
Setelah mengantarkan Nur pulang, Mr. Alvaro kembali ke rumahnya, Ia tidak langsung bergegas ke kantor, setibanya di rumah Ia mendapati telepon dari seseorang yang berada jauh di sana, yang tak lain adalah Hartawan, Ayahnya sendiri.
"Halo, Pa! Bagaimana, Papa sudah berhasil?"
"Tentu saja, Alva! Papa beberapa hari lagi akan pulang dan Papa akan membawa seseorang yang akan membuat Nur terkejut, pastinya Nur akan sangat bahagia jika melihat mereka berdua."
"Terima kasih banyak, Pa! Alva berharap bisa menikahi Nur secepatnya sah secara hukum, terima kasih Papa sudah menolong Alva untuk mengurus surat-surat resmi pernikahan kami, setidaknya Alva harus melegalkan pernikahan kami sebelum acara ulang tahun Alva nanti."
"Kamu jangan khawatir, Papa sudah mengurus semuanya, pada acara ulang tahun mu nanti, semua orang akan tahu siapa istri dari Alvaro selama ini, dan di situlah kita beri kejutan untuk Nur, menantuku."
"Tentu saja, Pa! Aku sudah sangat tidak sabar lagi ingin memberikan kejutan untuk Nur, setidaknya untuk saat ini Alva masih senang mengerjai Nur, dia memang masih sangat polos seperti dulu."
"Hahaha ... Ingat Alva! Jangan sampai rahasia mu terbongkar, cukup kita berdua saja yang tahu jika kamu sudah mengingat siapa Nur, bahkan Giman saja tidak Papa beritahu, hanya kamu dan Papa yang mengetahui semua ini. Oh ya bagaimana keadaan cucu Papa? Papa sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengannya."
__ADS_1
"Evan! Dia baik-baik saja, Pa! Bahkan Sebentar lagi Papa akan memiliki cucu lagi."
"Apa? Maksudmu Nur hamil lagi?"
"Iya, Pa!"
"Edyaaan Kamu, dasar semprul! Papa bilang juga apa, Kamu sudah bikin anak orang hamil lagi, untung saja dia itu istrimu, Alva Alva! Tapi nggak apa-apa, Papa ikut senang, itu berarti cucu Papa akan bertambah lagi."
Setelah Mr. Alvaro menutup teleponnya, Ia pun segera berangkat ke kantor, seperti biasa Giman mendampingi bos nya bekerja, pagi itu terlihat Alvaro begitu ceria, ada senyum bahagia terukir pada wajah tampannya, tentu saja karena sebentar lagi dirinya akan meresmikan hubungannya dengan Nur, Alvaro sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi wajah Nur saat tahu jika dirinya sebenarnya sudah ingat semuanya tentang mereka berdua.
Sementara itu, karyawan-karyawan Alvaro terlihat senyum-senyum melihat kedatangan Bos mereka, mereka melihat aura wajah Bos mereka terlihat sangat berbeda, pagi ini Alvaro terlihat begitu ceria, bagaimana tidak ceria karena baru saja Ia mendapati berita gembira dari Hartawan, belum lagi semalam dirinya sudah bersenang-senang dengan istrinya. Dan hari ini juga Alvaro akan mengumumkan bahwa Minggu depan semua karyawan akan diundang dalam acara ulang tahunnya, tentu saja dalam acara ulang tahun tersebut, digadang-gadang Alvaro akan memperkenalkan wanita yang akan mendampingi hidupnya untuk selamanya.
Giman telah membuat pengumuman bahwa seluruh karyawan dan staf akan menghadiri acara megah Minggu depan, yaitu ulang tahun Bos mereka beserta pengumuman siapa kah wanita yang beruntung menjadi istri Mr. Alvaro.
__ADS_1
"Hmm beruntung sekali ya wanita itu."
"Betul banget, pasti wanita itu sangat istimewa bagi Mr. Alvaro."
"Tentu saja, dan pastinya bukan Nur orangnya, hello nggak mungkinlah Nur yang akan menjadi istri Mr. Alvaro, hahaha ya ampun benar nggak sih!"
"Ya nggak mungkin lah, siapa Nur dan siapa Mr. Alvaro, nggak mungkin Mr. Alvaro menyukai Nur si gadis kampung itu."
"Mr. Alvaro nggak mungkin tergoda dengan Nur, itu nggak mungkin, meskipun Nur mencoba untuk merayu Mr. Alva, tapi Aku yakin jika Mr. Alva tidak mungkin kepincut dengan gadis kampung itu."
Beberapa karyawan yang tengah membicarakan tentang Nur, mereka masih menganggap jika Nur hanya mencoba menggoda Mr. Alvaro.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1