AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Malam yang dinanti


__ADS_3

Malam yang dinantikan telah tiba, sungguh malam ini adalah pesta termewah yang diadakan oleh Mr. Alva, karena malam ini adalah malam spesial untuk nya, karena Mr. Alvaro akan resmi memperkenalkan Aku di hadapan orang banyak. Tentu saja Bapak dan si Mbok juga sudah didandani dengan rapi, Bapakku terlihat gagah dengan celana dan jas mewah berwarna hitam, senada dengan jas yang dipakai mertua ku, Pak Hartawan. Sedangkan si Mbok memakai kebaya cantik yang harganya sangat mahal, Mas Tejo ndak tanggung-tanggung, si Mbok dibelikan kebaya koleksi Anne Avantie, desainer yang terkenal itu. si Mbok terlihat sangat senang, belum lagi konde baru yang tentunya membuat si Mbok terlihat lebih muda.


Bukan itu saja, si Mbok juga dipakai kan perhiasan emas sama Suamiku, Mas Tejo sendiri yang memakaikan nya, ah benar-benar Mas Tejo ini, sungguh ndak rugi Aku menuruti semua kemauannya, dia pingin memasukkan buayanya setiap hari pun Aku tak akan menolaknya, Mas Tejo harus Aku bahagia kan karena Dia sudah membahagiakan semua orang yang Aku sayang.


"Bu! Pakailah perhiasan ini, saya membelikan khusus untuk Ibu." Mas Tejo terlihat memasangkan kalung, gelang, cincin pada si Mbok, si Mbok terlihat sangat terharu, baru kali ini si Mbok memakai perhiasan mahal, dulu si Mbok ingin sekali mempunyai kalung emas, karena Bapak tak mampu untuk membelikan nya maka si Mbok menahannya dan bersabar, kadang Aku juga kasihan lihat si Mbok saat kondangan atau pun ke hajatan tetangga, semua tetangga kami memakai perhiasan lengkap, sedangkan si mbok ndak pakai apa-apa, apalagi para tetangga pada beda-bedain tetangga yang mempunyai perhiasan banyak, sedangkan si mbok hanya bisa mojok sendiri Ndak ada yang nemenin.


Tapi sekarang Aku sangat berterima kasih sekali pada suamiku, si Mbok yang dulu tidak pernah merasakan kehidupan yang layak, sekarang si Mbok bisa tersenyum, ah Mas Tejo lope lope buat kamu, Mas!


Setelah memasang kan perhiasan pada si Mbok, sekarang giliran Mas Tejo memberikan hadiah untuk Bapak, Mas Tejo memberikan sebuah jam tangan mahal merk Rolex yang harganya sangat mahal. Dan lagi-lagi Mas Tejo memasangkan jam tangan itu pada pergelangan tangan Bapak.

__ADS_1


Bapak terlihat bahagia sekali, baru kali ini Bapak memakai jam tangan, saat di Desa Bapak Ndak pernah memakai jam tangan lagi, sejak jam tangan pertama dan terakhir nya rusak, sejak saat itu Bapak tidak bisa membeli lagi, tapi kini, bapak terlihat tersenyum bahagia, ada haru tersirat dalam wajah renta nya.


"Matur nuwun Nak Tejo, Bapak bungah nduweni mantu koyo Nak Tejo, mugi-mugi tansah diparingi sihat lan kesuksesan nggo Nak Tejo lan Pak Hartawan." (Terima kasih Nak Tejo, Bapak bahagia memiliki menantu seperti Nak Tejo, semoga selalu diberi kesehatan dan kesuksesan untuk Nak Tejo dan Pak Hartawan) ucap Bapak sembari hendak mencium tangan Mas Tejo, saking bahagianya Bapak memang suka begitu.


Tentu saja Mas Tejo segera menarik tangan nya, justru Mas Tejo yang duduk di hadapan Bapak dan si Mbok seraya berkata, "Bapak lan Ibu, sampun ngoten! Kulo ikhlas maringi Bapak kalean Ibu, Bapak lan Ibu pon kulo anggep tiyang sepuh Kulo piyambak, sing penting Nur kalean Kulo saged Urip bahagia, Tejo nedi pandunganipun saking bapak lan Ibu." (Bapak dan ibu, jangan bicara seperti itu! Saya ikhlas memberikan kepada Bapak dan Ibu, kalian berdua sudah Saya anggap sebagai orang tua Saya sendiri, yang terpenting buat saya adalah bisa hidup bahagia bersama Nur, putri Bapak dan Ibu, Tejo minta doa restu dari bapak dan ibu) terdengar begitu adem saat Mas Tejo berkata itu kepada Bapak dan si Mbok.


"Nak Tejo, Bapak pasti merestui pernikahan kalian, dan bapak yakin jika kamu pasti bisa membahagiakan Nur putri Bapak, tolong jaga dia! Bapak menyayangi nya sedari dia masih dalam kandungan ibunya, Bapak selalu menemani dia kemana pun Nur pergi, Bapak Ndak berani bentak ataupun marah sama Nur, jadi Bapak mohon sama kamu jangan pernah sakiti perasaan Nur, Bapak pasti sangat terluka jika melihat Nur tidak bahagia." ucap Bapak sembari menitikkan air mata.


Aduh Gusti! Mas Tejo ku bikin Aku melehoy saja, bukan hanya tampan dan kaya, tapi hatinya benar-benar seperti malaikat, tak perduli dia sebenarnya orang yang mesum, toh mesumnya hanya saat bersama ku saja, wibawanya tetap ada di kala Ia bertemu dengan orang lain, dan tetap menunjukkan identitas nya sebagai Mr. Alvaro yang tegas dan disiplin. Tapi, akan sangat berbeda saat sedang berdua dengan ku, seperti anak kucing yang slalu nginthilin induknya, selalu manja dan selalu ingin di elus-elus buayanya.

__ADS_1


*


*


*


*


Acara pun segera dimulai, di kediaman Mas Tejo tamu undangan mulai berdatangan, termasuk para karyawan kantor Mas Tejo dan juga kolega bisnis nya. sedangkan Aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah suamiku, Aku, Rini dan tentu saja putraku yang malam ini terlihat ganteng dan lucu. Evan ku memakai setelan jas yang seukuran dengan nya, sungguh terlihat seperti Mr. Alvaro, dari gaya rambutnya, dan juga cara berpakaiannya. Apalagi kemiripan wajah Evan dan Mas Tejo 11 : 12, benar-benar sangat mirip, hmm Aku juga ndak ngerti sampai sekarang, padahal Aku yang mengandung Evan selama sembilan bulan, tapi sekarang nyatanya Evan menurun sang Ayah. Hmm kali ini benih Mas Tejo yang menang banyak, benar-benar bibit unggul.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2