok kenyataannya, Nur itu memang wanita penggoda, buktinya kami sering melihat mereka itu berduaan, nggak mungkin Mr. Alvaro yang menggoda Nur, pastinya Nur yang menggoda Mr. Alvaro. Pasti itu." balas Devi dengan sinis.
__ADS_1
"Dasar perempuan! Kalian nggak tahu aja siapa sebenarnya Nur, Aku mau lihat bagaimana ekspresi wajah kalian saat tahu jika Nur dan Mr. Alvaro adalah pasangan suami istri, sepertinya Aku butuh mesin Poto kopi nih buat mengabadikan ekspresi wajah kalian nanti, pasti kalian pada melongo." batin Giman sembari menahan tawa.
...BERSAMBUNG ...