AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Mengganggu pikiran


__ADS_3

Sebelum Aku melangkahkan kakiku untuk keluar dari ruangan itu, sejenak Aku melihat bekas luka pada perut Mas Tejo, luka yang dulu pernah Aku obati, dan juga bekas pada timun coklat Mas Tejo, luka bekas kecepit resleting celananya waktu itu, tidak akan pernah Aku lupakan sampai sekarang, ternyata memang benar Mr. Alvaro adalah Mas Tejo ku. Bekas luka itu masih membekas dengan jelas.


Setelah Aku menutupi tubuhnya dengan selimut, Aku pun segera keluar dari ruangan itu. Suasana kantor sudah sangat sepi, karyawan semuanya sudah pulang, tinggal beberapa security yang menjaga luar gedung dan dua orang karyawan yang lembur, itupun mereka berada di ruangan yang cukup jauh dari ruangan Mr. Alvaro. Aku melangkahkan kakiku keluar dari gedung itu. Sesekali Aku menatap gedung milik Mr. Alvaro yang tak lain adalah Suamiku. Ternyata Suamiku adalah orang kaya, dia pemilik perusahaan besar. Sejenak Aku berpikir apakah Aku pantas untuk mendampingi Mas Tejo, Aku hanya gadis biasa yang berasal dari desa, sementara dia adalah seorang Sultan.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tentunya Evan pasti sudah sangat mencari ku, maafkan Ibu, Nak! Ibu baru saja bertemu dengan Ayah kandungmu, sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya, Ibu akan mengantarkan mu kepadanya. Tapi, apakah Mr. Alvaro akan mengakui Evan sebagai putranya, bagaimana pun juga Evan adalah darah dagingnya, Mas Tejo harus mengakuinya.


Setelah sekitar lima belas menit, Aku sampai di rumah Bi Rodiah, Aku mengetuk pintu dan kulihat Bi Rodiah membukakan pintu.


"Nur! Kamu kok baru pulang?" tanya Bi Rodiah kepadaku, sementara Rini pun ikut menghampirku dan berkata, "Mbak Nur! Kenapa Mbak Nur baru pulang, Mbak Nur ngapain aja di sana, Mbak Nur nggak dihukum kan sama Mr. Alva?" tanya Rini yang begitu khawatir dengan keadaan ku. Aku menggelengkan kepala. "Aku tidak apa-apa, Rin, kamu tidak usah khawatir." jawabku sembari berusaha untuk tersenyum, sebenarnya ada rasa bahagia saat Aku mengetahui jika Mr. Alvaro adalah Mas Tejo, suamiku. Tapi, Aku bimbang apakah dia mau mengakui Aku sebagai istrinya dan Evan sebagai anaknya. Apalagi Pernikahan kami hanya dibawah tangan, yang pastinya sangat lemah dalam kekuatan hukum.


Sejenak Aku ingin melupakan tentang Mr. Alvaro, kemudian Aku menanyakan bagaimana keadaan Evan. Kemudian Bi Rodiah mengatakan jika Evan sudah tidur, kata Bi Rodiah hari ini Evan bertemu dengan Mr. Alvaro, dan mereka seharian menghabiskan waktu bersama. Sontak apa yang dikatakan Bi Rodiah membuat ku begitu terkejut, ternyata Evan sudah bertemu dengan Ayahnya.


"Jadi, Evan sudah bertemu dengan Mr. Alvaro, Bi?" tanyaku untuk meyakinkan sekali lagi. Bi Rodiah pun meyakinkan Aku bahwa mereka benar-benar sudah bertemu, bahkan Evan memanggil Mr. Alvaro dengan sebutan Ayah.


Ya Tuhan, mungkinkah takdir ini yang mempertemukan kami kembali, tapi sayangnya Mas Tejo belum bisa mengingat semuanya, Ia pun tidak tahu jika Evan adalah putranya. Karena saat Ia meninggalkan ku, kami baru saja menjadi pengantin baru.


Jika Aku mengatakan yang sebenarnya, apakah Mas Tejo akan mempercayai ku? Dia orang kaya dan berkuasa, bisa jadi Aku tidak akan didengarkan nya, baginya mungkin Aku dan Evan adalah sebuah aib, apalagi sifat sebenarnya sudah Aku ketahui, Mr. Alvaro begitu dingin dan arogan, bukan sosok Mas Tejo yang lembut dan penuh kasih sayang.


Tapi, tak bisa Aku pungkiri, Aku dan dia menikmati saat-saat itu, kami sama-sama menginginkannya, sama rasanya seperti saat Aku bersama Mas Tejo, semuanya masih sama seperti dulu, meskipun sekarang Mas Tejo sudah berubah menjadi Mr. Alvaro.


