
Kini seluruh dunia tahu tentang siapa Aku, Nur adalah istri sah Mr. Alvaro, betapa dunia saat itu seketika memberikan hormat padaku, di hadapan semua orang Mas Tejo memelukku penuh kasih, Ia juga membawa Evan dalam pelukannya, sungguh malam itu hatiku begitu bahagia, setelah lima tahun berpisah, setelah Aku menjalani hidup tanpa Mas Tejo, sekarang Aku bisa merasakan kebahagiaan lagi sebagai seorang istri yang sempurna.
Mas Tejo menatapku dalam-dalam, dalam tatapan bola mata yang teduh itu, Aku tersenyum malu, Aduh Gusti beneran Aku malu sekali, ketika Mas Tejo terus memandangku seperti itu, layaknya pasangan pengantin yang baru dipertemukan. Mas Tejo mengangkat dagu ku, maklumlah Mas Tejo itu orangnya tinggi, jadi untuk meraih bibirku, Ia sedikit mencondongkan tubuhnya dan mengangkat wajah ku. Dengan lembut Ia mengecup bibirku, hanya kecupan bukan lummatan seperti saat kami sedang bercinta.
Setelah dia mengecup bibir ku, kemudian Ia mengatakan kepadaku sesuatu, "Nur! Ada satu kejutan lagi yang akan Aku berikan kepadamu." katanya dengan tersenyum.
"Kejutan? Kejutan apa, Mas?" tanyaku padanya. Kemudian Mas Tejo menunjuk ke salah satu arah dimana terdapat sebuah tirai berwarna emas. Aku pun bingung untuk apa Mas Tejo menunjukkan itu padaku.
"Apa, Mas? Apa yang kamu ingin tunjukkan padaku?" tanyaku yang semakin penasaran.
"Lihatlah baik-baik!" titahnya sembari menghadapkan tubuh ini ke arah tirai yang berjarak sekitar lima meter dari tempat ku berdiri. Aku pun menuruti permintaan Mas Tejo, Aku memperhatikan dalam-dalam bayangan orang yang berada di balik tirai warna emas itu. Sekilas Aku melihat arah bawah, Aku melihat dua orang sedang berdiri di balik tirai yang panjangnya tidak sampai menyentuh lantai, mungkin sebatas betis.
Aku pun mengerutkan kening ku, siapa yang mau Mas Tejo pertemukan dengan ku, Aku belum tahu siapa mereka, kedua orang itu memakai sepatu dan sendal mewah, baju mereka pun juga mewah, Aku benar-benar tidak mengenali siapa mereka.
__ADS_1
Perlahan namun pasti, tirai warna emas itu mulai terbuka sedikit demi sedikit, tirai itu mulai memperlihatkan wajah polos yang selama ini sangat Aku rindukan, iya ... Bapak dan si Mbok.
"Bapak! Si Mbok !!!!" Aku segera berlari menghampiri mereka berdua, Aku langsung memeluk kedua orang tua ku, Bapak dan si Mbok yang selama ini selalu menyemangati ku saat Mas Tejo tidak ada, yang selalu bersabar dengan kesedihan ku saat Aku menghadapi kepergian Mas Tejo, dan mereka yang selalu menyayangi Evan penuh kasih sayang.
"Bapak, Nur kangen banget sama Bapak!" Aku memeluk Bapakku penuh kerinduan, sungguh baru kali ini Aku melihat Bapak menangis bahagia melihat ku, wajah senja itu dihiasi air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
"Bapak bungah Nur! Anake bapak sing siji-sijine iki, akhire isoh urip bahagia, Bapak mung isoh ndungo, mugi-mugi Gusti Pangeran maringi rumah tangga kang rahayu kanti tuwo sesuk, Nak Tejo tresno tenanan menyang awakmu, Nur! Bapak iklhas awakmu dadi garwane Nak Tejo." (Bapak bahagia Nur! Anak Bapak satu-satunya ini, akhirnya bisa hidup bahagia, Bapak hanya bisa berdoa, semoga Tuhan memberikan kebahagiaan sampai di hari tua nanti, Nak Tejo sangat mencintaimu, Nur! Bapak ikhlas kamu menjadi istri Nak Tejo.)
Bapak berkata sembari menitikkan air matanya, Aku pun tidak bisa membendung air mata ini. Pun sama dengan si Mbok, wanita yang sudah melahirkan ku itu juga tak kuasa menahan air matanya.
"Si Mbok jangan bicara seperti itu, apa yang kalian berikan untuk Nur sangatlah berharga, kasih sayang kalian, segala pengorbanan dan dukungan bapak dan si Mbok, itu tidak akan pernah Nur lupakan, kalian berdua adalah orang tua yang hebat, Nur bangga memiliki orang tua seperti bapak dan si Mbok,Nur sangat bangga!" Aku memeluk kedua orang tua ku, ah sungguh Mas Tejo benar-benar membuat ku semakin mencintainya, bukan hanya Aku yang ia prioritas kan, tapi orang-orang yang Aku kasihi, semuanya tak luput dari tangan dingin nya.
Setelah Aku melepaskan rindu dengan bapak dan si Mbok, Evan datang berlari menghampiri kakek dan neneknya, sungguh mereka berdua sangat bahagia, akhirnya bisa bertemu lagi dengan cucu kesayangan mereka.
__ADS_1
Aku membalikkan badan dan kulihat Mas Tejo yang ikut berkaca-kaca, apa Aku nggak salah lihat, suamiku menitikkan air matanya? Mr. Alvaro menangis?
Aku menghampiri suamiku yang sedang sibuk mengusap air mata yang jatuh dari sudut matanya.
"Ono opo toh, Mas? Nyapo Mas Tejo nangis?" (Ada apa sih, Mas? Kenapa Mas Tejo menangis?)
"Ora ono opo-opo Nur! Aku melu seneng, awakmu isih mujur nduweni wong tuwo loro, Aku dadi kangen karo Almarhum Mama ku." (Tidak ada apa-apa, Nur! Aku ikut bahagia, kamu masih beruntung punya kedua orang tua lengkap, Aku jadi rindu dengan Almarhum Mama ku.)
Seketika Aku memeluk suamiku, duh Gusti dibalik sifatnya yang tegas dan disiplin, terdapat kelembutan hati seorang anak laki-laki yang sangat merindukan Ibunya, Iya Aku merasakan jika Mas Tejo sangat merindukan Ibunya.
*
*
__ADS_1
*
...Part ini bikin othor mewek 😭...