AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Mafia


__ADS_3

Siang itu Aku dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang yang datang ke rumah Bi Rodiah, mereka bilang jika mereka adalah orang-orang suruhan Mr. Alvaro, hmm Aku sudah tahu itu, Mas Tejo sudah pernah bilang jika aku akan dijemput oleh beberapa orang suruhannya. Tentu saja Rini dan Bi Rodiah sangat terkejut dengan kedatangan mereka yang berpakaian serba hitam, saat Aku dan Rini sedang mengobrol, tiba-tiba saja Bi Rodiah datang dengan terburu-buru.


"Nur, Rin! Ada orang-orang pakai baju serba hitam datang ke rumah kita, siapa ya mereka? Kok kayak mafia gitu, haduh Emak takut Rin kalau saja Emak diculik dan dibawa sama mereka," mendengar pengakuan Bi Rodiah, Aku sejenak berfikir, jangan-jangan mereka adalah suruhan Suamiku. Namun, melihat wajah serius Bi Rodiah Aku pun tertawa kecil.


"Apa, Mak? Mafia datang ke rumah kita? Mafia siapa maksud Emak?" tanya Rini penasaran.


"Mafia yang yang kayak di tipi-tipi itu loh Rin! Yang suka diam-diam menculik orang, emak takut saja jika Emak jadi sasaran penculikan," seketika Rini tertawa mendengar penuturan dari Bi Rodiah.


"Loh malah ketawa kamu, Emak ini serius Rin, kamu nggak khawatir apa jika Emak mu ini diculik sama mereka terus di apa-apain sama mereka." jawab Bi Rodiah dengan wajah polosnya.


"Aduh Gusti Emak! Siapa juga yang mau menculik Emak? Hadehhh Emak ku ada-ada saja." ucap Rini sembari menggelengkan kepalanya.


"Aduh Gusti! Punya anak satu mbok ya percaya sama Emak nya, kamu ndak cemas kalau mereka menjadikan Emak tawanan, nanti Emak dijadikan istri simpanan ketua mafia itu piye tuh? Kayak cerita-cerita di novel itu loh." Aku dan Rini saling menatap, seketika Aku dan Rini tertawa mendengar penuturan dari Bi Rodiah. Ya ampun! Bi Rodiah ini benar-benar membuat ku sangat terhibur.


"Ya ampun Emak! Ah udah ah Rini mau lihat siapa sih yang datang." Rini beranjak pergi dan melihat ke luar, penasaran siapa yang dimaksud oleh Bi Rodiah.


Rini keluar dan melihat siapa yang datang, sementara Aku sedang mempersiapkan mandi untuk Evan.


"Sini Nak! Evan harus mandi dulu ya! Nanti Evan akan ketemu sama Ayah." ucapku kepada Evan yang baru saja bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Iya Bu!" jawabnya sembari melepaskan bajunya. Sejenak Evan membalikkan badannya dan bertanya kepada ku. "Semalam Ibu bobo di mana? Kok Evan cari di kamar tidur, Ibu nggak ada sih? Jadinya Evan bobo bareng Tante Rini." tanya anakku.


"Emm semalam Ibu bobo bareng sama Ayah, tapi ndak di sini, kasihan Ayah ndak ada yang nemenin." jawabku sembari tersenyum.


"Oh gitu, habisnya bobo bareng sama Tante Rini nggak enak Bu," Evan memandang ku dengan wajah polosnya, ya ampun serasa Aku sedang berbicara dengan Mr. Alvaro kecil. Mirip plek ketiplek wajah suamiku.


"Loh emang nya kenapa?" tanyaku penasaran.


"Tante Rini kalau tidur suka ngorok Bu, udah gitu suka kentut, bau lagi." mendengar pengakuan anakku, Aku menahan rasa ingin tertawa ku. Astaga! Rini ... dia masih gadis tapi cara tidur nya seperti itu, hmm mudah-mudahan saja nanti Pak Giman ndak terkejut dan bisa menerima Rini apa adanya, apalagi melihat Rini saat sedang tidur, mendengkur dan suka kentut.


"Hehehe sudah, Evan nggak boleh gitu ya, Nak! Evan nggak boleh bilang sama orang lain tentang kebiasaan Tante Rini, itu tidak baik, cukup Ibu saja yang tahu, nanti Tante Rini jadi malu, ngerti!" Aku menatap wajah putraku dan ku cium keningnya. Ia mengangguk mengerti apa maksud ku.


"Iya Bu! Evan mengerti." jawabnya dengan mengangguk.


"Mbak Nur! Bener kata Emak, ada mafia datang ke rumah kita." ujarnya dengan gugup.


"Mafia apa toh Rin, kamu tuh ada-ada saja, coba lihat!" Aku beranjak pergi ke luar rumah untuk melihat siapa yang dimaksud mafia oleh Bi Rodiah dan Rini.


"Evan tunggu di sini dulu, ya! Ibu mau lihat ke depan sebentar."

__ADS_1


"Iya!"


Setelah Aku berpamitan dengan Evan, Aku melangkah pergi ke luar rumah, mulai terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam tampak sedang berjalan menuju ke rumah kami.


"Permisi Nyonya! Hari ini kami akan membawa Nyonya dan semuanya untuk pergi, Mr. Alvaro memerintahkan kepada kami untuk untuk menjemput Nyonya." kata salah seorang diantaranya.


"Baiklah! Kalian tunggu sebentar, kami bersiap-siap dulu." jawabku.


Aku kembali masuk dan memberi tahukan kepada Bi Rodiah dan Rini bahwa hari ini kami akan pergi bersama orang-orang itu.


"Rin, Bi Rodiah! Hari ini kita harus pergi, mereka sudah menunggu kita." ternyata ucapan ku belum juga dimengerti oleh Rini dan Bi Rodiah.


"Apa Mbak Nur? Kita mau dibawa oleh mereka, tuh kan bener kata Emak, mereka mau menculik kita, hiii takut ah, nanti kita diapa-apain lagi." celetuk Rini


"Ya ampun Rin! Yo ndak lah, mereka itu orang-orang suruhan Suamiku, jadi nggak usah takut, mereka mau membawa kita untuk menghadiri acara ulang tahun suamiku nanti malam." mendengar penuturan ku Rini dan Bi Rodiah tampak senyum-senyum. Mereka cengar-cengir ternyata dugaan mereka salah.


"Owalah gitu toh, Kalau gitu ayo lah Aku Yo mau ikut, pingin datang dan lihat secara langsung pesta besar nanti malam." sahut Bi Rodiah dengan senangnya.


"Oh jadi mereka itu orang-orang Mr. Alvaro toh, walah Aku baru mudeng Mbak Nur, ah udah nggak sabar lihat pesta nanti malam, Mbak Nur pasti menjadi ratu Mr. Alva." sambung Rini.

__ADS_1


Akhirnya hari itu juga Aku dan semuanya pergi bersama orang-orang suruhan Suamiku, mereka mengajak kami ke sebuah tempat, di sana kami mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa, banyak pelayan yang melayani kami, memanjakan kami, tentu saja Rini dan Bi Rodiah sangat senang, ah suamiku memang the best, bukan hanya Aku saja yang Ia bahagia kan, tapi orang-orang terdekat ku juga turut Ia bahagiakan, membuat ku semakin cinta sama Mas Tejo.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2