AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Muntah-muntah


__ADS_3

Mr. Alvaro mencium bibirku, karena Aku masih merasa sakit hati saat Mas Tejo bilang akan menikahi wanita lain, Aku pun menghindari ciuman itu.


"Maaf Mister! sebaiknya Anda jauhi Saya, Anda tidak ingin menyakiti wanita itu, bukan? Dan Saya juga tidak ingin menyakiti diri Saya sendiri, sekarang izinkan Saya keluar dari ruangan ini!" Aku beranjak menjauhinya dan memohon agar Ia mau membuka kan pintu ruangan itu.


Aku berdiri membelakanginya dan menunggu sampai pintu itu terbuka, tak berselang lama akhirnya pintu itu mulai terbuka, dan Aku segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Mr. Alvaro sendirian.


Aku berlari dengan hati yang teramat sakit, harapanku untuk bersama Mas Tejo sudah sirna, kini Aku harus melihat dirinya menikah dengan wanita lain, rasanya Aku tak sanggup lagi, jika Aku memutuskan pergi dari sini, maka Aku yang akan menyakiti Evan, dia pasti mencari Ayahnya, hati ibu mana yang sanggup melihat anaknya menderita, demi anakku terpaksa Aku harus tinggal di sini.

__ADS_1


Sementara itu saat Aku pergi ke ruangan ku, tiba-tiba saja Aku merasa perut ini terasa penuh, apa mungkin asam lambung ku naik, ya! Rasanya Aku seperti ingin muntah. Aku berlari menuju ke kamar mandi, di sana Aku memuntahkan isi dalam perutku.


Duh Gusti rasanya sakit sekali, hati dan badanku sama-sama sakit, masih teringat jelas saat Mr. Alvaro bilang dirinya akan menikah, sekarang Aku tersiksa dengan tubuhku yang kurang fit.


Setelah Aku selesai memuntahkan isi dalam perutku, Aku pun keluar dari kamar mandi dengan sedikit lemas, tiba-tiba saja Aku melihat Mbak Devi berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tatapan yang tajam.


"Eh Mbak Devi! Saya kira siapa?" kataku yang tentu saja Aku tidak tahu jika ada Mbak Devi yang sudah berdiri di sana.

__ADS_1


"Maksud Mbak Devi apa? Saya ndak ngerti." jawabku, Aku pun tidak tahu bagaimana bisa Dia bilang sama itu.


"Sudahlah, Nur! Aku melihatmu dengan mata kepala ku sendiri, kalau kamu mual-mual dan muntah, wah kamu benar-benar hebat, kamu sudah berhasil menjerat Mr. Alvaro, hmm Aku yakin pasti kamu sengaja kan dengan kehamilan kamu ini."


Apa sih yang Mbak Devi inginkan, seenaknya saja dia bicara seperti itu, dasar mulut Mbak-mbak alay, sukanya cari-cari kesalahan orang lain saja.


Aku pun tidak menggubris perkataan Mbak Devi, toh lagipula mana mungkin Aku hamil, ada-ada saja tuh si Mbak nya. Tapi, eh tunggu-tunggu, apa jangan-jangan apa yang dikatakan oleh Mbak Devi itu ada benarnya, mengingat beberapa minggu yang lalu Aku pernah melakukannya dengan Mr. Alvaro, meskipun hanya satu malam, tapi ... dia melakukannya lebih dari sekali dan dia selalu membuangnya di dalam, Aduh Gusti mudah-mudahan saja apa yang dikatakan Mbak Devi itu ndak benar, jika Aku hamil maka bagaimana dengan nasib anak yang ku kandung, sementara Ayahnya akan menikah dengan wanita lain.

__ADS_1


Aku pun segera pergi dari hadapan Mbak Devi, sementara itu Mbak Devi mengatakan, "Nur! Kamu jangan bermimpi untuk mendapatkan perhatian dari Mr. Alvaro, meskipun beliau tahu kamu hamil, Mr. Alvaro tidak akan percaya begitu saja, karena sebentar lagi Mr. Alvaro akan memperkenalkan wanita yang akan menjadi istrinya, dan tentunya itu bukan bukanlah kamu. Tentunya dia wanita yang paling beruntung mendapatkan cinta nya, tapi Sayangnya itu bukan kamu, Nur! Percuma saja kamu pakai jurus hamil segala, nggak ngaruh." kata Mbak Devi yang begitu senangnya mencibirku. Tapi, apa benar jika Aku sedang hamil?


...BERSAMBUNG...


__ADS_2