AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Dasar Mister Tejo!


__ADS_3

Setelah mengganti bajuku, Aku pun keluar menemui Evan yang masih tidur di kamar sebelah, Aku membangunkannya agar anakku segera mandi.


"Evan! Ayo bangun, Nak!" kataku sembari mencium kening putraku. Jujur, Aku tuh bahagia banget dengan perlakuan Mr. Alva semalam, seolah-olah dia tuh udah ndak amnesia lagi, Aku yakin itu. Hmm awas saja kamu Mister! Aku akan bikin kamu kapok karena sudah mengerjaiku, tunggu saja pembalasanku. Aku bikin nangis kamu.


Setelah Evan mandi, kami pun disuruh untuk sarapan pagi bersama, Aku sempat menolaknya, karena apa? Aku ndak merepotkan Mr. Alva, ya meskipun dia suamiku. Tapi, dia kan masih belum mengingat ku sebagai istrinya, alias dia masih pura-pura amnesia. Aku pun akan mengikuti permainannya. Oke ndak apa-apa, Aku pun akan mengerjaimu Mas Tejo, tunggu saja.


Aku dan Evan sampai di tempat makan Mr. Alva, dia menyuruhku untuk ikut duduk bersamanya, "Ayo Nur, Evan! Kita sarapan bareng, setelah ini Aku akan mengantarkan kalian pulang." katanya dengan wajah yang berseri-seri.


"Maaf Mister! Apa ini ndak terlalu berlebihan, Mister udah sangat baik sekali, kami sarapan saja di rumah, lagipula sekarang jam sudah menunjukkan pukul enam, takutnya Evan terlambat ke sekolah." kataku menolak permintaan Mr. Alva.


"Kamu tidak bisa pergi sebelum ikut breakfast bersamaku, ayo sudah jangan banyak protes, Aku tidak mau kamu dan anak-anak kita kekurangan gizi, ayo Evan! Makan yang banyak, Ayah ingin Evan makan sepuasnya biar Evan tambah besar, dan tentunya jika sudah besar, Evan bisa setampan Ayah." mendengar ucapan Mr. Alva, Aku kok ya pingin ketawa. Hmm dasar ... nah kan sekarang Aku mulai sadar jika kamu sebenarnya udah ingat semuanya, Mas! Tapi, kok ya kenapa pakai ditutupi segala, gething (sebel) Aku. Secara nggak sadar Kamu udah mengakuinya dengan menyebutkan anak-anak kita.

__ADS_1


Terpaksa Aku mengikuti permintaan Mr. Alva, kami bertiga sarapan bersama, setelah beberapa saat kami pun selesai untuk sarapan pagi, dan bener Mr. Alva mengantarkan kami pulang.


Sebelum dia pergi ke kantor, dia sendiri yang mengantarkan kami pulang, meskipun dirinya ada sopir ataupun Pak Giman sebagai asisten pribadinya, tapi Mr. Alva lebih suka jika Ia yang mengantarkan kami berdua.


Selama dalam perjalanan, Aku pun mencoba memancing perasaan Mr. Alva yang sebenarnya, apakah dia masih sayang sama Aku atau tidak, terlepas dari dia sudah ingat atau belum, yang jelas jika Aku mengatakan hal ini, dia pasti terpancing emosi.


"Oh ya Mister! Sepertinya Saya ndak bisa lama-lama tinggal di kota ini, Saya harus segera pulang ke Desa." kataku sembari melirik ke arah suamiku yang sedang menyetir mobilnya.


"Apa Nur? Kamu tuh ngomong apa sih? Pulang-pulang, kamu tuh sedang hamil, kamu mau bawa kabur anakku, gitu! Nggak bisa dong!" jawabnya yang membuat ku ingin ketawa geli. Hihi kena kamu Mas Tejo. Ini baru permulaan.


"Bagaimana pun juga kamu nggak boleh pergi, dia tidak akan marah, kamu percaya deh, pokonya kamu harus tetap ada di kota ini, bila perlu kamu tinggal di rumah ku." katanya dengan serius.

__ADS_1


"Nggak-nggak Mister! Saya ndak mau, bisa bahaya jika Saya tinggal di rumah Mister!" jawabku.


"Bahaya kenapa?" tanyanya dengan mata yang membola.


"Bahayanya satu, Mister ndak pernah mengakui Saya sebagai istri Mister. Bagaimana tanggapan mereka orang-orang di sekitar kita, pasti mereka mikir nya kita kumpul kebo. Dua, Mister akan segera menikah dengan wanita lain. Ndak mungkin toh Mister mengajak Saya untuk tinggal bersama, kecuali jika Mister yang menikahi Saya, bukan wanita itu. Tiga, ini nih yang paling bahaya." kataku sembari menatap lurus ke depan.


"Apa?" tanyanya yang kian penasaran.


"Buaya kamu itu loh Mister Tejo! Bisa-bisa setiap malam ngerayap terus tuh buaya, mana Saya ndak bisa nolaknya lagi." jawabku dengan nada yang kian merendah. Ku tengok Mr. Alva justru tersenyum kegirangan setelah mendengar penuturan ku. Huuuhh dasar laki-laki!


"Ya nggak apa-apa lah, Nur! Lagipula kamu suka sekali kok dengan buaya ku, apalagi kamu elus-elus ekornya, makin jinak tuh si Buaya. Masuk sarangnya pasti kalem, dia nggak buas kok, iya kan!" jawabnya dengan senyum sumringah.

__ADS_1


Dasar Mister Tejo, ada aja jawabannya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2