*

__ADS_1


*


*


*


Sementara di ruangan kerja Presdir perusahaan kosmetik ternama itu, Alvaro mulai membuka kedua matanya, samar Ia melihat cahaya lampu remang-remang pada ruangannya, Ia pun mencoba bangkit dari tidurnya. Alangkah terkejutnya saat ia mendapati dirinya dalam keadaan tidak memakai apapun. Hanya tertutupi oleh sebuah selimut.


"Shiiit ... apa yang sudah Aku lakukan?" pikirnya sembari mengingat kejadian yang baru saja Ia alami. Ia melihat ke sekeliling, tidak ada orang lain di ruangannya, hanya dirinya yang berada di ruangan itu, dalam keadaan tak memakai satu baju apapun.


Kemudian Ia berdiri dan mengambil pakaiannya kembali, sejenak Ia melihat sebuah kancing baju seragam cleaning servis, tentu saja itu milik Nur, kancing bajunya terlepas saat kejadian tadi. Alvaro mengambilnya dan mengingat jika tadi dirinya sedang bersama Nur, karyawan cleaning servis baru di kantornya.


"Nur! Bagaimana bisa kita melakukannya? Dan kenapa Aku tidak bisa menolaknya, gadis itu sungguh membuatku tak habis pikir, bagaimana bisa Aku bercinta dengan karyawan ku sendiri, bahkan seorang cleaning servis sepertinya. Tapi, kalung itu? Darimana dia mendapatkan kalung itu, kalung itu persis kalung yang kupakai dulu dan Aku memang mencarinya, dan bagaimana bisa kalung itu ada pada Nur?" pikir Alvaro mencoba meyakinkan dirinya.


Setelah Alvaro memakai kembali pakaiannya, Ia pun segera keluar dari ruangannya dan dirinya segera kembali ke rumahnya. Sudah ada mobil beserta supir yang akan membawa nya pulang. Pria macho itu pun segera pergi meninggalkan kantornya.


*


*


*

__ADS_1


Setelah Aku membersihkan diriku, Aku pun menghampiri putraku yang sudah terlelap tidur, raut wajah itu benar-benar tidak bisa dipungkiri jika wajah sang Ayah tertinggal pada wajah putraku, entah bagaimana formula nya bisa sampai seperti itu, gen Mas Tejo lebih dominan daripada gen milikku.


"Evan, Sayang! Ibu tidak menyangka jika kamu sudah bertemu dengan Ayahmu, Nak! Seandainya saja Mr. Alvaro tahu jika kamu adalah anak kandungnya, apakah dia akan menerima mu ataukah justru dia akan menjauhi mu? Ibu takut sekali jika Mr. Alvaro tidak mengakui mu sebagai putranya." batin ku sembari memeluk Evan dan Aku pun tidur di sampingnya.


Akhirnya malam itu Aku tidur dengan perasaan yang berkecamuk, antara ingin memberi tahukan sebenarnya ataukah Aku diam dulu menunggu waktu yang tepat, Mr. Alvaro sedang berada di puncak karir, jika Aku datang tiba-tiba dengan menunjukkan Evan sebagai putranya, apakah dia akan menerimanya?


Sementara itu di sebuah kamar mewah milik presiden utama perusahaan besar di kotanya. Mr. Alvaro tampak tidak bisa memejamkan matanya, Ia masih teringat jelas kejadian saat dirinya sedang bersama Nur, gadis cleaning servis itu.


"Kenapa Aku tiba-tiba memikirkan gadis itu?" gumamnya sembari menatap ke arah luar jendela kamarnya.


"Aku sangat merindukanmu, Aku sangat mencintaimu, Mas! Peluklah diriku! Aku tahu jika kamu juga menginginkannya, sama seperti diriku."


"Shiiit ... kenapa kata-katanya tidak bisa pergi dari ingatan ku?" umpat Alvaro sembari menggelengkan kepalanya. Teringat bisikan suara Nur pada telinganya. Dan kembali suara berbisik pada telinga Alvaro.


"Ahhh Mas! A ... aku menyukainya, kamu selalu membuatku merasa berada di dalam surga!" bisik Nur sembari merasakan sesuatu yang nikmat yang Alva ciptakan saat itu.


Spontan Alvaro berteriak memanggil nama Nur sekeras mungkin.


"Nuuuuurrrrrrr! Kenapa kamu selalu mengganggu pikiranku!" teriak Alvaro sembari mengepalkan tangannya karena Ia sulit untuk melupakan bayangan dirinya saat bersama Nur, sehingga membuat Hartawan sangat terkejut dan pria paruh baya itu memutuskan untuk mendatangi putranya yang berada di dalam kamarnya.


"Alva? Kamu kenapa berteriak seperti itu?"

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...Warning! Yang mempunyai nama Nur, diharapkan tidak baper ya! Ini Nur dalam dunia hayal othor, maafkan ya jika namanya sama 😁😁🙏🙏...


__ADS_2